Maaf yah baru bisa up sekarang & makasih buat do'a semuanya Alhamdulillah author udh agak enakan badannya jadi bisa lanjutin ceritanya!!🙏🏻❣️
~~~~~~~happy reading~~~~~~~~
Warning 17+++
Jangan pada baper,ini cuma halu author doang🤣
$$$$$$$$$$ //////////////// $$$$$$$$$$$$$$
Walau begitu , Afan mencoba mengerti,biar bagaimanapun Devi punya hak untuk menghabiskan waktu dengan teman-temannya.
Devi memang kekasihnya,tapi bukan berarti Devi harus selalu bersama nya kan??
Afan berbalik kemudian menatap lembut wajah Devi.
"Udah gak papah sayang,aku ngerti kok kamu butuh waktu untuk bersama team kamu" ujar Afan lembut.
"Tapi Bee..."
"Gak papah sayang,kamu tenang aja aku gak papah kok,mending sekarang kamu siap-siap sebelum team kamu pada Dateng..." Potong Afan.
Devi hanya menunduk tak berani melihat wajah Afan.
"Sayang.. tatap aku dong"tukas Afan menjepit lembut dagu Devi dengan ibu jari dan telunjuk nya,sehingga kini Devi mendongak menatap nya.
Afan terkejut begitu melihat mata Devi yang berkaca-kaca,Afan yakin sebentar lagi air bening itu akan lirih dan benar saja tak lama kemudian Devi tak mampu membendung tangis nya.
Dengan segera Afan merengkuh tubuh Devi ke dalam pelukan nya. "Cupp.. cupp.. jangan nangis dong sayang.." Afan mencoba menenangkan Devi dengan mengelus punggung nya dengan sayang.
"Maaf...bee..maafin aku..hiksss...hikss lirih Devi karena rasa bersalah nya.
"Gak papah sayang,gak papah..udah dong jangan nangis ...ssstttt..."
Tangis Devi perlahan mereda...
Afan melepaskan pelukan mereka,kemudian menghapus jejak air mata Devi.
"Udahh sihh jangan nangis..nanti mukanya jelek loh.. awwss"canda Afan yang langsung meringis karena mendapat cubitan dari jemari cantik Devi.
"Dasar nyebelin.." omel Devi
Afan terkekeh.."jangan nangis-nangis lagi..dasar cengeng" ledek Afan, Devi mendengus.
"Aku juga menangis karena bee.."tukas nya sebel.
"Iya..iya.. maaf..jangan cemberut gitu dong..bibir kamu tuh bikin bee gemes tau nggak??" Ujar Afan.
Devi membulatkan matanya begitu mendengar perkataan Afan,,kenapa kata gemes di sinilah mengandung makna berbeda untuk Devi.
Memikirkan hal itu Devi menelan Saliva nya dengan berat,ia memalingkan wajahnya ke arah lain.
Rona merah sudah dengan cepat terlihat mewarnai pipinya.
Afan menatap Devi dengan lekat??..
Dan Devi menahan nafas karena itu.. jantungnya tiba-tiba berdebar dengan cepat hingga Devi sendiri tak bisa mengendalikan nya.
Nafasnya tercekat,begitu tangan Afan sudah bertengger di pinggang rampingnya, menghilangkan jarak di antara mereka.
Devi mendongak menatap wajah Afan yang kini begitu dekat dengan wajahnya,bahkan Devi bisa merasakan hembusan nafas Afan yang hangat menerpa wajahnya.
"Bee.." lirih Devi hampir tak terdengar,bibir nya bergetar dan nafasnya tercekat, tubuhnya menegang begitu Afan semakin mendekatkan wajahnya ke arah nya..
Hingga akhirnya "cupp.." bibir Afan menelpon bibir nya.
Mereka sama-sama menahan nafas, tak ada yang melakukan apapun ,ini sama-sama ciuman mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
perfect love Defan
RomanceBerawal dari sebuah pertemuan yang tidak sengaja. Tanpa afan dan Devi sadari. ini adalah awal kisah mereka. Senyum nya mampu membuat jantung ini tak terkendali, Berdetak tak karuan dan susah untuk kembali di normal kan. ~Serly Artika Sridevi Bolehka...
