Empat

15.4K 938 16
                                        

"engg, sudah Zeus ahh" mohon Misha kepada Zeus yang sudah seperti binatang buas saat menyetubuhinya. Jujur saja lubangnya saat ini sangat teramat sakit, jika dia tahu akhirnya seperti ini, ia mungkin tidak akan berharap ninaninu dengan Zeus.

"No, saya belum puah, emm"

"Ohhh, lubangku ahh sakitt enggg" tapi tetap saja tidak di hiraukan oleh Zeus.

Setelah beberapa jam bercinta, akhirnya mereka pun berhenti, tentu saja dengan Misha yang sudah tak sadarkan diri akibat kelelahan.

Maklum saja, ia sudah melewatkan makan siang dan makan malam akibat ulah Zeus.

"ck ck, kasian sekali dirimu" gumam Zeus sembari mengelus wajah cantik Misha.

.
.
.

Pagi pun tiba, dan tentu saja itu membuat seorang insan yang sedang terlelap mulai bangun dari alam mimpinya.

"Eungh, udah pagi ya" gumamnya sedikit serak dengan mata yang masih terpejam, ia mencoba menggerakkan tubuhnya seperti kebiasaannya saat bangun tidur, tapi saat ia mencoba, ia malah merasakan sakit yang teramat di area pinggang sampai selangkangan.

"Arghh, sakit banget shh. Ini pasti ulah si Zeus" marahnya sembari mencoba miring ke sisi yang lain untuk mrlihat sang pelaku.

Namun nyatanya sang pelaku entah dimana. Mungkin sedang mandi, pikir Misha.

Dengan perlahan dan menahan rasa sakit, Misha pun mulai bangun untuk membersihkan tubuhnya.

Dengan tertatih-tatih ia mulai keluar kamar, dan betapa terkejutnya saat ia melihat jika ruang tamunya sangat berantakan, di tambah lemari dimana ia biasanya menyimpan uang sudah terbuka lebar dengan barang-barang yang sudah berjatuhan di lantai.

Ia mulai berjalan dengan tergesa-gesa melupakan rasa sakit yang tengah ia alami, sungguh ia sangat mengkhawatirkan uang yang ia simpan di lemari itu.

Ia segera mengacak-acak lemari untuk mencari uangnya.

Namun hasilnya nihil.

Misha mulai menangis, uang itu sangat ia butuhkan sekarang, uang itu akan ia gunakan untuk berjualan kue, tapi sekarang uang itu raib entah kemana.

Badannya menyeluruh lemah,

"Arghhh, bajingannn, siapa yang ambil duit gw" teriaknya frustasi. Ia menerka-nerka siapa yang mencuri uangnya.

Dan seketika pikirannya langsung mengarah ke Zeus.

Pasti dia pelakunya.

Misha langsung mencari kesemua ruangan di rumah, tapi Zeus memang tidak ada di rumah.

"Aaa bajingan, udah syukur dia gw tolongin, tapi ko kaya gini"

"Ga bapak gw, ga dia, semua cowo sama aja, sama-sama bajingan" marahnya.

Dengan tersenggal-senggal ia terus menangis, melupakan tujuan awalnya untuk mandi.

"hiks hiks te-terus hiks gw gi-gimana" racaunya lemah, ia sudah terlalu lama untuk kuat, terkadang ia membutuhkan sandaran.

Ia hanyalah anak yang di buang oleh orang tuanya, dengan susah payah ia bisa membeli rumah ini, dan dengan jerih payahnya ia dapat mengumpulkan ia yang cukup banyak untuk membuka usaha kue, tapi kenapa tuhan masih saja tidak adil kepadanya dengan menghilangkan uang yang telah ia kumpulnya.

Ini bukan perasaan Yuno, tapi ini perasaan Misha yang asli, Yuno bukanlah orang yang lemah

Transmigran Abal-abalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang