Nyatanya, uang yang raib sangat berpengaruh terhadap Misha, terbukti dirinya yang selalu murung selama seminggu hanya untuk menangisi uangnya yang hilang.
Ditambah dengan fakta Zeus yang pergi setelah Misha memberikan keperjakaannya.
"udahlah, mungkin ini salah satu takdir terbaik Tuhan" ujarnya lesu.
Walaupun berkali-kali lisannya mengucap ikhlas dan rela tapi hati tidak semua itu melakukannya.
"mending gw cari bahan-bahan untuk makan" dengan bergegas ia segera mengambil tas anyaman untuk menampung bahan-bahan yang ia cari nanti.
Ia pun keluar dan mulai berjalan dengan santai, sembari menghirup udara segar yang akhirnya ia hirup setelah seminggu hanya di dalam rumah.
"hahh, sejuknya" gumamnya.
"apakah kalian tau jika kaisar Vilger akan menunjukkan wajahnya"
"ah, tentu saja kami sudah tau, rumor itu sangat cepat tersebar"
"banyak yang bilang bahwa kaisar masih muda"
Dari kejauhan Misha dapat mendengar beberapa orang yang tengah bergosip di salah satu rumah warga.
Karena ia merupakan boti yang semok, tentu saja dia harus kepoan bukan?.
"Bibi, apa yang tengah kalian bicarakan" tanyanya formal, karena bagaimana pun ia tidak terlalu akrab dengan warga disini.
"Oh anak muda, kami tengah membicarakan kaisar Vilger yang akan memperlihatkan wajahnya" jawab salah satu Bibi yang 'sedikit' gemuk.
"wah, bukankah ia pernah di rumorkan buruk rupa, Bibi?" tanya Misha sekali lagi, karena ia pernah mendengar seseorang bergosip tentang rumor itu.
"Entahlah, kami hanya mendengarnya dari beberapa orang. Di masa depan jika kaisar menunjukkan wajahnya, ikutlah kami ke kaisaran itu" tawar Bibi yang mekai bedak tebal itu.
"ah iya, kalau begitu saya permisi ya, Bibi" pamit Misha.
Ia melanjutkan perjalanannya menuju hutan untuk mencari bahan-bahan.
Sesampainya disana Misha langsung menemukan tumbuhan kentang. Dengan cepat ia segera mengambil kentang untuk pengganti nasi.
Selama berada di hutan ia mengambil banyak bahan masakan, hingga membuatnya kelelahan.
Akhirnya Misha pun memutuskan untuk beristirahat di pinggir sungai, sekaligus minum dari air sungai yang jernih itu.
"capek banget, tapi kalo ga gini gimana gw bisa dapet makan" keluhnya sembari mengelap keringat wanginya yang berada di dahi.
Ia pun melamun menatap sungai.
Dan mungkin inilah yang dinamakan rezeki boti semok, dampak dari kejernihan air sungai ini, ia dapat melihat banyak ikan yang sedang berkumpul di sekitar batu sungai.
Ia pun segera memikirkan sesuatu untuk menangkap ikan-ikan tersebut.
Dan, cling.
Otak cantiknya mendapatkan solusi dengan membuat jaring dari luaran baju yang ia pakai, dengan segera ia mencopot baju luarnya hingga menyisakan kain tipis sebagai dalaman.
Setelah selesai membuat jaring, ia pun segera menuju sungai dengan perlahan untuk menangkap ikan yang gemuk-gemuk itu.
Cpak cpak cpak
Bunyi air sungai akibat gerakan brutal dari ikan-ikan yang masuk kedalam jaring abal-abalnya.
Setelah di rasa cukup.
Ia memutuskan untuk tidur sebentar di batang pohon yang besar, perlahan matanya pun mulai memberat dan ya, alam mimpinya sudah menjemput.
.
.
.
"eungh, ahh" desah Misha yang terlonjak bangun, akibat seperti ada seseorang di atas tubuhnya.
Ia pun membuka mata, dan langsung di suguhkan oleh Zeus yang sedang memasuki lubangnya.
"ahhh, apa yang ouh kamu lalukan Zeus engg" ucapnya bercampur desahan.
Bisa-bisanya ia baru sadar di setubuhi, salahkan saja sikap kebonya itu.
"ahh, tentu saja menghajar lubang lacurmu" ucap kotornya.
"kau sangat--
Plak
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigran Abal-abal
DiversosPemuda desa yang harus merawat pria asing yang ternyata orang penting.
