Plak
"hukuman apa yang pantas di dapat oleh pelacur kecil ini" marah Zeus setelah menampar dada Misha.
"argh, sakit" keluhnya. Menurutnya lebih baik Zeus menampar bokongnya daripada dadanya, itu lebih baik.
"Mungkin menjadi pelacur pribadiku selama seminggu sangat pantas untukmu bukan?" tanya Zeus dengan nada yang meremehkan.
"Tidak, aku tidak mau" tolak Misha sembari memberontak, dan ia baru menyadari bahwa ia dan Zeus sudah duduk di salah satu kursi, dengan posisinya yang masih di pangku dengan menghadap Zeus.
"Diriku? Haha" remehnya dengan kekehannya yang berat.
"Yang pasti, derajat diriku lebih tinggi darimu" hina Zeus kembali. Sungguh jika bisa memutar waktu, mungkin ia tidak akan menolong Zeus waktu di hutan saat itu.
"Oh, maaf Tuan, orang rendahan sepertiku tidak pantas duduk di pangkuan orang suci seperti diriku bukan?" tanya Misha dengan sedikit menghina, memang hanya Zeus yang bisa?. Apa salahnya jika drajatnya lebih rendah daripada Zeus, toh di mata Tuhan semuanya sama rata.
Di detik berikutnya, Misha bersumpah akan membuat Zeus cinta setengah mati kepadanya.
"Kamu bukan pelayan rendahan lagi, Mimi. Sekarang kau adalah pelacur pribadiku" tegasnya.
Sungguh, Misha tidak kuat lagi menerima hinaan dari mulut pedas Zeus.
Dengan kasar ia mencoba bangkit dari pangkuan orang sombong ini, tapi tetap saja ia tidak bisa lepas dari Cengkeraman Zeus.
"Diam, Mimi. Jika kau tak ingin lubang murahanmu itu saya buat hancur"
Misha yang mendengarnya langsung naik pitam, enak sekali si Zeus ini. Ia pikir dirinya pembuangan sperma apa?, bahkan mereka baru saja bercinta tadi. Pun lubangnya masih sakit.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan dari diriku, Zeus" lirih Misha, ia sudah cukup lelah berurusan dengan Zeus.
Ia benci Zeus yang sekarang, ia lebih suka dengan Zeus dengan pikiran anak-anaknya yang dulu.
"Kau tidak perlu tau, Mimi" jawab Zeus datar.
Misha yang mendengarnya pun sedikit kesal, mungkin hari-hari selanjutnya ia akan selalu berurusan dengan Zeus yang kejam ini.
Tanpa ia komando, air matanya tiba-tiba menetes deras.
Inilah yang ia benci, selalu menangis ketika tidak bisa terlalu marah, ia benci terlihat lemah, walaupun pada dasarnya ia omega.
Tangan kasar Zeus pun terangkat untuk mengelap air mata yang turun di pipi Misha.
"hiks pulangkan aku hiks Zeus" pinta Misha dengan pilu.
Zeus seolah tak mendengarkan, malah ia menarik Misha ke dalam pelukannya.
Misha jelas memberontak, ia masih tidak terima jika ia harus berurusan dengan Zeus.
"Aku bilang diam, Mimi" teriak Zeus dengan suaranya yang berat, Misha yang mendengarnya seketika terdiam kaku. Mungkin Zeus sudah terpancing emosi dengan tingkah Misha yang tak penurut.
"Tidak, aku tidak akan pernah menuruti perintahmu, bajingan" teriak Misha balik.
Plak
Kali ini bukan dada semoqnya yang di tampar, bukan pula bokong bohaynya, namun pipinya. Zeus menamparnya dengan kekuatan plankton hingga membuat bibir sexynya berdarah.
Seketika pula ia langsung menangis dan memukul-mukul dada bidang Zeus dengan brutal.
"Aku benci denganmu Zeus, aku benci. Apa salahku, bunuh saja aku" teriaknya frustasi.
"Bunuh saj--
Emm engg"
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigran Abal-abal
RandomPemuda desa yang harus merawat pria asing yang ternyata orang penting.
