19

8K 567 8
                                        

Ia juga tidak terlalu peduli, Zayyan mendengarnya apa tidak, intinya dia tidak ingin menghirup oksigen yang sama dengan Zeus.

"Kau ingin kemana, Mimi"

.

"Sial banget gw. Kenapa sih gw dulu nolongin si iblis itu"

"Mending gw biarin aja di situ. Biar mati sekalian"

"Tapi kalo gw ga nolongin Zeus, gw ga jadi ninuninu dong ama dia? Ck, napsuan ama sih gw"

Misha terus mendumel sepanjang jalan yang ia lewati. Dan ia tidak tau ia pergi kemana.

Yang ada di pikiran hanya pergi dari si iblis mesum Zeus itu.

"Apa gw cari mangsa lain ya buat ninuninu ama gw" Misha berhenti sejenak saat memperoleh ide tersebut.

Wajahnya seketika berbinar.

"Bagus juga ide gw. Siapa tau nanti penisnya lebih besar dari Zeus"

Pikiran Misha seketika melayang membayangkan hal bercocok tanam dengan penis yang lebih besar dari milik Zeus.

"Tapi kalo lebih besar dari Zeus, bisa rusak nih lubang gw. Nanti ga bisa muasin mangsa gw yang lain dong"

"Terus nanti nih anak Zeus keluar dari mana ya" pikir Misha random.

Jika anaknya keluar dari lubang semutnya apakah bisa? Sedangkan jalur bayi dan jalur tai-nya beda.

Tapi kalo di operasi, sayang perutnya yang beautiful itu.

"Dahlah, ngapain mikir gitu. Masih lama juga" hiburnya santai.

Ia lanjut berjalan ke dalam jalan yang benar, yang ternyata jalan ini menuju ke hutan rimbun, bukan jembut ya. Kalo langsung mikir jembut, ayo tos dulu dengan otak Misha.

Semakin ia berjalan masuk semakin ia di suguhkan pemandangan yang indah.

Apalagi di depannya ada sebuah danau yang indah. Di tambah dengan pemandangan malaikat yang turun dari pohon toge yang sedng mandi.

Tunggu sebentar, otak Misha sedang memproses apa yang sedang ia lihat.

Ia melihat malaikat mandi? Malaikat? Mandi?

Misha langsung berjingkrak senang.

Tidak sia-sia dia keluar dari istana Zeus dan menuju hutan ini.

Karena ia langsung di suguhkan oleh seorang pemuda berparas tampan yang sedang mandi, walaupun lebih tampan Zeus.

Misha pun berjalan perlahan agar tidak di ketahui sang malaikat abal-abal.

Misha bersembunyi di salah satu pohon besar yang disana.

"Kalo dia mandikan otomatis telanjang, nah kalo telanjang berarti gw dapet ada kesempatan lihat penisnya dong" pikir Misha bahagia.

Entahlah, pikiran Misha ini di penuhi oleh penis, penis, dan penis.

"Semoga ini ga kaya Zayyan, kecil" harap Misha, ia sedikit trauma dengan kejadian penis Zayyan tadi.

Tapi jika di lihat dari badan malaikat abal-abal ini agaknya besar, karena tubuh malaikat cosplay ini sedikit besar.

Misha semakin tidak sabar melihat penis pria itu ketika sang malaikat selesai mandi.

Karena Misha hanya bisa melihat tubuh bagian atas sang malaikat, sedangkan tubuh bagian bawahnya berada di bawah air. Apalagi posisi malaikat itu membelakanginya, ia sedikit kesusahan melihat bagian depannya.

Misha pun melihat sekitar, siapa tau ada malaikat abal-abal lagi. Tapi tuhan hanya memberinya malaikat abal-abal satu saja.

Tapi tak apa, ia tetap bersyukur.

Pengintaiannya akhirnya selesai, karena pria itu sudah selesai mandi dan akan berbalik badan.

Misha melototkan matanya, siap menerima asupan penis besar.

Tapi lagi-lagi ia harus kecewa.

Bukan karena penis itu kecil seperti milik Zeus, namun karena penisnya kurang besar. Tapi dapat di bilang besar untuk ukuran pemain film porno.

Tapi masih lebih besar milik Zeus. Penis Zeus? Jaya jaya jaya.

"Tapi kalo gw ninuninu ama dia, gw tetep kelonjotan juga sih" tolong pegangi Misha, Misha serasa ingin terbang ke pohon kangkung.

"Tapi kasian anak gw, nanti kena gempa gara-gara service dan geol-an mau gw" ujarmya sembari melihat perutnya yang masih datar. Sebuah keuntungan karena tidak ada yang mengiranya hamil karena perutnya yang masih rata.

Keasikan dengan dunia gelapnya, Misha tidak menyadari ada yang mendekatinya. Hingga,,,

"Mengapa kau ada disini?"

.
.
.

Makasih ya buat kalian yang udah menuhin target yang udah gw buat.

Target part ini adalah 60 vote ya.

Gw yakin kalian pasti bisa.

Buat yang belum vote part-part berikutnya buruan vote ya.

Makasih all, bye bye

Transmigran Abal-abalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang