Karena ia sudah pingsan atau mati mungkin?
Ia sudah terlalu pasrah dengan takdirnya, jika ia harus mati untuk kedua kalinya, ia rela.
.
"Eungh" Misha pun mulai terbangun saat ia merasakan ada sesuatu yang dingin mengenai wajahnya.
Perlahan matanya mulai terbuka dan sedikit terpejam ketika menyesuaikan cahaya matahari yang masuk kedalam retinanya.
Perlahan ia bisa melihat seseorang tengah berdiri di sampingnya saat ia bisa menyesuaikan sinar matahari yang mengenai matanya.
Berdiri seorang lelaki tampan di sampingnya, berusaha menyadarkan Misha dari alam barzah.
Dan usahanya tidak berakhir sia-sia. Misha perlahan mulai sadar.
Sang pria pun menghela napas lega. Tidak rugi ia mengorbankan air sungai di samping rumahnya untuk menyiram Misha agar cepat tersadar.
Misha yang sudah sadar langsung mengalami kaget dadakan, bagaimana tidak?. Saat ia membuka mata ia langsung di suguhkan oleh pemandangan seorang pria tampan yang mirip dengan Zeus mungkin?
Mata Misha langsung berbinar ketika ia mendapat mangsa baru. Apalagi pria di depannya ini pasti alpha, hanya saja wajahnya sedikit manis? Tapi tak apa.
Sabilah ninuninu dengan dirinya.
Tapi, dirinya sedang hamil, pasti ia tidak bisa seliar dulu untuk omega on top.
Tapi tak apa, yang penting lubang semutnya masih keset dan ahh mantap.
Tapi ia ragu, apalagi ia sering di masuki tongkat baseball Zeus yang tidak masuk akal ukurannya.
"Nona, apakah kamu baik-baik saja" lamunan Misha seketika buyar ketika alpha seksi itu berbicara.
"ahh, aku baik-baik saja. Bahkan kita bisa langsung ninuninu sekarng" Misha pun terlihat seperti orang gila saat berbicara melantur seperti itu.
"Maaf?"
"Eh, maaf. Tadi aku sedang latihan berdrama" Misha tersenyuman joker untuk Alpha tampan itu. Yang tentu saja di balas dengan raut aneh oleh alpha tersebut.
"Setauku, tidak ada pertunjukan drama di kekaisaran" gumam pria itu, tapi biarlah ia tidak ingin terlalu memikirkannya.
"Emm, siapa namamu?" Misha pun mengulurkan tangannya agar pria itu bisa menjabat tangannya yang lembut seperti dada montoknya.
"Namaku Zayyan Vilger" Misha tak langsung melepaskan tangan pria yang mengaku bernama Zayyan ini. Karena tangan pria ini sangat bagus dan panjang.
Pasti lubangnya akan kelonjotan saat d iu garuk oleh jari panjang alpha ini.
Tapi tunggu. Zayyan Vilger? Bukankah itu nama kekaisaran yang misterius itu. Dan siapa Zayyan Vilger? Jika ia kaisar tidak mungkin. Karena kaisar itu sendiri adalah ayah anak yang ia kandung, Zeus.
"Vi-Vilger?" tanya Misha memastikan, takut-takut tadi ia budeg dadakan.
"Benar, aku adalah putra mahkota kekaisaran Vilger"
Deg
Tolong bawa kabur raga bohaynya ini dari dunia ini. Baru saja keluar dari kandang singa malah masuk kandang kelinci.
Padahal ia tidak ingin berurusan dengan orang yang bermarga Vilger, tapi karena Tuhan baik, makanya beliau mempertemukannya dengan mereka.
Apalagi ia langsung di pertemukan dengan anak Zeus mungkin?. Tapi jika di lihat dari wajah Zeus, sepertinya Zayyan mengaku-ngaku menjadi putra mahkota/anak dari Zeus.
"H-hah? Lantas mengapa aku bisa disini?" tanya Misha lemas, ia terlalu terkejut dengan kejutan dari Tuhan.
"Karena kamu di bawa oleh ayahanda kaisar"
Bruk
Misha pun langsung pingsan.
.
.
.
Hai hai haii, gw balik lagi.
Jangan lupa vote ya, karena untuk nulis part ini gw harus ngumpulin mood gw dulu.
Makin penasaran ga ama kelanjutannya?, makanya vote, biar gw semngat untuk nulis part berikutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigran Abal-abal
RandomPemuda desa yang harus merawat pria asing yang ternyata orang penting.
