"Jaemin adalah masa lalunya yang indah. Bertemu dalam dusta yang dikepung oleh kuasa. Waktu berdentang, bergerak mengalahkan detak yang berpacu. Mengalahkan keinginannya untuk lari, lari yang jauh."
NOMIN 18+
Jaeyong, Markhyuck, Luwoo
MAFIA
DARK
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bintang yang bernyanyi lagu biru bertanya padaku tentang rindu. Bunga yang pernah mekar kini memaksa waktu untuknya layu. Tapi aku selalu tahu kapan harus menemukanmu."
...
You were staring at your bedroom wall
With only ghost beside you
Seomewhere out where the wind is calling
I was on my way to find you
I was on my way to find you
Kisah mereka adalah anomali yang berjalan di atas teka-teki. Ketika Jeno datang dan meraih tangannya, Jaemin justru berlari pergi. Waktu selalu bermain-main dengan ingin-nya yang terus saja kembali.
Orang bilang cinta itu sebuah misteri. Ia akan menjauh saat kau mendekat. Ia akan menarikmu saat kau mulai membangun sekat. Cinta itu kacau yang tak pernah jadi benci. Tak bisa berakhir dendam meski sudah berulang kali patah hati.
Lee Jeno dan Na Jaemin juga tak ada bedanya.
Sepasang yang sudah tak sejoli itu akhirnya harus berjalan di tapak tanah yang sama lagi. Dipaksa semesta untuk melawan musuh serupa dengan cara bersatu kembali. Ya, melawan Lucas dan segala hal di belakangnya yang menopang dendam penuh tragedi.
"Bagaimana? Apakah kau yakin bisa mengambil passcode dari Lucas?"
Mereka berdua sedang berada di dalam bangsal rumah sakit markas. Jaemin datang berpura-pura mengadu soal luka lawasnya di bahu. Menuruti isi pesan Jeno beberapa jam sebelumnya untuk bertemu. Ditemani Yuta yang mengantarnya ke dalam bangsal ber-plat 10 itu.
Jaemin mengangguk, lalu mengedarkan pandangan ke segala sudut kamar. Mengamati jika ada benda aneh yang juga di bawah kendali Lucas, kamera tersembunyi misalnya.
Melihat si kekasih yang ragu-ragu, Jeno pun berkata, "Tenang! Aku mengajakmu bertemu di sini karena aku sudah memastikan keamanannya terjamin. Semua sudut ruangan sudah aku cek dan tidak ada hal yang mencurigakan sama sekali. Kita bisa mengobrol untuk sementara waktu karena Lucas mungkin sedang sibuk mengerjakan tugas yang aku berikan padanya saat ini."
"Lalu Jungwoo bagaimana? Apakah dia tidak akan curiga dengan kepergianku ke rumah sakit secara tiba-tiba?" tanya pemuda 19 tahun itu dengan nada khawatir.
Sesaat setelah dia mengeluh bahunya sakit, penghuni rumah 703 langsung menghubungi tenaga medis Stone Cold. Beberapa menit kemudian, dua orang perawat datang untuk menjemput Jaemin. Sebelum keluar dari pintu, matanya tak sengaja bertemu dengan manik Jungwoo yang menggelap.