Sudahlah, lebih baik ia keluar kamar untuk bertemu keluarga barunya.
Tetapi saat Misha menunjukkan batang hidungnya, ia tidak menemukan siapapun di dalam rumah singgah ini.
"mereka kemana ya? masa mereka ninggalin gw sendirian disini" Misha pun mulai mengelilingi rumah singgah ini, dan akhirnya menemukan mereka sedang berkumpul di halaman depan.
Misha pun bergegas untuk ikut berkumpul.
Mereka sepertinya tengah membicarakan sesuatu.
"Apa yang tengah kalian bicarakan" kepo Misha saat sudah sampai di tempat mereka berkumpul.
Orang-orang yang di tanyai pun memandang Misha dengan raut wajah yang berbeda-beda, tapi yang jelas raut mereka tidak di pahami oleh Misha.
Di pandang seperti itu membuatnya bagai tahanan yang kabur. Memang benar sih, ia 'tahanan' yang kabur, kabur dari iblis jahanam.
"ke-kenapa kalian memandangku seperti itu?" Misha pun heran, ada apa dengan mereka, padahal ia baru saja sampai di rumah ini, apakah ia akan di usir?.
"Ti-tidak, hanya saja..." mereka langsung mengalihkan pandangan mereka kepada kertas yang baru di sadari oleh Misha.
"wajahmu mirip dengan omega ini, Misha" kata salah satu nenek.
Misha pun langsung mengambil salah satu kertas di tangan mereka. Dan benar saja di sana tertulis adanya sayembara, dan yang di cari adalah dirinya.
Untung si iblis Zeus tidak menulis namanya, tapi tetap saja ia kesal. Apalagi hadiah dari sayembara itu adalah sebuah rumah mewah. Siapa coba yang tidak tertarik dengan sayembara itu.
Seketika kekhawatiran Misha muncul, ia takut jika di temukan oleh Zeus. Ia takut jika di manfaatkan kembali.
Ia hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar iblis Zeus itu tidak menemukannya.
"haha, mungkin itu hanya kebetulan nenek" tawanya canggung. Ia berharap agar orang-orang ini mempercayainya.
"Ya kau benar, mungkin saja wajah omega itu mirip dengan Misha" dukung salah satu kakek yang percaya dengan ucapannya.
Misha pun menghela nafas lega, akhirnya ada yang percaya denga---
"Tidak kakek, lihat bahkan model rambutnya pun sama dengan Misha, anting yang dia pakai pun sama dengan Misha"
Misha langsung menoleh ke sumber suara yang membuat dirinya terancam.
"Ah iya, ini seperti Misha" ujar kakek setelah melihat kertas dengan teliti lalu melihat Misha dengan intens.
Misha menelan ludahnya dengan seketika langsung keringat dingin. Ia yakin pasti orang-orang ini akan menyerahkannya kepada Zeus.
"I-itu memang aku, tapi aku mohon jangan serahkan diriku kepada Zeus" Misha pun bersimpuh di hadapan mereka semua.
Entahlah, ia mempunyai firasat tidak enak terhadap Zeus.
Dan ia tidak ingin kembali lagi dimana ia telah ninuninu dengan Zeus.
"Tapi Misha, jika kami terus menyembunyikanmu, kami tidak bisa. Karena itu sama saja mengkhianati Kaisar" Misha langsung lemas seketika, apakah ia akan berakhir dengan cepat?.
"Ka-kaisar? Ada hubungan apa aku dengan Kaisar?" bingung Misha, karena ia tidak merasa pernah berurusan dengan kaisar yang bahkan ia tidak tau wajahnya.
"Yang mengadakan sayembara ini adalah Kaisar Zeus, Misha"
Fuckk
Apakah Tuhan sedang bermain-main dengannya?
Kenapa ia baru bisa tau jika si iblis Zeus adalah seorang Kaisar.
Tapi megapa sikapnya lebih brengsek dari seorang bajingan.
Tapi jika di pikir-pikir banyak kaisar yang seperti itu di buku cerita-cerita yang ia baca.
Kini ia harus memikirkan cara untuk kabur dari semua ini.
"Aku akan pergi, dan aku mohon jangan bilang kepada kaisar jika aku pernah singgah disini" ujar Misha.
Ia langsung memeluk para anggota rumah singgah, walaupun tidak mendapat balasan.
Misha masuk kedalam rumah singgah untuk mengambil barang-barangnya, kemudian pergi melewati pintu belakang.
.
"Sial banget hidup gw. Kasian anak gw yang harus nerima keadaan kaya gini" dumelnya. Andai saat itu ia tidak ngebet ninuninu dengan Zeus, pasti tidak akan seperti ini.
Rawrrr graumm
Dengan samar ia mendengar suara auman hewan buas. Benar, ia sedang berada di hutan sekitar rumah singgah.
Sejenak ia merasa bernostalgia saat ia pertama kali bertemu dengan Zeus.
Ia mendekati asal suara itu, berharap kejadian ia bertemu dengan Zeus pertama kali terulang, namun dengan lelaki yang berbeda, bukan dengan Zeus.
Bukannya menemukan pemuda tampan yang bisa ia ajak ninuninu, ia malah mendapati seekor singa sedang memakan mangsanya.
Ia mundur perlahan untuk pergi, tapi sialnya ia menginjak ranting.
Krek
Singa itu langsung menoleh ke arahnya kemudian lari dengan cepat.
Misha pun reflek berlari juga, tapi naas. Ia kalah cepat dengan singa.
Bruk
Krek
Misha pun di seruduk singa, dan ia tidak tau apa yang terjadi berikutnya.
Karena ia sudah pingsan atau mati mungkin?
.
.
.
END
Makasih gys udah baca cerita gw smpe End, semoga puas dengan end nya
Jangan lupa vote yaa
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigran Abal-abal
RandomPemuda desa yang harus merawat pria asing yang ternyata orang penting.
