25. Menangislah

86.9K 6.2K 3.2K
                                        

بسم الله الرحمن الرحيم

"Percayalah, Allah menciptakan air mata dan membuat perempuan mudah meneteskannya, bukanlah sebagai tanda kelemahan bagi perempuan. Tapi sejatinya itu bentuk kasih sayang Allah untuk memberikan kekuatan dan kelembutan saat hatinya sedang sedih dan terluka."

-Arshaka Farzan Ghaziullah El-Zein-

Aliza benar-benar tak menghiraukan siapapun yang meneriakinya dari belakang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aliza benar-benar tak menghiraukan siapapun yang meneriakinya dari belakang. Termasuk Farzan, suaminya sendiri. Ia terus berlari melewati halaman rumah Aisyah. Namun ada sebuah suara yang membuat Aliza menghentikan langkahnya sejenak.

"Dia jahat banget sama Ning Aisyah. Padahal selama ini Ning Aisyah sama Gus Azka sudah bahagia."

"Iya, Gus Azka juga kelihatan sangat mencintai Ning Aisyah. Jangan sampai kedatangan perempuan itu membuat Gus dan Ning ada masalah."

Dua orang remaja yang diyakini adalah santri, baru saja keluar dari halaman samping rumah Aisyah. Ya, mereka pasti santri yang berada di rumah Aisyah. Sudah menjadi hal lumrah jika di rumah seorang putri kyai ada santri yang membantu.

Walaupun tidak terlalu keras, Aliza bisa mendengar jelas suara perbincangan mereka berdua. Kemudian Aliza menoleh sesaat.

"Eh, ayo buruan!" Setelah sadar yang dibicarakan memperhatikan, kedua santriwati itu cepat-cepat pergi.

Aliza memejamkan mata sejenak. Lalu ia memutuskan untuk melanjutkan langkah cepatnya menuju mobil. Perkataan yang baru ia dengar masih berputar-putar bak kaset rusak. Aliza berusaha tidak menghiraukannya, ia membuka pintu mobil dan bergegas masuk. Namun belum sempat Aliza menutup pintu mobil, tiba-tiba...

Brak!

Sebuah sepeda yang dikendarai seorang laki-laki dengan ugal-ugalan tiba-tiba menabrak keras pintu mobil. Untungnya Aliza segera menarik tangannya kembali. Walaupun begitu, Aliza panik bukan main.

"ALIZA!" Farzan yang mendengar suara gebrakan sontak berlari tanpa alas kaki ke arah mobil. Melihat pintu mobilnya ringsek, Farzan semakin khawatir dengan kondisi istrinya,

"Aliza, kamu nggak papa, kan?" Farzan cukup lega saat melihat Aliza baik-baik saja di dalam mobil.

"M-Mas, i-itu-"

Terlihat jelas bahwa perempuannya sedang kebingungan. Farzan pun menenangkan. "Nggak papa, Sayang. Kamu tenang ya."

Sambil menangis sesenggukan, Aliza menunjuk laki-laki yang terjatuh bersama sepedanya setelah menabrak pintu mobil. "I-Itu, Mas," tunjuknya.

Farzan menoleh. "Tunggu sebentar ya, Sayang. Mas bereskan dulu!"

Setelahnya, Farzan langsung bergegas menghampiri pemuda yang bahkan sudah hendak kabur itu. "HEI, MAU KEMANA?!" tegasnya sambil menarik kerah belakang pemuda itu.

Lentera Takdir (TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang