Romansa - Spiritual - Abdi Negara
Arshaka Farzan Ghaziullah El-Zein adalah seorang Perwira Polisi berpangkat Ipda. Terlepas dari profesinya, Farzan juga merupakan laki-laki yang memiliki pemahaman agama baik dan hafidz quran.
Suatu kejadian membuat...
"Jika di lauhul mahfudz-Mu namanya tidak ditakdirkan bersanding dengan namaku. Maka buatlah sujudku ini mampu merayu takdir-Mu. Sungguh, ciptaan-Mu yang satu ini membuatku begitu jatuh hati."
—Arshaka Farzan Ghaziullah El-Zein—
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aisyah....gimana ini?" Aliza merengek sambil memeluk Aisyah dari samping.
"Ciee, ekhm..ekhm. Calon istri Pak Polisi," Aisyah justru semakin menggoda.
Kajian baru saja selesai, sehingga masih banyak orang. Mungkin mereka heran dengan tingkah Aliza yang merengek-rengek kepada sahabatnya itu. Aliza sudah seperti merengek kepada ibunya. Aisyah yang lebih tua dari Aliza membuat gadis itu merasa nyaman. Terkadang ia menganggap Aisyah sahabatnya, bisa juga kakaknya, bahkan ibunya. Namun karena Aisyah tidak lebih tua dari setahun, Aisyah menolak untuk dipanggil kakak. Katanya nama saja.
"Ai...jangan gitu. Kamu ih, mana akhir-akhir ini susah dihubungi. Sibuk apa sih?" tanya Aliza penasaran.
Aisyah memang berbeda dari sebelum-sebelumnya yang selalu membalas pesannya cepat. Tidak seperti sekarang yang agak lama.
"Hehe, maaf ya Aliza Sayang. Akhir-akhir ini aku memang cukup sibuk di pesantren. Semenjak Abi nggak ada, urusan pesantren banyak yang harus aku handle," jawab Aisyah.
Aliza menepuk jidatnya. "Ya Allah, aku lupa sekarang sahabatku ini sudah menjadi Bu Nyai. Iya aku paham kamu pasti sibuk. Maafin aku ya.." Aliza meminta maaf karena sempat berpikir yang tidak-tidak.
Aisyah mengangguk. "Memangnya kamu mikir apa tentang aku akhir-akhir ini?"
Aliza tersenyum lebar. Ia mendekatkan lisannya ke telinga Aisyah. "Aku pikir kamu diam-diam sudah menikah dan sibuk mengurus suamimu. Jadi nggak sempet balas pesanku," bisik Aliza terkekeh.
Lagi-lagi Aisyah dihadapkan dengan situasi ini. Namun sebisa mungkin ia mencoba tenang.
"Ada-ada aja kamu, Za..,"
"Ya menurutku itu cukup masuk akal. Tapi nggak mungkinlah. Kayaknya aku memang terlalu terbawa suasana di novel-novel. Biasanya gus atau ning itu nikah rahasia. Jadi yang tau cuma keluarganya aja dan diluar bersikap seolah nggak ada apa-apa. Terus nanti lama-lama kebongkar dan bikin heboh seantero pesantren."
"Kamu ini, kebanyakan baca novel ish."
"Yaudah, jadi gimana? Sudah dapat jawaban? Besok kan Ipda Farzan datang lagi bawa keluarganya?"
Aliza mengangguk. "InsyaAllah sudah ada jawabannya. Tapi aku masih nggak nyangka, Ai. Kayak...ini beneran Ipda Farzan melamar aku?"
"Dan anehnya semenjak kejadian itu. Sejak Ipda Farzan menenangkan aku waktu Gus Azka datang membatalkan pinangannya. Sejak saat itu pandanganku berubah tentang Ipda Farzan."