Romansa - Spiritual - Abdi Negara
Arshaka Farzan Ghaziullah El-Zein adalah seorang Perwira Polisi berpangkat Ipda. Terlepas dari profesinya, Farzan juga merupakan laki-laki yang memiliki pemahaman agama baik dan hafidz quran.
Suatu kejadian membuat...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*****
"Hal paling menyakitkan bukan karena harus mengikhlaskan seseorang yang sudah menyakiti, tapi karena harus mengikhlaskan seseorang dengan cara terpaksa."
— Muhammad Azka Alfarizqi—
*****
Kemudian Aliza kembali untuk mengambil buku diary itu. Saat diangkat, tiba-tiba sebuah foto jatuh. "Foto apa ini, Ai?" tanya Aliza sambil membalik fotonya. Betapa kagetnya saat ia melihat orang yang ada di foto itu.
Seorang laki-laki berseragam polisi sedang berdiri memegang mikrofon dengan begitu gagahnya. Dia tampak seperti sedang memberikan arahan di depan banyak orang. Yang lebih mengagetkan, laki-laki di foto itu adalah Farzan.
Lama kelamaan Aisyah sadar dan ingat walaupun sudah lama ia tak menyentuh foto itu. Ia ingat terakhir kali menyimpan foto itu di dalam buku diary-nya. "Za, itu—"
"Ai, kenapa kamu menyimpan foto Mas Farzan?"
Belum sempat Aisyah memberi klarifikasi, Aliza sudah datang kepadanya sambil menunjukkan foto itu dengan wajah bingung penuh pertanyaan. Hal itu membuat Aisyah ikut gugup dan susah berbicara. Tiba-tiba mulutnya terasa kelu untuk mengucapkan sesuatu.
"Ai jawab? Kenapa kamu menyimpan foto Mas Farzan?" ulang Aliza penuh penekanan.
"I—itu..." Aisyah bangkit dari duduknya. "Za, mana fotonya—" Aisyah hendak mengambil foto itu dari Aliza. Sedangkan Aliza hendak menariknya, sehingga foto itupun terbang dan jatuh ke lantai.
"Ai, kenapa kamu—"
"Loh, ini foto Mas Polisi ganteng yang waktu itu ya?" Terdengar suara seseorang mengambil foto itu. "Ning, ini foto yang saya kasih waktu itu kan? Ternyata Ning masih simpan. Saya kira dibuang, tau gitu kalau dibuang saya simpan aja." Seorang santriwati mengembalikan foto itu pada Aisyah.
"Maaf, mbaknya dapat foto ini dari mana ya?" tanya Aliza.
"Oh waktu itu saya nemu di kantor pondok, mungkin jatuh. Terus saya kasih ke Ning Aisyah saja. Takut ditemukan santriwati malah disimpan nanti," jawabnya sedikit terkekeh di akhir.
Aliza mengangguk walaupun sebenarnya ia belum puas dengan jawabannya.
"Yaudah, makasih ya. Kamu kembali ke masjid, lihat baik-baik apa yang kurang sebelum acara dimulai," titah Aisyah pada santriwatinya.