Takut ia tidur dengan seonggok mayat, ia pun mengecek pernapasan Zeus takut-takut perkiraannya benar.
Thanks god, itu hanyalah perkiraannya saja, ia masih tidur dengan manusia.
Tak ada Kak Gem tak ada Bagas Dribble.
Misha pun mulai memandang wajah Zeus.
Hatinya yang terkubur di Palung Mariana tiba-tiba merasa haru, ia seakan tak percaya, bahwa kini inilah kehidupannya.
Kehidupan yang tak pernah di sangka, seperti Pegi yang salah sangka.
Karena ia tidak stroke, ia mengarahkan tangannya menuju wajah Zeus, dengan lembut seperti halnya kasus 271 T yang dengan lembut menghilang.
"Kalo dulu gw ga nolong lu, pasti gw ga akan tau rasa penis baseball lu, ga akan ngandung anak lu"
"Tapi semakin kesini, lu berubah, gw udah males" ucap Misha melas, pada dasarnya ia hanyalah boti dengan perasaan yang cepat berubah.
"Ah elah, kenapa gw sedih ya. Biarin deh, mungkin sekarang waktunya gw pergi dari hidup dia"
Misha pun beranjak dari kasur, ia memandangi sejenak seluruh kamar Zeus terakhir kali, hingga pandangannya berakhir pada opet yang tertidur dengan nyenyak tanpa memikirkan dosanya.
"Selamat berbahagia Tuan, terimakasih kasih telah menitipkan malaikat ini" ucapnya dengn tulus sembari mengelus perutnya yang membuncit.
Ia keluar dari kamar itu, dan dapat ia lihat semua pengawal langsung memperhatikannya, toh ia tidak peduli lagi dengan mereka.
Kali ini ia yakin, pelarian kali ini tidak bisa di temukan Zeus dengan cepat, ia yakin.
Tak terasa ia sudah lumayan jauh dari kawasan istana Zeus. Ia segera mencari toko baju untuk menutupi identitasnya, ia takut Zeus mencarinya lewat cctv di jalanan.
Setelah mendapatkan penyamaran yang pas, ia mulai mencari transportasi ke daerah X yang sudah ia rencanakan dari dulu.
Untuk masalah uang?? jangan khawatir, ia telah mencuri uang lumayan banyak dari kamar Zeus.
Dan ia yakin, uang yang ia curi itu cukup untuk biaya pendidikan anaknya sampai selesai.
"Duh, bakat banget jadi pencuri, haha" batin Misha saat itu.
tut tut tutt
Tak terasa ia sudah sampai di daerah by X dengan kereta.
"Akhirnya bebas dari tuh opet, walaupun gabisa nikmatin tongkat bisbol lagi" ucap Misha saat ia telah menginjakkan kakinya di tempat yang baru.
"Permisi dek, apakah adek ini butuh transportasi" tanya pria baya yang ujuk-ujuk datang tanpa diundang seperti jailangkung.
"Eh iya pak, saya butuh transportasi ke Desa X, apakah bisa" tanya Misha sembari melihat pria paruh baya itu, ia yakin, penis pria itu pasti kecil seperti buncis.
"Bisa nak, mari"
Misha dan pria tadi pun mulai melakukan perjalanan.
Perjalanannya ternyata lumayan lama, karena ini sudah 4 jam dari stasiun tadi.
"Desa ini lumayan jauh yah Pak?" tanya Misha memastikan
"Iya nak, karena kan itu di pegunungan, jadi lumayan jauh, tapi di sana padat penduduk ko nak" jawab supir itu dengan ramah.
"Ini nih yang gue cari, siapa tau nanti dapet pengganti si opet itu" batinnya licik.
Maklum saja, otak Misha tertukar dengan otak Sugiono yang hanya memikirkan ninaninu.
Misha mulai melamun, memikirkan hal kedepannya.
Apakah ia akan menikah lagi, atau tetap menjandu (janda/duda). Tapi ia juga butuh seorang pengayom. Bagaimana ia butuh alpha untuk melindungi dirinya dan anaknya.
Untuk Zeus si opet, ia yakin, Zeus tidak dapat menemukannya. Orang ia bersembunyi selayaknya dating idol yang menyembunyikan hubungan mereka, tidak gampang di ketahui.
"Nak"
"Nak"
"Eh iya pak, sudah sampai ya?" tanya Misha gelagapan, tidak terasa ia sudah sampai di Desa X.
Dapat ia rasakan hawa sejuk dari desa itu, banyak warga yang beraktivitas.
"Jadi berapa pak biayanya?"
"256.000 nak" jawab supir itu.
"Ini pak, bisa minta tolong turunin koper saya pak?, saya sedang hamil muda, tidak berani untuk mengangkat yang berat-berat" alasannya.
"Yakali udah bayar mahal disuruh turunin koper sendiri, rugi dong" batinnya sembari tertawa joker.
By the way, Misha diturunkan di depan kontrakan yang memang ia bilang ke pak supir tadi.
"Terimakasih ya, pak, semoga nabrak truk di jalan" tentu saja itu tidak ia ucapkan langsung, walaupun ia sudah mencuri uang yang lumayan banyak, tapi nominal tadi lumayan mahal untuknya.
Pasti ia diakali oleh orang itu.
.
.
.
gatau, ga nyambung, kena writer block mulu.
150 vote kancut, eh lanjut
paipai bebihhhhh
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigran Abal-abal
RandomPemuda desa yang harus merawat pria asing yang ternyata orang penting.
