defanlove 11

3.4K 273 7
                                        

~~~skip~~~

Sementara itu Devi tengah berbincang dengan Afan di telepon.

"Aku pikir kamu sedang sibuk,sampai tak menghubungi ku"
"Heyy...ketahuilah nona Devi yang cantik,aku sudah menghubungi mu ratusan kali tapi tak ada satupun yang kau jawab. Malah nomormu tak aktif. Menyebalkan" tukas Afan seketika. Devi terkekeh sebentar menyadari hal itu.
"Maaf,tadi aku ada meeting dengan para petinggi 3D entertainment, setelah nya aku berbincang dengan team ku dan lupa mengaktifkan ponsel. Baru ingat sekarang. Maaf" ucap Devi.
"Tidak papah,aku mengerti kau kan sangat sibuk" sahut Afan.
"Apa kau tidak sibuk,kenapa bisa menghubungi ku? Apa kunjungan nya sudah selesai?" Tanya Devi.

Yahh malam tadi Afan mengabari Devi,kalau ia akan melakukan kunjungan ke Singapore.

"Sudah selesai, sekarang kau sedang apa?"
"Aku masih berada di kantor bersama team ku"
"Apa sudah makan?"
"Makan?? Emmm belum"
"Kenapa? Menunggu manager mu yah?"
"Iya, kak Ica masih ada urusan sebentar katanya"
"Ohh begitu"
"Iya,apa kau juga sudah makan?"
"Belum"
"Kenapa?" Aku menunggumu,kalau kau sudah makan baru aku juga akan makan" jelas Afan.
"Heyy jangan bercanda,itu akan membuat mu sakit''
"Apa manager mu masih lama?"
"Hemm, kurasa,memangnya kenapa?
"Apa di kantor mu ada tempat parkir privat?" Hah!! Tentu saja ada biasanya securty berjaga selama 24 jam"apa aku akan aman,jika aku kesana?' "Apa!! Hey jangan gila, bukankah kau sedang berada di Singapore?" Pekik Devi.
"Malam ini aku ingin makan bersama dengan mu,aku akan menjemputmu, bersiaplah"ujar Afan.
"Jangan bercanda Afan ini tidak lucu"ujar Devi kesal.
"Aku serius,aku ingin bertemu dan makan bersama mu malam ini,tunggulah aku akan bersiap kau bicaralah pada atasanmu" Heyy!!..Tut..tut..tutt

Devi menggeram kesal,Belum selesai Devi bicara. Afan sudah terlebih dahulu memutuskan telepon nya.

Dengan kesal akhirnya Devi menyampaikan keinginan Afan pada managernya ,yang tentu Ica langsung kaget,dan segera mempersiapkan pengamanan nya.

Mereka harus hati-hati kalau-kalau ada paparazi yang mengintai mereka.

30 menit kemudian,mobil mewah Afan memasuki area parkir private tsb. Dengan di kawal beberapa bodyguard Devi pun akhirnya masuk ke dalam mobil Afan,tak lupa Afan pun mengucapkan terima kasih nya karena telah membantu nya dan meminta maaf karena telah membuat manager dan team Devi kerepotan.

Tak lama kemudian,mobil Afan bergerak menjauh dari pekarangan kantor 3D entertainment.

Diperjalanan,Devi terus mengomeli Afan karena telah membuat team nya di buat kerepotan malam-malam.

Sedangkan yang di omeli hanya tersenyum,kadang terkekeh dan itu sukses membuat Devi jengkel.

"Udah marah-marah nya?" Ledek Afan.

Devi mendengus.

"Kamu tuh yah makin kesini makin nyebelin tau nggak??" Tukas Devi kesal.
Kurang tau,harusnya kamu tuh makin kesini makin nyebelin dan ngangenin" harusnya gitu ,itu baru lengkap" ujar Afan sembari tersenyum manis.

Devi kembali mendengus walaupun bibir nya mengukir senyum yang di tahan.
"Apa sih gaje"tukasnya memalingkan wajah nya ke jendela mobil, menyembunyikan rona merah di pipi nya.

"Emangnya kamu gak kangen sama aku??'' Tanya Afan cemberut.

Astaga!! Tidak bisa dipercaya,menggelikan sekali..ckckcck

Devi kembali memandang Afan. Sembari menaikkan alisnya.

"Emang harus yah??" Tanya Devi sembari tersenyum kalem.

Afan menatap Devi sekilas, mendengus kemudian kembali fokus pada jalan.

"Malah nanya!!" Gerutu Afan
Devi hanya menatap bingung pada Afan.

Setelah hening beberapa saat.

"Kamu kapan pulang? Bukankah malam tadi kamu bilang sama aku,kalo kamu ada kunjungan ke Singapore? Kok Sekarang udah balik lagi?" Tanya Devi memecah keheningan.

Afan menoleh pada Devi sejenak.

"Nanti tak aku jawab nya sekarang kita udah sampai" ujar Afan menghentikan mobilnya didepan sebuah restoran,namun lebih mirip rumah tua.

Afan keluar terlebih dahulu dari mobil,kemudian mambukakan pintu untuk Devi
Devi turun dari mobil sembari tersenyum manis,melihat perlakuan Afan yang begitu manis.

Kemudian Afan membawa Devi masuk ke dalam restoran tsb. Pertama kali yang dirasakan mereka adalah nyaman.

Meja-meja tertata dengan rapi, dekorasi restoran tersebut juga terkesan tradisional dengan beberapa hiasan-hiasan jaman dulu, suasananya begitu damai.

"Ku rasa mba sedang berada di dapur,sebentar.. Afan melangkahkan kakinya,kemudian memencet sebuah bell yang dimaksudkan untuk mengetahui keberadaan pelanggan.

Tett.... tetttt.. (anggap saja bunyi bell yahh hehee)

Benar saja,tak berapa lama kemudian, seorang wanita paruh baya tergesa keluar dari dapur dan dengan cepat menghampiri tamu nya.

Sedangkan Afan hanya tersenyum melihat reaksi wanita tsb. Afan mendekat pada wanita yang di sebutnya mba ini,memeluknya. Bisa Afan rasakan tubuh mba menegang dan bergetar.

"Aden!!,, Benarkah ini den Afan.. subhanallah ya Allah,mimpi kah aku,den Afan berkunjung kembali kesini,pekiknya dengan haru.

Afan tersenyum. Menatap wajah wanita tsb. "Aku kesini karena merindukan masakan mba yang sangat lezat itu" ujar Afan senyum tak pernah lepas dari bibirnya.

"Kenapa kau begitu sombong!!sudah lama kau tak berkunjung kesini!!apa kau sudah melupakan mba mu ini heh"tukasnya menepuk pelan pipi Afan.

Afan terkekeh. Aku sangat sibuk mba, sebenarnya ingin setiap hari aku berkunjung kesini. Mencicipi masakan mba,tapi mba tahu sendiri kan.

"Yah.. yah.. yahhh aku tahu,aku tahu sekarang kau sudah menjadi putra CEO pengusaha sukses dan terkenal dengan ketampanan nya" sambar mba sembari mengelus rahang Afan.

Sedangkan Devi tersenyum kalem,begitu melihat pemandangan tsb.sangat kentara kalau mba menyayangi Afan.

"Aku kesini tidak sendiri mba aku membawa tamu spesial,,ujar Afan.

Mba mengernyit bingung
Devi dengan sendirinya menghampiri mereka

Mba langsung terbelalak kaget,mulutnya menganga,nafasnya tercekat,sangat jelas jika mba sangat terkejut dan tak percaya.

Tubuhnya mendadak kaku begitu Devi telah berada di hadapan nya,ia bahkan seperti lupa bernafas,ini bagai mimpi baginya.

"Hallo mba sapa Devi begitu ia menyadari ketegangan mba,dia tersenyum manis kemudian meraih tangan mba dan menyalami nya.

Bisa dirasakan oleh Devi tubuh wanita paruh baya itu gemetar dan terasa menegang

Devi terkekeh. Mba..." Panggilnya lagi,begitu tadi sapaan nya tak di mendapat respon.

Mba mengerjap,ia tersadar ini bukan mimpi!! Ini kenyataan!!

"Kau..Bukankah kau..ma.. matahari itu.. penyanyi bersuara merdu??..apakah... Apakah aku bermimpi" pekiknya,bahkan air mata sudah mengalir di pipinya.

Devi tersenyum. "Tidak mba,ini nyata,aku memang disini" ujar Devi lembut.

Mba menangis haru,idola nya ada di rumah makannya,Astaga!! Sungguh anugerah yang luar biasa...

Segini dulu yahhh..nanti di lanjut lagi...
Masih mikirin alurnya bakalan gimana??... Ikutin terus yahh ceritanya... Semoga selalu terhibur..

*Jangan lupa Vote and comment yahh readers semuanya...
*Jangan lupa follow Ig aku @defanlove02
*Kritik dan saran sangat diharapkan,,

Terimakasih seeyou all... Salam damai defanfanlovers, SFL, sahabatafan... Wassalamu'alaikum🙏🏻

perfect love DefanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang