09. Tentang Jodoh

74.1K 6.9K 6.4K
                                        

بسم الله الرحمن الرحيم

"Jika dia memang ditakdirkan untuk saya,maka jangan biarkan ada laki-laki lain yang menjabat tangan ayahnya selain saya. Jadikan saya satu-satunya jodohnya, di dunia sampai Jannah-Nya."

Arshaka Farzan Ghaziullah El-Zein

Lentera Takdir 
by Alfia Ramadhani

Di ruangannya, Farzan senyum-senyum sendiri sambil memandangi tangannya, lebih tepatnya jari telunjuknya yang terdapat plaster berbentuk hati

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di ruangannya, Farzan senyum-senyum sendiri sambil memandangi tangannya, lebih tepatnya jari telunjuknya yang terdapat plaster berbentuk hati. Padahal lukanya tak seberapa dan sudah sejak kemarin, namun sampai detik ini Farzan tidak kunjung melepasnya.

 Padahal lukanya tak seberapa dan sudah sejak kemarin, namun sampai detik ini Farzan tidak kunjung melepasnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ekhm," seseorang berdekhm di depan pintu.

Farzan hanya melirik sekilas kemudian kembali memandangi tangannya.

"Kayaknya kemarin di sini ada wajah-wajah sad boy ya. Tapi kok sekarang kelihatan bahagia sampai senyum-senyum gitu." Devan bersandar pada pintu sambil menggoda Farzan.

"Ada apa tuh ditangannya, di liatin terus," Dhafi ikut menggoda Farzan.

Farzan mendongak menatap Devan dan Dhafi. "Ngapain kalian di sana?" tanyanya.

"Nggak papa, Ndan. Kami kangen aja sama Komandan," jawab Devan berjalan menghampiri Farzan diikuti Devan di belakangnya.

Farzan geleng-geleng kepala. "Terserah kalian," balasnya.

Setelah ada Devan dan Dhafi di dekatnya, Farzan memamerkan jarinya yang diberi plaster berbentuk hati itu. Seketika mereka berdua paham alasan Farzan senyum-senyum sedari tadi. Mereka berdua pura-pura berbisik sambil senyum-senyum.

"Apa? Kalian nggak punya kan plaster bentuk hati gini?"

"Siap, tidak punya, Ndan," jawab Devan dan Dhafi kompak.

"Saya curiga, kayaknya plaster dari Mbak Aliza itu nggak akan dilepas," celetuk Dhafi.

"Ya nggak mungkin lah, Dhaf. Paling juga nanti kalau dilepas dimasukin ke figura dan dipajang di dinding saking senengnya dikasih pujaan hati," sahut Devan.

Lentera Takdir (TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang