Assalamualaikum...hayy hayy para readers pada nungguin nggak kelanjutan cerita ini??,,, Lanjut yahh cuss dibaca!!! Sebelum nya vote and comment yahh.. OK.. OK..
$$$$$$$//////////$$$$$$$$$$
Setelah pertemuan beberapa waktu lalu,kini hubungan Devi dan Afan kembali terjalin.
Komunikasi mereka juga kembali membaik. Tak jarang mereka saling menghubungi satu sama lain,saling mengabari dll.
Saat ini Devi sedang berkumpul bersama team nya di kantor 3D Entertainment atau management yang menaungi Devi, setelah tadi melakukan sebuah meeting.
"Huhh akhirnya selesai juga"ujar Tina,"sekali-kali kita refreshing lah ka Ica "tukas bunga kepada Ica .
Ica melirik bunga sebentar,"jadwal matahari kita ini selalu padat,tak ada lagi yang free,kalopun free pasti hanya satu hari,kau tau sendiri kan matahari kita ini tak pernah kehabisan job?" Jelas Ica sembari menoleh pada Devi.
Sedangkan Devi hanya tersenyum kalem menanggapi ucapan manager nya.
"Kau benar kak. Matahari kita ini tak pernah kehabisan job. Jadwalnya selalu saja padat,Dek kamu merasa capek tidak??" Tanya bunga duduk di samping Devi.
Devi menatap bunga"Capek kenapa kak?" Tanya nya.
"Dengan pekerjaan mu sekarang?"
"Hmmm kadang aku merasa capek,tapi aku menikmati nya. Lagi pula ini sudah menjadi resiko nya kan?" Jawab Devi dengan senyum manis nya.
"Uhh kamu selalu membuat kami bangga dek,pantas kamu disebut matahari. Kau selalu membuat kami terpukau. Tidak hanya kecantikan mu,tapi juga kebesaran hati mu yang begitu baik" ujar Tina memeluk Devi di ikuti bunga.
"Tina benar dek? Kamu adalah artis yang pantas dijadikan idola oleh banyak orang. Kau adalah kebanggaan kami. Akhh aku merasa iri padamu. Untuk seorang wanita kau begitu sempurna'' timpal bunga.
"Ka bunga dan ka Tina teralu berlebihan, justru aku yang sangat bangga dan beruntung mempunyai team seperti kalian. Aku tidak akan menjadi seperti ini tanpa kalian,kalian team yang hebat. Dan aku bahagia bisa terlibat dengan kalian" ujar Devi tersenyum manis.
Ica yang melihat itu tersenyum haru,ia pun membenarkan ucapan Tina dan bunga. Ica pun bangga dengan Devi sang matahari yang begitu terkenal di setiap kalangan.
Sang matahari yang begitu membanggakan dengan segala prestasi dan penghargaan yang telah di raihnya,baik di dalam ataupun di luar negeri.
Sebagai seorang idola Devi termasuk Artis yang sangat ramah,baik,dan sopan. Dia sangat menghormati dan menghargai para fans yang telah mensupport selama Devi berada di dunia entertainment.
"Kadang aku selalu membayangkan, kira-kira siapa yah pria beruntung yang kelak akan mendampingi mu?"ujar bunga
"Tentu saja dia bukan pria yang biasa. Matahari kita saja punya banyak kelebihan. Dan aku yakin dia akan bisa mengimbangi Matahari kita ini" sambar bunga.
"Yang pasti siapapun itu,kami harap dia pria yang bisa membahagiakan Matahari kita'' tambah Ica.
Devi hanya tersenyum menanggapi ocehan teamnya. Namun sedetik kemudian Devi mengingat sesuatu.
"Sebentar... Aku lupa sesuatu" ujar Devi beranjak dan mengambil ponsel yang berada didalam tasnya.
"Astaga aku lupa mengaktifkan nya'' gumam Devi.
Dengan cepat ia menyalakan ponsel nya itu. Setelah ponselnya menyala,Devi menghela nafas kecewa.
"Dia tidak mengabari ku" gumam Devi lesu.
Kemudian kembali bergabung dengan team nya.
"Kenapa kamu terlihat lesu begitu? Tanya Tina
"Tidak ada, hanya merasa sedikit badmood saja" jelas Devi duduk di sofa dengan manis.
Drtttt.. Drtttt.. detik berikutnya ponsel di tangan Devi bergetar terlihat nama Afan di layar ponsel nya. Dengan segera Devi berbinar dan bangkit dari duduk nya.
"Aku permisi sebentar" tukas nya ngibrit masuk ke dalam kamar yang ada di ruangan tsb.
Meninggalkan Tina dan bunga saling memandang heran melihat tingkah Devi,sedangkan Ica ia tersenyum penuh arti. Dia sudah tau siapa yang membuat Devi bertingkah seperti itu.
"Kenapa aku merasa dia sedang menyembunyikan sesuatu dari kita''ujar bunga.
"Entahlah, akhir-akhir ini dia terlihat aneh.
Terkadang sibuk sendiri dengan ponsel nya,dan terkadang tersenyum tidak jelas. Apa mungkin dia sedang jatuh cinta?" Timpal Tina.
"Maksudmu dia punya pacar begitu,tapi kenapa dia tidak menceritakan nya ke kita?" Tanya bunga bingung.
"Sudah-sudah,mungkin belum saat nya kita tahu,dan lagi itu privasi nya,kita tidak perlu mencampuri urusan pribadi nya,aku rasa dia pasti tahu mana yang terbaik untuk nya ucap Ica.
Bunga dan Tina mengangguk,"tapi tetap saja aku merasa penasaran,kalau benar Matahari kita itu sudah memiliki pacar,lantas siapa pria itu? Dari kalangan mana? Sesama artis kah? Atau penyanyi? Cerocos bunga yang tidak bisa menutupi rasa penasarannya.
"Yang jelas pria yang akan di pilih matahari kita itu bukanlah sembarang pria,pasti pria itu begitu istimewa sehingga membuat Devi jatuh dalam pesonanya. Astaga!!! Membayangkan itu membuat ku semakin prustasi. Mereka pasti akan menjadi pasangan yang serasi dan sempurna" pekik Tina tak kalah heboh.
Ica geleng-geleng kepala melihat kelakuan para asisten Devi tsb.
Jangan lupa follow IG aku @defanlove02
Next komen ,share, vote sebanyak-banyaknya
~~~~~~selamat membaca~~~~~~~~
KAMU SEDANG MEMBACA
perfect love Defan
Roman d'amourBerawal dari sebuah pertemuan yang tidak sengaja. Tanpa afan dan Devi sadari. ini adalah awal kisah mereka. Senyum nya mampu membuat jantung ini tak terkendali, Berdetak tak karuan dan susah untuk kembali di normal kan. ~Serly Artika Sridevi Bolehka...
