Six

14.1K 841 8
                                        

"kau sangat--

Plak

"Nikmati saja" geram Zeus setelah menampar bokong semoqq Misha.

"Ahh jangan terlalu dalam" pinta Misha, walaupun nikmat tapi jika terlalu dalam ia juga yang merasa sakit.

"arghh shh pelan, Zeush"

"shit, lubangmu terlalu sempit, Mimi" entahlah itu pujian atau hinaan, Misha tidak memperdulikan itu. Ia hanya ingin mengejar pelepasan yang sudah berada di ujung lolipopnya.

"ahh fasterr, Zeus"

"ahhh yesss, ahhh ouhhh"

"engg a-aku akan ahhh cumh"

Plok plok plok

Bunyi perpaduan kulit mereka terdengar menggema di kamar mewah, yang tentu saja masih belum di sadari oleh Misha.

Dengan nakal tangan Zeus menuju ke dada Misha, kemudia memelintir nipple pink menggoda milik Misha.

"ahhh yaah, minum susuku, aahh ouhh"

Mendapatkan lampu hijau, Zeus segera melahap kasar nipple Misha yang memang menghasilkan air susu.

Tak lupa juga, tangan Zeus yang kanan mengocok lolipop kecil Misha, agar ia semakin cepat orgasme.

"arghh Zeuss, aku ahhh data--ahh"

Syur syurr

Ck ck, munafik sekali Misha ini, bergerak membenci Zeus, diam-diam menikmati di sodok Zeus.

.
.
.

"Argh, kenapa aku bisa ada disini, bajingan" teriak Misha kepada Zeus yang tengah duduk dengan angkuh di sofa yang terlihat mahal.

"Untuk bercinta, apa kau lupa, Mimi?" ejek Zeus dengan seringai diwajah tampannya itu.

Misha yang mendengarnya langsung memerah, entah malu atau menahan emosi.

"Aku tidak peduli, kembalikan uangku yang kau ambil" tagihnya, ia tidak peduli dengan tanggapan Zeus, yang penting ia ingin uangnya kembali, lalu pergi dari ruangan terkutuk ini.

"Uang? Aku hanya mengambil sampah, Mimi" sanggah santai. Misha yang mendengarnya langsung naik pitam.

Dengan cepat ia langsung bangkit dari kasur, tentu saja untuk menghajar si Zeus itu.

Melupakan fakta bahwa dirinya tidak memakai apapun di balik selimut yang menutupinya saat ini.

Bruk

"Arghh, lubangku" teriak Misha kesakitan, tentu saja sakit, kejantanan Zeus saja sudah seperti tongkat bisbol yang masuk ke lubang semut.

"Cih, lemah" hinanya pedas, tapi di hiraukan oleh Misha.

"gampang sekali dia bilang gitu, belum ngerasain sih" batinnya menggerutu.

Dengan perlahan ia mulai bangkit, tapi..

Bruk

Untuk kedua kalinya ia terjatuh, dan saat ini ia sedang memerah malu.

Bagaimana tidak, sudah jatuh dua kali, telanjang pula.

Akibat terlalu malu, ia pun mengesot mundur untuk kembali ke kasur, kemudian menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, agar tidak terlalu malu.

Itu rencana awalnya, tapi Author berkehendak lain,,

Grep

"aaa lepaskan, lepaskan bajingannn" tolak Misha, bagaimana tidak, Zeus tiba-tiba menggendongnya tanpa aba-aba, apalagi ia telanjang.

Tenggelamkan saja dirinya kelautan moneyyy.

"turunkan aku bajingann" ujarnya sekali lagi di sertai dengan kaki dan tanganny yang bergerak brutal.

Tapi ia akui Zeus ini kuat seperti spongbob, terbukti dari dirinya yang tetap santai menggendong Misha yang sudah seperti ulat itu.

"Diam, Mimi" tekan Zeus.

"Tidak, aku tidak akan diam" Misha pun semakin bergerak brutal.

Plak

"hukuman apa yang pantas di dapat oleh pelacur kecil ini" marah Zeus setelah menampar dada Misha.

.
.
.

Jangan lupa vote, eh iya,, jangan lupa follow jg ya, biar aku semakin semngat double up






















Transmigran Abal-abalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang