Dan Zeus akan semakin sering ninuninu dengannya. Eh, bukan semakin sering, malah setiap hari. Kan ia menjadi jalang Zeus.
Pikirnya yang sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan.
Terbukti sudah dua minggu ia tidak melaksanakan tugasnya, seharusnya ia memuaskan Zeus bukan? Tapi orang yang harus ia puaskan sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya.
Meninggalkan ia sendiri di kamar ini. Perlu kalian tau jika, jika Misha di sekap di kamar ini selama dua minggu tanpa melakukan apa-apa, tapi anehnya saat ia bangun tidur sudah tersedia sesuatu yang ia butuhkan, contohnya pakaian, makanan, dan minuman.
Dan mulai kemarin entah mengapa ia merasakan pusing yang teramat dan merasakan perutnya terkadang sakit.
Ia pikir pasti asam lambung kumat, dan Misha memutuskan untuk meminta bantuan dari luar kamar. Ia tidak tahan dengan sakit perutnya itu.
Tok tok tok
"Ada orang di luar"
"Permisi"
"Tolong buka pintunya"
Huhh, sia-sia sekali suara emas berharganya. Padahal ia sedang kesakitan.
Tidak menyerah, ia terus mencoba. Hingga akhirnya kegelapan menjemputnya.
Tentu saja ia pingsan akibat kesakitan.
.
.
.
"Bangun, Misha" dapat Misha rasakan ada seseorang yang menepuk kasar pipinya. Tidak tahan dengan tepukan itu, Misha pun membuka mata dan lansung di suguhkan oleh wajah paripurna Zeus.
Dengan kasar Zeus langsung menarik tangan Misha agar ia bangkit dari posisi tidurnya.
Misha yang nyawanya belum terkumpul pun hanya mengikuti Zeus saja, tanpa tau apa yang sedang terjadi.
"Kau bodoh atau apa, Mimi. Bagaimana bisa kau tetap mengonsumsi nanas saat kau hamil. Kau bisa saja membunuh anakku" marah Zeus, bagaimana tidak, saat ia sedang melakukan perjalanan bisnis ia di telpon oleh salah satu orang kepercayaan bahwa Misha pingsan dan sedang di periksa oleh dokter.
Saat itu pula ia langsung memesan tiket pesawat dan langsung pulang.
Sesampainya istana ia langsung di beritahu bahwa jalang pribadinya itu tengah hamil, dan nyaris keguguran akibat mengonsumsi nanas.
Itulah mengapa Misha merasakan sakit pada perutnya.
"Hah? Anak?" tanya Misha dengan linglung, tentu saja linglung orang dia saja baru bangun langsung di paksa duduk kemudian di marahi oleh 'Tuannya' itu.
"Kau tidak tulikan" Zeus sendiri geram dengan Misha yang masih belum mengerti akan apa yang ia ucapkan.
"Ta-tapi aku tidak hamil, Zeus" kata Misha menyangkal. Toh yang ia tau jika orang hamil itu akan merasakan mual dan pusing, memang ia merasa pusing tapi itu karena asam lambungnya kumat bukan?.
Srek
"Baca dengan benar" titahnya.
Misha pun segera membuka map yang lempar Zeus ke muka imutnya.
Dengan teliti ia membaca setiap kata yang berada di atas putih itu, walaupun ia tidak mengerti beberapa kata medis.
Tapi inti dari semua itu adalah, ia mengandung.
Ya mengandung.
Seketika otaknya langsung memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi kedepannya.
"I-ini tidak mungkinkan?" tanya Misha dengan mata berkaca-kaca, ia tidak siap jika harus hamil di usia yang masih muda, di dunianya dulu ia masih berumur 16 tahun, sedangkan di dunia ini ia berusia 18. Jadi pantas saja jika ia masih belum siap mengandung dengan usia semuda itu.
Walaupun di dunia ini kehamilan omega rata-rata di usia 15 tahun.
Tapikan ini cerita Misha, bukan cerita mereka.
.
.
.
Mungkin ini part terakhir yg gw bikin, tiba-tiba gw ga mood update lagi, masa yang vote dikit banget.
Vote dong guys
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigran Abal-abal
RandomPemuda desa yang harus merawat pria asing yang ternyata orang penting.
