Romansa - Spiritual - Abdi Negara
Arshaka Farzan Ghaziullah El-Zein adalah seorang Perwira Polisi berpangkat Ipda. Terlepas dari profesinya, Farzan juga merupakan laki-laki yang memiliki pemahaman agama baik dan hafidz quran.
Suatu kejadian membuat...
"Tidak apa kalau kamu belum mencintaiku. Aku yang punya cinta seluas semesta untukmu. Aku juga punya Allah yang memiliki hatimu. Akan kulangitkan namamu dalam setiap doa, semoga Allah membalikkan hatimu jika kita memang ditakdirkan untuk saling mencintai."
—Arshaka Farzan Ghaziullah El-Zein—
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Krik..Krik..Krik..
Senyap, hening, dan sunyi. Itulah yang menggambarkan suasana saat ini di sebuah kamar hotel yang berisikan dua manusia lawan jenis itu. Tampak keduanya duduk berjauhan. Si laki-laki duduk di sofa dan si perempuan duduk dengan hati-hati di tepi kasur, khawatir merusak bunga mawar yang sudah dibentuk love lengkap dengan handuk berbentuk angsa di tengah-tengah kasur ber-bad cover putih itu.
Acara resepsi telah selesai beberapa jam lalu, namun masih ada kerabat dan sahabat dekat yang harus dijamu lebih intens. Jadi dua pengantin baru itu, Farzan dan Aliza baru bisa benar-benar masuk dan istirahat ke kamar hotel setelah Maghrib.
"Mas Farzan.."
"Aliza.."
Giliran ingin bicara, keduanya justru kompak saling memanggil. Hal itu membuat suasana terasa semakin canggung.
Dua insan yang tidak pernah dekat apalagi menjalin hubungan dengan lawan jenis tiba-tiba disatukan dalam satu ruangan dan hanya mereka berdua. Jelas mereka gugup dan canggung.
"Mas Farzan dulu," ujar Aliza mempersilahkan.
Farzan menggeleng. "Enggak, kamu aja dulu." Ia balik mempersilahkan.
"Mas Farzan dulu. Kalau nggak, aku nggak jadi ngomong," Aliza sedikit mengancam agar Farzan mau bicara.
"Yaudah, aku nggak jadi ngomong juga."
Balasan Farzan diluar prediksi Aliza. Ia pikir suaminya itu akan mengalah. Namun nyatanya tidak. Ah, Aliza jadi sedikit kesal.
Suasana kembali hening saat keduanya memutuskan untuk tidak jadi bicara. Namun melihat Aliza, Farzan meras sikapnya beberapa saat lalu, salah. Jadi ia berniat untuk memulai pembicaraan lagi.
"A—"
Shopee!
Bunyi notifikasi aplikasi oren itu sontak membuat Farzan terdiam.
Aliza sadar notifikasi itu berasal dari ponselnya, ia pun segera membukanya. Yeay, paketnya sudah sampai di rumah. Batin Aliza senang mendapat notifikasi pesanannya sudah sampai di rumah.
"Malah ditikung shopee," ujar Farzan pasrah.
"Kenapa, Mas?" Aliza bertanya karena tidak mendengar jelas.
"Eh, nggak papa," jawab Farzan sambil nyengir kuda. "Kita shalat Maghrib berjamaah setelah ini ya.."