Romansa - Spiritual - Abdi Negara
Arshaka Farzan Ghaziullah El-Zein adalah seorang Perwira Polisi berpangkat Ipda. Terlepas dari profesinya, Farzan juga merupakan laki-laki yang memiliki pemahaman agama baik dan hafidz quran.
Suatu kejadian membuat...
"Ternyata benar, rezeki tidak selamanya berbentuk uang. Karena melihat senyumanmu juga sebuah rezeki berupa kenikmatan yang mampu menggetarkan hatiku."
—Arshaka Farzan Ghaziullah El-Zein—
. .
⚠️ WARNING! ANDA MEMASUKI WILAYAH YANG DAPAT MENYEBABKAN GIGI KERING KARENA TERLALU LAMA SENYUM-SENYUM SENDIRI⚠️
⚠️Jika anda nekat menerobos. Konsekuensi ditanggung masing-masing. Misalnya dikira punya pacar padahal hati stay halal sampe dapet jodoh spek Farzan yang nyata⚠️
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sholat Jum'at berjamaah baru saja selesai. Perlahan orang-orang mulai meninggalkan masjid, namun ada juga yang masih berbincang-bincang. Dan Farzan adalah yang pertama, laki-laki itu sudah lebih dulu keluar meninggalkan Dhafi dan Devan.
"Ndan Farzan," panggil Devan.
"Komandan kenapa itu, Dhaf?" tanya Devan. Melihat Farzan seperti sedang mencari sesuatu.
Dhafi menggeleng tanda tak tau. "Mending samperin aja yuk."
Akhirnya mereka berdua bergegas untuk menghampiri Farzan.
"Ndan, kenapa?" tanya Dhafi. Saat sudah berada di samping Farzan.
"Sandal saya hilang," jawab Farzan. Masih berusaha mencari sandalnya.
Seketika Dhafi dan Devan tak kuasa menahan tawa. Ternyata Komandannya kebingungan karena kehilangan sandal.
"Jangan ketawa, bantuin cari!" titah Farzan.
"Siap, Ndan. Ciri-ciri sandalnya gimana?"
"Swallow warna putih biru sepasang, ukuran 11.5, masih mulus, umur belum sehari karena baru tadi pagi dibeliin bunda. Lokasi terakhir di dekat pot bunga ujung masjid itu, sekitar jam 11.30 WIB dengan posisi lurus menghadap ke luar," jawab Farzan lengkap dan rinci. Sambil menunjuk pot bunga.
Dhafi dan Devan menghela napas.
"Terlalu mendalami peran sebagai polisi," ujar Dhafi pasrah.
"Ya begitulah," imbuh Devan.
"Yaudah cari aja yuk. Semoga korban hilang berinisial swallow itu segera ditemukan," ujar Dhafi. Devan mengangguk setuju.
Ketiganya berpencar mencari ke sisi masjid yang berbeda. Saking fokusnya mendalami peran sebagai polisi yang sedang melakukan pencarian, mereka sampai lupa kalau Farzan harusnya segera kembali ke hotel untuk upacara pedang pora yang akan dilaksanakan tidak lama lagi.