19. Janji Suci Menikahimu

89.9K 7.5K 3.6K
                                        

بسم الله الرحمن الرحيم

"Berikanlah ilmu dan kesabaran seluas samudra padaku agar bisa menjaga dan membimbing perempuanku ini agar semakin dekat pada-Mu."

-Arshaka Farzan Ghaziullah El-Zein-

.......

Seberapa excited kalian mau baca part ini?

Semerbak aroma bunga warna-warni yang ditaburkan di sebuah makam dalam komplek pemakaman pahlawan prajurit menghiasi indra penciuman

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Semerbak aroma bunga warna-warni yang ditaburkan di sebuah makam dalam komplek pemakaman pahlawan prajurit menghiasi indra penciuman. Suasana yang beitu hening seolah mendukung untuk hati semakin sedih. Walaupun satu tahun sudah berlalu, namun kesedihan selalu ada saat mengunjungi makam putra kebanggaan keluarga El-Zein itu.

Ternyata benar. Tidak ada rindu yang lebih menyakitkan daripada kerinduan pada sosok yang telah kembali kepada Rabb Penciptanya.

"Assalamualaikum, Abang. Hari ini Ayah, Bunda, dan adek-adek datang. Kami juga bawa Zayra, putri kecil Abang yang sekarang sudah semakin pintar," ujar Bunda Syafiya seraya mengusap nisan putranya.

"Assalamu'alaikum Ayah.." cicit Zayra sambil memainkan bunga yang ditaburkan pada makam ayahnya.. Melihat itu, semua terharu. Bunda Syafiya pun memeluk Zayra tak kuasa menahan tangis.

"Jidah napa nangis?" tanya Zayra dengan polosnya.

Bunda berusaha untuk tersenyum. "Nggak papa, Sayang. Jidah cuma kelilipan," jawab Bunda. "Sekarang coba Zayra suruh Om Farzan buat ngomong sama ayah," titah bunda. Zayra mengangguk.

"Oom katanya mau bicala sama ayah. Cepetan Oom, nanti ayah nda mau dengel kalau lama. Kan Oom yang ajak ke sini," Zayra menyuruh Om-nya.

"Ayo Om," celetuk Zana mendukung keponakannya.

Farzan mengangguk. "Iya, Sayang. Om bicara sama ayah." Ia pun maju dan berada tepat di depan nisan abangnya.

Ya, sebenarnya hari ini mereka sekeluarga sengaja datang karena seminggu lagi Farzan akan menikah. Ia ingin datang untuk meminta izin pada abangnya.

"Hyung Abang, hari ini gue datang mau kasih tau sekaligus minta izin karena nggak lama lagi gue mau menikah. Gue mau nikah sama Aliza, anak Komandan Andika. Abang seneng kan akhirnya gue mau nikah? Harus seneng, pokoknya maksa," ujar Farzan diselingi kekehan kecil supaya rasa sedihnya tidak terlalu nampak. "Andai aja Abang masih ada. Pasti Abang, Bang Ubay, Bang Gibran, Devan, dan Dhafi bakal ledekin gue. Bahkan mereka sudah punya lagunya."

"Hyung Abang, makasih banyak ya. Walaupun Abang nggak secara langsung ngajarin gue, tapi dari melihat sikap Abang dalam memuliakan Kak Haura, gue jadi tahu cara memuliakan istri gue nantinya. Dan Abang juga pasti belajar dari ayah yang selalu memuliakan Bunda. Ayah dan Abang adalah panutan terbaik gue."

Lentera Takdir (TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang