"Jaemin adalah masa lalunya yang indah. Bertemu dalam dusta yang dikepung oleh kuasa. Waktu berdentang, bergerak mengalahkan detak yang berpacu. Mengalahkan keinginannya untuk lari, lari yang jauh."
NOMIN 18+
Jaeyong, Markhyuck, Luwoo
MAFIA
DARK
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Malaikat selalu berkata bahwa mereka akan melindungimu, segenap tenaga melawan iblis yang melukaimu. Tapi, apa kau tahu bahwa malaikat yang terjatuh bisa lebih kejam dari itu."
...
Kematian Lucas yang begitu mendadak ikut mengejutkan banyak orang. Mark dan Jaehyun yang datang tak lama setelah itu jatuh merosot bersamaan menyaksikan jasad kawan mereka tergeletak tak berdaya. Yuta dan Yuri yang juga dipanggil oleh Jeno ke sana pun tak jauh berbeda. Wanita 52 tahun itu langsung membawa tubuh Jaemin yang tengah menangis ke dalam pelukan erat. Memberikan banyak kalimat penenang sembari mengelus punggung putranya.
Sang ketua Stone Cold fokus menggeledah seluruh pakaian Lucas tanpa ada rasa jijik. Mencari benda apa pun yang mencurigakan dan bisa menjadi passcode asli dari zona bebas. Akhirnya dia menemukan sebuah smarthphone, sebuah desert eagle seperti milik Jaehyun dan sebungkus rokok. Dia tidak menemukan hal lain meski sudah berkali-kali mengecek tiap saku, bahkan membuka helaian kain itu dengan terburuburu.
Dia menekan layar smartphone dan berdecak kesal setelah melihat panel password di monitor. Lalu dengan nada sedikit menuntut dia bertanya, "Apakah ada yang tahu passcode-nya di mana?"
Jungwoo menggeleng dan menjawab, "Aku tidak melihat dia mengeluarkan benda aneh ataupun mengucapkan informasi mengenai passcode itu sama sekali. Aku juga tidak pernah mengetahui bentuknya karena Johnny tidak pernah memberitahuku. Rencana peluncuran ini juga terlalu mendadak dan mungkin itu yang membuat ayahku tidak sempat memberitahu juga."
Passcode zona bebas adalah legenda bahkan di kalangan borjouis sekalipun. Selama 19 tahun ia hidup, Jungwoo bahkan baru mendengar ada sebuah zona bebas untuk melindungi banyak orang dari serangan sistem pembunuh atau efek berkepanjangan dari sistem yang menular.
Jungwoo juga sudah merusak ponsel jadul yang biasa ia gunakan untuk berkomunikasi dengan Wooyoung. Dia tidak mau terlibat lagi dengan sang ayah dan ingin kabur jauh dari distrik 10. Akan tetapi, semenjak dia mengetahui bahwa Zeus.one akan diluncurkan dan dirinya tak punya akses menuju distrik yang lebih jauh, Jungwoo pun menyesal.
Harusnya dia meminta bantuan pada ayahnya lebih dulu dan bertanya tentang rencana pria itu untuk membawanya kembali. Dia bisa memikirkan banyak rencana lain untuk kabur jika nyawanya sudah terjamin aman. Tapi lihat sekarang, tak ada satupun perantara untuknya bisa bertanya dan memaksa pertolongan datang dari pihak WFF. Padahal -kemungkinan besar- keluarganya dan banyak kawan bisnis lain sudah memesan tiket tempat tinggal di dalam zona bebas itu.
"Apa kau tahu passcode-nya, Jaemin?"
Pemuda bermarga Na itu hanya mampu menggeleng.
Jeno tidak mendesak lebih jauh karena takut mentalnya hancur mendadak. Menyaksikan pembunuhan di depan mata bukan hal yang menyenangkan. Empatinya masih bertahan untuk tidak membuat Jaemin merasa bersalah.