Lanjut gak nihh???
Seperti biasa jangan lupa untuk vote dan comment nya!!!
Back to telepon....
"Hallo Tante..." Terdengar suara Afan.
Mom lesi menahan nafas nya sejenak meredam amarah nya terhadap Afan.
"Hallo Tante..Tante ini Afan..Tante masih ada di situ kan??" Suara Afan kembali terdengar.
"Iya hallo... Masih berani kamu menemui keluarga kami heh..dengan apa yang sudah kamu lakukan sama Devi??"
"Maaf Tante....Afan bener-bener minta maaf,ini semu di luar pengetahuan Afan Tante.
Afan nggak ada niat buat melukai hati Devi,Afan sangat mencintai Devi Tante...mana mungkin Afan berani mengecewakan dia.."
"Kalau bener kamu mencintai putri Tante,kenapa kamu menerima perjodohan itu?? Kamu mau mempermainkan perasaan anak saya begitu!!"
"Demi tuhan Tante..Afan tidak pernah menerima perjodohan itu..dan lagi jika memang rencana perjodohan itu terjadi, Afan bersumpah.. Afan lebih baik memilih di coret dari keluarga Afan.. dibandingkan harus menjalani hidup dengan wanita lain.
Afan sangat mencintai Devi,tolong Tante Devi ada di situ kan sama Tante?? Afan mau bicara sama Devi,Afan harus jelasin semuanya sama Devi...tolong Tante.
"Devi memang bersama Tante,tapi untuk sekarang biarkan dia tenang dulu..dia masih labil..emosinya dalam mode naik turun.."
"Tante..Afan cuma mau dengar suara Devi aja Tante...Afan mohon..Afan gak bisa tenang kalo belum mendengar suara Devi.
Ayolah Tante...bantu Afan.." Afan memelas.
Mom lesi yang mendengar suara memelas Afan pun merasa iba.
"Sebentar..
"Ade...ini ada telepon buat kamu" pekik mom lesi pada Devi.
"Dari siapa mom??.." tanya Devi malas.
"Emmmhhh..anu..itu eeeuh dari Caca..iya dari Caca..." Mom lesi berbohong. "Maafkan mommy sayang" lanjut dalam hati....
Dengan gontai Devi menghampiri mommy nya.
"Nih....yaudah ngobrol dulu...mommy mau nerusin beres-beres baju kita ok.." mom lesi berlalu meninggalkan Devi. Setelah menyerahkan ponsel nya.
"Hallo...cara.. tumben banget lo nelpon gue.."
"Saat mendengar sahabatmu yang menelpon kamu langsung menjawabnya..tapi kenapa saat aku nelpon kamu gak jawab satu pun panggilan dari aku..kamu tahu gak sihh aku disini khawatir.."
Tubuh Devi menegang begitu suara Afan yang terdengar tegas namu syarat akn kekhawatiran menyapa Indra pendengaran nya.
Devi merindukan laki-laki ini..
Tapi Devi juga kecewa pada laki-laki ini..
Devi marah pada laki-laki ini...
Emosi dan rasa kesalnya langsung naik,begitu mengingat tentang berita perjodohan itu.
"Ngapain kamu ngehubungin aku??" Tanya nya dengan datar.
"Karena aku khawatir sama kamu..kamu dimana?. Aku nyariin kamu tapi gak ketemu.."
Devi tersenyum miris mendengar ucapan Afan.
"Jangan mengurusku..urus saja semua urusanmu,semua kesibukan mu,untuk mempersiapkan acara pertunangan resmi Tiu.."
"Heyy apa maksud kamu??! Semua urusan ku?! Kamu urusan ku yang lebih penting dari apapun...kenapa kamu bicara seperti itu??" Afan terkesiap dengan ucapan Devi.
''jangan pura-pura tidak tahu..aku sudah tahu semuanya.." sentak Devi.
"Sudah jelas kau belum tahu semuanya..jangan langsung mengambil tindakan saat kamu sedang emosi...aku akan menjelaskan semuanya..supaya kau mengerti.." kata Afan
KAMU SEDANG MEMBACA
perfect love Defan
RomantizmBerawal dari sebuah pertemuan yang tidak sengaja. Tanpa afan dan Devi sadari. ini adalah awal kisah mereka. Senyum nya mampu membuat jantung ini tak terkendali, Berdetak tak karuan dan susah untuk kembali di normal kan. ~Serly Artika Sridevi Bolehka...
