Keasikan dengan dunia gelapnya, Misha tidak menyadari ada yang mendekatinya. Hingga,,,
"Mengapa kau ada disini?"
Misha menoleh kebelakang yang kemudian di suguhkan oleh pemuda tadi.
Misha bak memenangkan lotre saat melihat dada bidang pemuda itu. Dengan slay kambing ia merubah sikapnya agar ia terlihat seperti boti yang malang dan lemah lembut.
"A-aku tersesat, tolonglah aku" Misha tertawa dalam hati saat mendengar ucapannya sendiri yang terkesan menjijikkan.
"Benarkah, memangnya darimana kamu berasal?" tanya pemuda itu, ia jarang melihat orang tersesat, apalagi yang tersesat ada seorang omega mungkin? Jika di lihat dari fisiknya.
"Aku berasal dari kerajaan seberang, dan ya, namaku adalah Misha. Namamu?" Misha mengeluarkan tangannya siap untuk merasakan tangan kekar pemuda tersebut.
Pemuda yang melihat tingkah Misha sedikit mengeryit aneh, kenapa omega di depannya ini sedikit agresif?
Karena tak ingin di anggap sombong, ia tetap membalas uluran tangan Misha.
"Namaku Zeron, jika kau memang tersesat, kau bisa sementara waktu tinggal di rumahku" Misha yang mendengar tawaran dari Zeron pun sangat bahagia.
Tidak sia-sia ia pergi dari istana keramat si Zeus itu. Dan kini ia akan tinggal di rumah Zeron.
Tentu kesempatan itu tidak akan ia sia-siakan, ia akan menjadi Misha versi yang terbaik hingga Zeron mencintainya, kemudian mereka menikah, ninuninu, dan hidup bahagia dengan anak-anak merek kelak.
Tapi khayalannya buyar ketika ingat dirinya tengah mengandung anaknya dan Zeus. Belum tentu Zeron mau menerima keadaan.
Tapi tak apa, jika ia tidak bisa menikah dengan Zeron, ia akan mencoba merayu Zeron supaya mau ninuninu dengannya.
Walaupun ia sedikit trauma dengan hal itu, karena ia dulu terlalu terburu ninuninu dengan Zeus hingga berakhir suram.
Ck, tapi tak apa, firasatnya akan Zeron adalah orang baik. Firasat calon seorang ibu yang semok tidak akan pernah meleset bukan?.
"Benarkah? Kau tidak keberatan?" tanya Misha dengan nada yang masih lembut, malah terkesan melas.
"Tentu"
Setelah mengucapkan itu Zeron beranjak untuk berganti pakaian yang layak, tidak mungkinkan ia keluar dari hutan dengan kain yang hanya menutupi bagian bawahnya. Apalagi ia bersama dengan omega.
Setelah berganti pakaian dengan bersembunyi di belakang pohon besar, Zeron pun mengajak Misha untuk keluar dari hutan dan menuju rumahnya.
Tentu saja dengan Misha yang sedikit mencuri-curi kesempatan dengan mengandeng lengan kekar Zeron, dengan alasan ia takut tertinggal karena langkah besar Zeron.
Ternyata rumah Zeron dekat dengan hutan dan juga malah bersebelahan dengan sungai.
"Maaf jika rumahnya kecil, Misha" ucap Zeron merendah, tapi tidak salah memang, karena rumahnya memang kecil, tapi jika untuk di tempati 1 orang terlalu besar.
Tapi tenang Zeron, ada Misha yang siap menepati dan menghangatkan rumah Zeron.
Bahkan ia sangat siap jika harus selamanya tinggal di rumah Zeron. Tapi tidak tau lagi jika dengan Zeron.
"Jangan berbicara seperti itu, Zeron. Ini sudah lebih dari cukup, dan aku sangat berterima kasih atas kemurahan hatimu" terima kasih Misha.
"Ah, aku tidak sebaik pikiranmu, Misha" ujar Zeron bercanda.
Mereka pun masuk ke dalam rumah untuk beristirahat, dan kebetulan rumah Zeus memiliki 2 kamar, namun sayang kamar satunya tidak pernah di bersihkan, sehingga harus di bersihkan dulu sebelum di tempati.
.
.
.
Hi guys, gw update lagi, maaf klo g ngfeel. Jngan lupa vote dan komen.
Untuk yg ngasih saran, makasih ya, tapi alurnya ttep gw yg tentuin, tpi g tau lgi kedepannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigran Abal-abal
RandomPemuda desa yang harus merawat pria asing yang ternyata orang penting.
