Setelah menyuarakan keinginannya, ia langsung turun dari gendongan koala Zeus.
Zeus yang mendengarnya pun mematung, walaupun ia selalu mudah mendapatkan apapun tapi mungkin untuk hal ini agaknya mustahil.
"Tidak ada hewan seperti itu, Mimi" mutlak Zeus. Sebenarnya ia juga terlalu malas untuk menuruti permintaan Misha.
Lebih baik bekerja daripada menuruti permintaan konyol Misha, pikirnya.
"Cih, bahkan tanpa menggunakan kekuasaanmu pasti kamu mendapatkannya Zeus" jawab Misha telak, demi sempak Aquaman ia benar-benar harimau setengah oren dan setengah putih.
"Jika kamu berhasil mendapatkannya, akan aku pastikan kejantanan murahanmu itu akan puas dengan lubang menggodaku" Zeus sepertinya telah mendapatkan jackpot kecil, tanpa kata ia langsung pergi dari kamar untuk memulai misi mencari harimau blasteran warna. Dan mungkin ini pertama kalinya Zeus ceroboh, mengapa demikian?, karena ia lupa mengunci pintu.
Misha pun tersenyum puas saat melihat kecerobohan Zeus, dengan perlahan ia mengendap-endap keluar kamar, sembari celingak celinguk barang kali ada cctv yang sedang mengawasi.
Dan sepertinya Dewi Fortuna telah berpihak kepada boti semoq dan bohay itu, karena ia tidak melihat CCTV di sudut-sudut langit-langit mewah Zeus.
Dengan lancar ia masuk kedalam Lift dan langsung menekan acak tombol yang berada di dinding lift.
Dan jarinya singgah di tombol berangka 5.
Tenang, jangan berpikir Misha kabur, ia hanya ingin refreshing, memang apa untungnya kabur, sejauh apapun ia kabur pasti Zeus dapat menemukannya bukan?. Ah, percaya diri sekali boti semoq ini.
Ia memang rebahaners, tapi jika ia di kurung ia tetap bosan tanpa melakukan apa-apa, dan hanya menonton televisi yang hanya itu-itu saja.
Apalagi si iblis Zeus itu tidak memberinya ponsel, saat itu hidupnya bagaikan boti yang haus belaian, yakni sepi dan muram.
Dan akhirnya hari ini ia bebas sejenak dari kurungan jahanam itu.
Ting
Ia langsung nyelonong masuk kedalam salah satu ruangan tanpa melihat-lihat dulu kondisi yang berada di lantai lima ini.
Sepi, muram, dan sedikit menakutkan.
Mungkin itulah yang menggambarkan suasana di kamar ini.
Dengan samar ia bisa melihat banyak pigura yang entah membingkai foto apa.
Perlahan ia meraba-raba sekitar untuk mencari saklar lampu, karena bagaimana pun ruangan ini gelap dan hanya di sinari oleh cahaya bulan.
Tak
Keindahan ruangan ini pun terlihat, dan Misha tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya.
Bagaimana tidak, di semua sisi dinding terpajang sebuah foto seseorang yang memiliki rupa hampir sama dengan dirinya, namun bedanya ia ladyboy, sedangkan di foto itu perempuan.
Kakinya perlahan melangkah agar dapat melihat foto itu dengan dekat.
Belahan jiwaku, tulis seseorang di pojok kanan foto itu.
Misha menerka-nerka, foto siapa itu, mengapa mirip dirinya yang bohay?.
Tak puas hanya melihat foto itu, ia segera mencari-cari sesuatu yang barang kali bisa menjelaskan seseorang yang berada di foto itu.
Dan ia menemukan sebuah diary.
Karena ia terlalu malas membaca mulai awal, jadi ia langsung membuka halaman terakhir.
'Mirhael, akhirnya saya telah menemukan seseorang yang mirip denganmu, akhirnya rinduku terhadap dirimu sedikit berkurang. Tapi tenang saja, saya masih mencintaimu dengan sangat'
'Mirhael, dia telah mengandung, tapi demi bumi seisinya, saya tidak mencintainya. Aku hanya memanfaatkannya'
Deg
Haha, adil sekali bukan?.
.
.
.
Jangan lupa vote
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigran Abal-abal
RandomPemuda desa yang harus merawat pria asing yang ternyata orang penting.
