Bruk
Misha pun langsung pingsan.
.
Sesaat setelah tersadar dari pingsannya tadi, ia langsung menuju kekamar mandi untuk memuntahkan dosa-dosanya.
Tapi tidak kunjung keluar, Misha pun langsung naik pitam.
"Ga bapak ga anak, sama aja" geram Misha.
"Sama-sama nyusahin"
Ia kemudian mondar-mandir di dalam kamar mandi sembari merenungi hidupnya yang malang ini.
"Arghh, gw harus kabur dari sini, gw ga mau berususan sama mereka lagi. Gw terlalu muak" teriaknya frustasi.
Padahal saat ia kabur dari istana Zeus ia sangat bahagia, pikirnya saat itu ia tidak akan menemui Zeus kembali, namun salah. Ia malah di temukan Zeus dan bertemu dengan 'anak' Zeus.
Tapi jika di lihat dari interior kamar mandi di sini sangat berbeda interior kamar mandi di istana Zeus dulu.
Mungkin ini hanyalah mansion, bukan istana.
Seperti ia di tipu oleh oknum Zayyan Zayyan itu.
Ck, awas saja jika bertemu kembali, pasti penis Zayyan akan ia service dengan liar.
Berbicara dengan tentang service liar, ia rindu dengan penis tongkat baseball Zeus.
Ini keinginan anaknya, bukan dirinya.
Halah, memang Misha ini malu-malu biawak untuk mengakui bahwa dirinya rindu di sodok brutal oleh Zeus.
Apalagi saat lubangnya di mainkan oleh jari-jari panjang Zeus.
Sudah cukup membahas itu, Misha merasakan bahwa lubangnya mulai basah.
Misha bergegas keluar dari kamar mandi untuk kembali tidur dan bermimpi ninuninu dengan Zayyan.
Tapi alangkah baiknya takdir Tuhan, saat ia di suguhkan oleh badan setengah telanjang Zayyan.
Di depan berdiri Zayyan yang agaknya sedang mencari baju dengan badan yang hanya memakai sekain handuk yang melindungi penis 'besar'nya.
Tapi tunggu, setelah ia teliti, mengapa punggung Zayan biasa saja? Tidak kekar seperti Zeus. Padahal ia alpha bukan?.
Dan juga lengan dan tangan Zayyan tidak kekar seperti milik Zeus.
Tidak, ini tidak bisa di biarkan.
Ini termasuk penipuan omega.
Semua ini gara-gara baju yang di pakai Zayyan. Andai Zayyan tidak memakai baju yang besar, ia pasti langsung tau ukuran badan Zayyan.
Huh, mungkin harapannya akan penis besar Zayyan pupus.
Jika di lihat dari ukuran badannya, sepertinya 'kecil'.
Misha mengelus perutnya dengan kasihan. Padahal ia berharap keinginannya untuk di sodok kembali terwujudkan, namun sepertinya hancur.
Karena tidak ingin terlalu larut dalam pengakuan sepihaknya, Misha langsung menuju Zayyan untuk melihat seberapa besar milik Zayyan.
Jika besar, ia dengan suka rela akan menyerahkan tubuhnya yang montok ini. Tapii,,, jika kecil. Mungkin Zayyan yang akan ia sodok.
Tapikan lolipopnya kecil, huh sudahlah, ia jadi sedih kembali.
Srek
"Argh" Zayyan berteriak terkejut saat ia merasakan handuk yang tengah melindungi miliknya tiba-tiba lepas, seperti di tarik paksa.
Ia langsung melihat sang oknum sembari melindungi miliknya menggunakan tangannya yang sedikit besar. Walaupun sudah di lihat oleh sang oknum, mungkin?.
Misha yang sudah melihat milik Zayyan pun mematung kecewa, bagaimana tidak. Milik Zayyan sama seperti miliknya, hanya saja milik Zayyan lebih besar 2 cm dari miliknya.
Mungkin itu di pengaruhi oleh tinggi badan Zayyan.
Padahal ia sudah berharap milik Zayyan sebesar milik Zeus, bahkan lebih.
Kasihanilah dirinya ini, Tuhan.
"Kurang aja sekali kau Misha" marah Zayyan, ia tidak terima dengan tindakan Misha yang kurang ajar seperti itu.
Misha pikir, dirinya ini gigolo apa? Bisa di perlakukan seperti itu.
Ia berjanji akan mengadukan ini kepada ayahandanya. Ini termasuk pelecehan terhadap putra mahkota yang berparas dewa sepertinya.
"Mengapa harus marah-marah? Apa kau marah karena aku sudah melihat milikmu yang kecil itu? Hahaha" Misha seperti orang yang kebal hukum saat berbicara seperti itu.
"Ja-jaga mulutmu, Misha. Milikku besar asal kau tau" sanggah Zayyan, Zayyan berusahan menekan Misha dengan kekuatannya.
Tapi bukannya keluar kekuatan, Zayyan malah mengeluarkan bau yang manis.
Misha yang mencium aroma ini seperti familiar. Ini seperti...
"Kau ome--
Ada apa ini"
.
.
.
Gw kecewa tau sama votenya yang dikit, padahal yang baca banyak.
Tapi gapapa, palingan ya, updatenya lama kalo votenya tetep dikit.
jangan lupa vote ya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigran Abal-abal
AcakPemuda desa yang harus merawat pria asing yang ternyata orang penting.
