Malevolent Shrine #37

185 19 1
                                        

"Tabiatmu akan melukai seluruh tubuh dan membakar jasad dengan api dari nerakamu sendiri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Tabiatmu akan melukai seluruh tubuh dan membakar jasad dengan api dari nerakamu sendiri."



...



09.00 PM

Jaemin yang sejak tadi pagi terus dibuntuti Lucas, kini berpura-pura sedang mempersiapkan diri dalam rangka kabur bersama pria itu. Berkata bahwa dia butuh pergi ke kamar mandi untuk buang air dan mencuci mukanya yang tampak kusut.

Langkahnya berjalan sedikit lebih cepat setelah ia berbalik mundur menghindari Lucas yang saat itu berdiri di dekat pintu kayu di sudut barat markas. Sebuah pintu yang baru Jaemin ketahui keberadaannya karena ditutupi oleh banyak semak belukar dan tanaman rambat. Pintu itu berwarna cokelat pudar selebar dua lengan orang dewasa dan setinggi 1,5 meter. Tidak besar, oleh karena itu cocok sebagai tempat kabur.

Entah bagaimana caranya hingga tidak ada yang mengetahui letak pintu itu selama ini. Mungkin ia masuk ke dalam rencana Lucas yang rumit itu.

Kini Jaemin sampai ke dalam kamar mandi umum tak jauh dari tempat Lucas berdiri. Dia masuk ke dalam sambil menahan gugup karena manik tajam di sana terus menusuk dirinya. Lucas tak pernah mengedarkan pandangannya ke arah lain, seolah takut pemuda Na akan lari dari cengkeramannya begitu saja.

Setelah mengeluarkan smartphone pemberian Jeno, Jaemin segera menghubungi pria itu melalui aplikasi messanger.

"Aku sedang di dalam toilet umum dekat gedung pengolahan sampah. Lucas merencanakan kami berdua untuk keluar melalui sebuah pintu di antara tembok markas. Ada di dekat taman penuh ilalang di sebelah toilet. Aku belum mengetahui bentuk passcode yang dimaksud dan letaknya disembunyikan. Mungkin sebentar lagi jemputan dari orang asing itu akan segera datang, apa yang harus aku lakukan, Jeno?"

Begitu isi pesan yang tertulis dan dikirim kepada kontak dengan nama "J"

Tanpa menunggu waktu lama, ponsel itu bergetar dalam hening. Derit getarnya hampir saja membuat Jaemin terjungkal karena kaget.

"Terima kasih informasinya. Aku akan melakukan sesuatu dari arah luar tembok dekat pintu yang kau maksud. Selama itu, tolong pancing dia lagi mengenai passcodenya!"

Jaemin membaca pesan itu dengan seksama. Menelan ludah karena misinya kali ini sedang berada di puncak konflik. Dia harus memberanikan diri untuk mengambil langkah terbaik. Lucas adalah jenius dalam banyak hal, dia pasti bisa mengendus sesuatu yang mencurigakan jika Jaemin tidak bertindak profesional.

"Baiklah, hati-hati, Jeno!"

Setelah menghela nafas dan memejamkan kedua matanya erat, Jaemin beranjak keluar.

703Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang