Romansa - Spiritual - Abdi Negara
Arshaka Farzan Ghaziullah El-Zein adalah seorang Perwira Polisi berpangkat Ipda. Terlepas dari profesinya, Farzan juga merupakan laki-laki yang memiliki pemahaman agama baik dan hafidz quran.
Suatu kejadian membuat...
"Laki-laki yang berani mengajak perempuan pacaran itu sebenarnya sudah menjatuhkan harga diri perempuan. Sekalipun yang nampak dia sangat menghargai dan memperlakukan dengan baik pacarnya, tapi sebenarnya dia sudah merendahkan kehormatannya."
—Arshaka Farzan Ghaziullah El-Zein—
. . . . .
—BATAS SUCI—
Pastikan sebelum lanjut scroll, tekan vote dulu. Dilarang melewati batas suci tanpa tekan vote!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Masyaallah, cantiknya Humeyranya Mas ini," puji Farzan sambil mencubit pipi perempuannya gemas. Tidak hanya sekali, tapi Farzan terus menguyel-nguyel pipi perempuannya saking gemasnya.
"Mas, jang— akh," Aliza meringis karena jarinya tertusuk jarum dari pin Bhayangkari yang hendak ia kenakan di kerah seragamnya.
"Astaghfirullah, maafin Mas ya." Farzan langsung meraih jari Aliza dan ditiup-tiupnya jari tangan lembut itu. Ia lekas menyadari kesalahannya yang telah menyenggol tangan Aliza hingga perempuannya tak fokus memasang pin.
Aliza terkekeh melihat raut kekhawatiran suaminya, padahal ini hanya luka kecil. "Mas, wajahnya biasa aja. Jangan merasa bersalah gitu ya. Bagi perempuan ketusuk jarum itu sudah jadi makanan sehari-hari, waktu mau pakein jarum di hijab misalnya."
Farzan tersenyum. "Maaf ya. Yaudah kalau gitu sini Mas pasangin pin Bhayangkarinya." Tangan tegas Farzan mengambil alih pin dan memasangkan di kerah kanan seragam bhayangkari istrinya. "Terus pin namanya mana Sayang? Oh ini ya. Yaudah sekalian Mas pasangin ya."
Jantung Aliza berdebar saat posisinya begitu dekat, hampir menempel pada Farzan. Bahkan deru napas laki-laki itu biasa ia rasakan. Gugup, itulah yang Aliza rasakan sekarang. Sementara Farzan dengan telaten memasangkan pin nama di dadanya.
"Masyaallah, Nyonya Aliza Farzan El-Zein. Ibu Bhayangkarinya Ipda Farzan yang paling cantik," pujian itu terlontar begitu manisnya dari lisan Farzan.
Memandangi Aliza membuat Farzan semakin terpesona dengan perempuannya yang tampak anggun dan berwibawa dengan seragam bhayangkari yang ia kenakan. Ditambah selendang penutup dada yang membuat perempuannya semakin cantik dan tetap menutup dada.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.