Eight

12.7K 754 10
                                        

"Bunuh saj--

Emm engg"

Dengan sepersekian detik, Zeus memangut kasar bibir Misha yang sedari tadi melanturkan kata-kata yang membuatnya emosi.

Bisa saja ia langsung membunuh Misha detik itu juga, tap--

"emm lepwas" dengan kepayahan Misha berbicara di tengah pangutannya dengan Zeus.

Cpak

Bunyi pangutan mereka yang terlepas, tak menyia-nyiakan hal itu, Misha segera..

Plak

Menampar Zeus dengan kencang.

Dapat ia lihat kepala Zeus tertoleh kesamping akibat kekuatan wonder omeganya. Tapi sayangnya bibir Zeus tidak berdarah.

Karena tidak terima jika bibir Zeus tidk berdarah, Misha pun mengangkat tangannya untuk menampar Zeus kembali,

Plak

Bukan, itu bukan Misha yang menampar. Melainkan Zeus yang menampar bokong Semoqqnya, yang dapat ia pastikan jika sekarang tengah memerah panas.

"Arghh, kau sungguh kejam, Zeus" marah Misha dengan mengelus bokong semoqnya yang panas akibat tamparan Zeus yang tak main-main.

"Tidak ada reaksi tanpa aksi, Mimi" dengan angkuh Zeus berkata seperti itu.

"Argh, aku benci dirimu, Zeus" teriak frustrasi Misha akibat ia selalu kalah saat berbicara dengan Zeus.

"Dan saya menyukai tubuh lacurmu" dengan lancang, beberapa jari Zeus langsung masuk kedalam lubang semut milik Misha.

"arghh shh"

Tentu saja ia terlonjak kaget, walaupun lubangnya masih licin akibat sperma Zeus tadi, tapi tidak menutup kemungkinan bukan jika ia kaget akibat di sodok jari Zeus secara tiba-tiba?.

"He-hentikan shh Zeus" pinta Misha yang entah mengapa lansung di sanggupi oleh Zeus.

Mungkin ia sudah puas dengan tubuhku, pikir Misha.

Brak

Tanpa perasaan, Zeus langsung berdiri dan otomatis Misha yang berada di pangkuannya terjatuh, Misha yang tak memiliki persiapan pun tentu saja langsung mencium lantai yang dingin itu.

"arghh, sakit sekali bokong semoq-ku" entahlah, itu teriakan Misha yang keberapa kali, dan mungkin juga yang membaca juga bosan dengan kata 'teriak'.

Tapi apakah Zeus peduli?. Zeus? Peduli?.

Tentu saja tidak, karena oknumnya sudah lari dari TKP. Misha yang menyadari Zeus telah pergi dari kamar pun seketika berteriak kesal.

"Zeus bajingannn" umpatnya kasar, ia tidak peduli jika ada yang mendengarnya.

Salahkan saja Bajingan yang membuatnya saperti ini.

Dengan perlahan Misha mulai bangkit dari posisi mencium lantai dengan berpegangan meja yang berada di sampingnya.

"shhh auu" desisnya ketika merasakan pinggang seperti akan patah.

"Gw harus pergi dari tempat haram ini" gumam Misha.

Tapi sebelum itu, ia segera mencari letak kamar mandi di kamar yang baru ia sadari sangat mewah dan luas ini.

Disepanjang langkah untuk mencari kamar mandi, tidak luput dari kata 'waw' yang keluar dari mulut seksinya.

Setelah beberapa saat melangkah, akhirnya ia menemukan kamar mandi.

Ia hanya mampu menganga saat melihat kamar mandi itu, kamar mandi itu seperti pemandian di hotel bintang 1 triliun.

"anjir ini gila sih, pasti gw bakal ngalahin Rafatar dan Cipung kalo jual semua barang-barang di kamar mandi ini" kagumnya, tak luput tangannya pun mengelus semua barang-barang berkilau yang menyejukkan matanya.

"Tapi gw bawanya gimana? Gw aja gak tau sekarang dimana" tanyanya ada dirinya sendiri.

Sudahlah, daripada memikirkan itu, lebih baik dirinya mandi terlebih dahulu, agar semakin bohay dan semoqq.

Dan Zeus akan semakin sering ninuninu dengannya. Eh, bukan semakin sering, malah setiap hari. Kan mulai saat ini ia menjadi jalang Zeus.

.
.
.

Kalian ngerasa ga sih, klo bahasa yg gw pke campur-campur. Kdang baku, kadang non baku.

Ga vote gw doain tengkar ma pacarnya

Transmigran Abal-abalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang