24. Terbongkarnya Rahasia Besar

76.3K 6.4K 4K
                                        

بسم الله الرحمن الرحيم

"Sedalam-dalamnya bangkai di kubur, pasti baunya akan tercium juga."

—Anonim—

Aliza membelalakkan mata tidak percaya dengan apa yang dilihatnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aliza membelalakkan mata tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Lebih tepatnya memaksakan dirinya untuk tidak percaya. Ia mengucek-ngucek matanya kasar, pasti dirinya hanya salah liat. Bagaimana mungkin Gus Azka dan Aisyah sedekat itu? Namun kenyataannya itu benar. Pemandangan kemesraan Gus Azka dan Aisyah semakin terlihat jelas dari jarak beberapa meter di depan sana.

"Gus Azka? Aisyah?" lirih Aliza dengan lidah kelu. Dadanya seketika seperti disambar petir dan menyisakan rasa sakit yang teramat. Ingin rasanya beranjak menghampiri mereka sekarang juga, namun entah kenapa kakinya berat.

Farzan yang asyik melukis sampai tidak sadar jika perempuanya sudah bangkit dari kursi kecil dan hendak beranjak. "Sayang, kamu mau kem-"

"Aisyah!" Aliza mencoba memanggil-manggil nama sahabatnya itu. Namun karena ramainya suasana sekitar membuat Aisyah tidak mendengarnya. Perempuan itu semakin jauh melangkah sambil dirangkul oleh Gus Azka.

"Aliza tunggu! Ada apa, Sayang?" tanya Farzan baik-baik sambil menahan tangan Aliza agar tidak pergi. Bukan tanpa alasan, Aliza yang baru saja berteriak, kini menjadi perhatian dan diperbincangkan orang-orang di sekitar.

"Mas, lepas! Aku mau kejar Aisyah!" Aliza berusaha melepaskan diri.

"Aisyah kenapa? Iya, pelan-pelan aja. Ayo Mas antar."

"Lepas! Aku harus cepat!" Aliza berhasil melepaskan diri dari suaminya.

"Eh, Sayang!" Farzan pun tak tinggal diam, laki-laki itu bergegas mengejar perempuannya yang sudah berlari ke arah jalan raya.

Dhafi dan Devan yang tengah asyik melukis langsung melempar kuasnya ke sembarang arah dan bergegas mengejar komandannya.

Seketika suasana alun-alun menjadi heboh, bagaimana tidak, Aliza yang berlari di depan di kejar-kejar oleh tiga laki-laki berompi polisi. Mereka berpikir Aliza adalah pelaku kejahatan sehingga dikejar-kejar seperti itu. Sementara Aliza, perempuan itu tidak mempedulikan orang-orang. Ia terus berjalan cepat mengejar Aisyah dan Gus Azka walaupun ia kehilangan jejak.

"PAK POLISI, PELAKUNYA TERTANGKAP!"

"Astaghfirullah, jangan sentuh saya! Lepas!" pekik Aliza saat seorang laki-laki tiba-tiba melilit tangannya ke belakang punggung. Namun beruntung karena dia tidak menyentuh langsung tangan Aliza.

"Diam kau! Dasar perempuan jahat. Pakaiannya aja sok alim, ternyata penjahat, sampai dikejar-kejar polisi," hardiknya menghakimi Aliza.

"LEPASKAN PEREMPUAN SAYA!" tegas Farzan menarik lengan Aliza, kemudian ia rangkul perempuannya itu.

Lentera Takdir (TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang