Assalamualaikum.. hallo semuanya.. gimana nih kabarnya?? Mudha"an sehat"yahhh,, gimananih sama cerita ku?? Seru gak?? penasaran nggak?? (Ngarep banget yah min.. hehee) sok ahh lanjut lagi,tapi sebelum nya vote dan comment nya jangan lupa yahh..
$$$$$$$//////////$$$$$$$$$$
"Ayo-ayo mari duduklah dulu biar mba siapkan makanan nyam karena tamu nya spesial,mba bakalan masak spesial buat kalian. Tunggu sebentar yahh dengan terpogoh-pogoh mba masuk kembali ke dapur. Meninggalkan Devi dan Afan yang terkekeh melihat tingkah mba.
"Ayo duduklah,apa Ndak pegel berdiri" Afan menarik kursi untuk diduduki Devi. Devi pun duduk. Di ikuti Afan yang duduk di kursi berhadapan dengan nya.
"Di sini sangat nyaman,rapih,dan bersih" ujar Devi. Pandangan nya terus menyapu semua sudut rumah makan sederhana tsb.
"Memang oleh karena itu aku selalu kesini, di tambah lagi masakan mba yang sangat nikmat,aku jamin kamu akan ketagihan jika sudah memakannya"ucap Afan.
"Kalian terlihat begitu dekat,bahkan mba terkejut melihat mu ucap Devi
"Kami memang dekat,rumah makan ini adalah rumah makan favorit mamih ku. Ujar Afan.
"Wah benarkah??" Tanya Devi
"He''em... Mamih sama papih setiap akhir bulan selalu berkunjung kesini,mereka bilang karena mereka menyukai suasana rumah makan ini,bahkan asal kamu tahu,mamih sama papih aku,dulunya jadian pas pacaran nya disini,terus dilamar nya juga disini" cerita Afan.
Devi hanya menyimak.
"Aku pikir seorang terpandang seperti kalian tidak akan mau makan di tempat seperti ini"ucap Devi.
"Hahaha..tidak dengan mamih dan papih ku,mereka tidak mengharuskan kami harus makan di tempat yang mewah saja,tapi di segala tempat,jika nyaman,bersih,dan aman kenapa tidak?" Balas Afan.
Devi tersenyum penuh kekaguman.
Setelah beberapa menit kemudian. Mba muncul membawa beberapa macam makanan,di bantu dengan beberapa karyawan nya.
Mereka menyajikan makanan itu di meja,setelah di rasa cukup rapih mereka pun pamit meninggalkan Afan dan Devi.
"Silahkan makanlah,suatu kebanggaan makanan ku bisa di cicipi oleh artis terkenal sepertimu. Ya tuhan!! Kau tidak hanya cantik,tapi ternyata kau begitu sopan dan ramah,pantas saja kau diberi julukan sang matahari,yang tinggi tak tergapai"cerocos mba begitu gembira sorot kebahagiaan di matanya terlihat begitu jelas.
"Terima kasih mba,suatu kehormatan juga aku bisa mencicipi masakan mu,ku dengar masakan mu begitu lezat dan nikmat,sehingga mamih dan papih nya Afan menjadikan rumah makan mu,rumah makan favorit mereka puji Devi dengan senyum manis nya.
"Sudahlah mba jangan mengganggu nya terus. Kasihan dia ini sedang lapar,jadi aku mengajak nya kesini untuk makan bukan untuk mengobrol dengan mu" gerutu Afan merasa terabaikan oleh mba dan Devi.
"Baiklah2... Kita lanjut kan ngobrol nya nanti saja. Sekarang kau makanlah.." ucap mba pada Devi.
"Dan buat mu Afan kau juga makanlah,temani dia..aku akan kembali ke dapur dulu,masih ada sesuatu yang harus ku bereskan"lanjut mba pada Afan.
"Terimakasih mba," kata Afan dan Devi bersamaan sebelum mba berlalu meninggalkan mereka.
Kemudian mereka pun menyantap makanan yang telah terhidang di hadapan mereka.
"Kamu belum menjawab pertanyaan ku??" Ujar Devi. Afan menatap Devi. Yang mana?" Tanya nya, Devi mencebik "dasar pelupa"tukasnya.
Afan mengernyit,kemudian mengingat-ingat apa yang belum dia jawab. Detik berikutnya Afan mengangguk mengerti.
"Ooh yang tadi,aku kembali dari Singapore sore tadi, aku menghubungi mu tadi, tapi nomor mu tidak aktif huhu" jelas Afan.
"Maaf tadi aku banyak kerjaan sehingga lupa menyalakan ponsel"ujar Devi.
Afan tersenyum.."kau sangat manis,dan oleh karena itu aku tidak sanggup berjauhan dengan mu walau pun sebentar." Ujar Afan menatap Devi dengan lekat.
Devi menghentikan acara makan nya,kemudian mendongak menatap Afan. Tatapan Afan padanya sukses membuat Devi menahan nafas.
"Perkataan mu begitu manis,tuan Afan yang terhormat,tapi maaf aku tidak suka dengan bualanmu itu" cibir Devi.
"Kenapa?? Aku tidak sedang membual,aku hanya berkata jujur,kamu tidak percaya" Tanya Afan.
Devi menggeleng sambil tersenyum.
"Rata-rata putra CEO terkenal sepertimu sangat gampang berkata-kata manis kepada para gadis,ckk sudah kentara" cibir Devi lagi.
Afan mendengus
"Apa kau menyamakan aku dengan mereka-mereka itu astaga!! Isah kau sangat menyebalkan..tapi sayangnya aku cinta'' ujar Afan gemas.
Sedangkan Devi membulat kan matanya,kata terakhir Afan sukses membuat jantung Devi bekerja ekstra,karena detakan nya tak biasa,perasaan hangat menyenangkan tiba-tiba merayapi hatinya.
Cinta?? Apa Afan bersungguh-sungguh dengan perkataan nya??.
Memikirkan itu membuat rona merah alami menyebar di pipi nya.
"Halahh.. gombal sala terus"tukas Devi menutupi tersipuhnya.
"Masih belum mengerti atau ka memang pura-pura tidak mengerti maksud ku??" Tanya Afan dengan muka serius.
Devi menegang di tempat nya,dia tiba-tiba panik dan merasa lemas karena kegugupan yang tiba-tiba menyergap nya.
Afan tertawa geli melihat wajah salting Devi yang begitu menggemaskan.
"Tenang saja aku tidak akan memaksamu untuk menjawabnya sekarang,aku akan menunggu sampai kau siap dengan jawaban mu.. jadi tenang saja'' ujar Afan tenang.
Devi menghela nafas lega setidaknya ia di beri waktu.
Malam itu di lalui mereka dengan menyenangkan.
Segini dulu ya guysss!!!
Jangan lupa follow IG aku @Defanlove02
Jangan lupa Vote, comment and share sebanyak-banyaknya
Next komen!!
~~~~~happy reading~~~~~~
KAMU SEDANG MEMBACA
perfect love Defan
RomanceBerawal dari sebuah pertemuan yang tidak sengaja. Tanpa afan dan Devi sadari. ini adalah awal kisah mereka. Senyum nya mampu membuat jantung ini tak terkendali, Berdetak tak karuan dan susah untuk kembali di normal kan. ~Serly Artika Sridevi Bolehka...
