18

8.2K 696 9
                                        

"Haha, lelucon apalagi--

Kau memang sudah menikah dengan ayahanda, Misha"

Kondisi Misha sekarang tengah menganga lebar saat mendengar ucapan Zayyan.

Haha, pasti Zayyan berbohong.

Ia tidak pernah merasa menikah dengan Zeus. Toh dia tidak melakukan apapun disini, kecuali pingsan 2 kali, dan sekarang dia sadar.

Jadi di bagian mana ia sudah menikah?

Toh di kekaisaran ini tidak ada agama islam yang dimana memperbolehkan menikahi wanita tanpa kehadiran wanita itu sendiri.

Tapi disini tanpa agama, dan yang ia ketahui dari ingatan Misha asli, pernikahan disini harus di lakukan saat sadar.

Bukan saat ada yang sadar ada yang masih pingsan. Seperti pengakuan Zeus dan Zayyan.

"Kalian pasti berbohong. Jika pun itu benar, aku ingin berpisah denganmu Zeus. Aku tidak ingin menikah dengan iblis sepertimu"

Haha, munafik sekali Misha ini. Baru saja tadi ia merindukan di sodok Zeus, tapi sekarang tidak menjadi istri Zeus.

Padahal jika ia sudah menjadi istri Zeus, ia pasti lebih sering di sodok oleh Zeus.

Tidak seperti sebelumnya. Dimana mereka berhubungan badan tanpa status yang jelas.

"Terserah dirimu, Mimi" Zeus berjalan mendekat ke arah Misha yang entah kenapa tidak bisa menggerakkan tubuhnya.

"Yang jelas, malam ini malam pertama kita" bisik Zeus di telinga Misha.

Misha yang mendengarnya merona malu.

Ia akui ia munafik dan nafsuan.

Terbukti tadi saat ia sok-sok an menolak menjadi istri Zeus, tapi saat Zeus berbicara tentang malam pertama, ia tersipu.

Sungguh munafik sekali Misha ini.

"A-aku tidak mau" ucap Misha sok jual mahal, padahal di depan Zeus dulu dirinya seperti murahan yang haus akan penis.

"Kau tidak pantas untuk menjual mahal tubuh murahanmu ini, Mimi" telak Zeus.

Deg.

"Semurahan itukah diriku di mata iblis mesum ini" batin Misha.

Ia yang awalnya memerah malu kini berganti memerah marah.

Jika tau seperti ini ia tidak akan mau ninuninu lagi dengan Zeus.

Lebih baik ninuninu dengn Zayyan walaupun kecil.

"Benarkah? Jika begitu aku akan menjual murah tubuh murahanku ini kepada orang lain" ujar Misha baperan.

Ia bergerak pergi dari pandangan Zeus. Moodnya hancur akibat ucapan Zeus.

Baru saja tadi ia terbang ke langit, tapi sekarang harus jatuh ke jurang.

Srek

Ck, kenapa harus ada adegan bajunya menyangkut di sesuatu. Tapi ia berharap jika bajunya menyangkut di tangan kekar Zeus.

Dan benar saja. Bajunya menyangkut di tangan kekar Zeus. Alias ia di tahan oleh Zeus.

Seketika mukanya berbinar ceria, tapi sedetik kemudian muram kembali akibat teringat ucapan Zeus.

Ia lebih memilih melepas bajunya agar ia cepat bebas dari Zeus, ia terlalu malas berbicara kembali dengan Zeus.

Hatinya dan hati anaknya sakit akibat ucapan Zeus.

Setelah melepas bajunya, ia tidak lagi tertahan dengan tangan Zeus. Dan tak sengaja ekor matanya melihat Zayyan yang hanya berdiam diri melihat mereka.

"Zayyan ikut aku" setelah mengucapkan itu ia tidak lagi menoleh kebelakang.

Ia juga tidak terlalu peduli, Zayyan mendengarnya apa tidak, intinya dia tidak ingin menghirup oksigen yang sama dengan Zeus.

"Kau ingin kemana, Mimi"

.
.
.

Sedih gw tuh, vote part sebelumnya ko dikit.

Kalo vote part ini votenya dikit, plingan gw bru up lagi mei akhir. Soalnya gw jga mau ujian kelulusan.

Yang belum vote part sebelumnya buruan vote! Gw marah.

Target part ini 45 vote!





Transmigran Abal-abalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang