telung puluh telu

866 42 3
                                        

Akhirnya pun Misha memutuskan untuk bersembunyi di salah satu warung makan yang kebetulan sepi, sekalian ngisi perut juga sii. Salahin anak Zeus yang gragas banget diperutnya.

"Bu, nasi campurnya 1 ya" pesan Misha kepada Budhe yang tadinya live TokTik dengan menyanyi dangdut lengkap dengan mix mininya.

"Oh iya nak, tunggu sebentar ya" mendengar itu, Misha langsung mencari duduk, dan kebetulan orang diseberang meja merupakan seorang lelaki gagah dan besar, entah itu alpha atau beta.

"Buset, ternyata di plosok kaya gini ada barang bagusnya juga ya, bisa nih kalo gue perkaos dia" pikir Misha licik, matanya tidak berhenti menatap pria itu, sampai akhirnya matanya tertuju pada bagian selatan tubuh sang pria.

"Kok ga ngembung, masa itunya kecil si. Percuma ganteng kalo kecil, ga level" cibirnya, dengan melihat itu saja ia sudah yakin, pasti punya pria itu sekecil pensil dan digoyang 5 menit saja sudah lemas.

"Disini ada gigolo gasi, bosen banget nih lubang gada yang nyodok" gumamnya lesu.

Lubang semutnya ini kesepian, tidak ada yang menyodoknya. Padahal ia sudah menyiapkan servis terbaiknya jikalau ada yang menyodoknya.

Mata rubahnya langsung melihat sekitar sampai berhenti ke pemandangan yang berada di balik kaca jendela warung. Mata cantiknya entah sejak kapan sudah bersitatap dengan mata Ha'a lah ◔ ‿ ʘ☝🏻 Zeus.

"Perasaan tadi belum ada Zeus deh, cepet banget masa dia naik buroq si?" batin Misha.

Rombongan Zeus begitu disambut antusias oleh warga sampai orang-orang yang berada di warung ini lari berdesakan demi melihat kaisar mereka.

Tentunya itu menjadi kesempatan Misha untuk kabur karena Zeus sudah tidak melihatnya lagi.

Tapi sekarang otak kancilnya ini bingung, ia kabur lewat mana, sedangkan warung makan ini saja seperti kandang hamster, sangat kecil.

Entah matanya yang salah atau memang terjadi keajaiban seperti sulap Aladin, ia melihat sebuah cahaya yang lama kelamaan menjadi suatu portal.

Karena tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, tentu saja ia langsung masuk kedalam portal tersebut.

Dan Wushh.

Ia seperti melewati sebuah ruang warna warni selayaknya warna nebula di angkasa, hingga tarikan itu berhenti kesalah satu lubang dan....

Brak

Ia terjatuh dan ia sadar jika ia telah pingsan tidak kuat dengan tekanan ruangan yang telah ia lewati tadi.

.

Entah berapa lama ia pingsan setelah melewati lubang buaya tadi, tapi yang pasti kini ia perlahan mulai sadar karena merasa suatu beban yang berada di perutnya dan juga putingnya yang merasa disedot.

Tunggu, sekarang ia tidak mungkin ninuninu kan?.

Karena penasaran dengan orang yang mungkin sedang ninuninu dengannya, ia langsung membuka mata melihat seberapa besar tongkat pria itu.

Bukannya mendapatkan pemandangan tongkat baseball yang besar, ia malah melihat seorang bayi yang sangat mirip dengan seseorang dan tak lupa orang yang ia hindari selama ini.

Entah bagaimana ceritanya Zeus berada disampingnya tubuhnya, ditambah tubuhnya yang berada di pelukan gorilla hutan ini.

Dan juga bayi dari mana ini yang sedang mengemut putingnya.

Ini bukan bayi bajang kan? amit-amit jika ia harus menyusui bayi bajang. Tapi wajah bayi itu sangat mirip dengan Zeus, apa ini anak Zeus dari wanita lain?.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 03, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Transmigran Abal-abalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang