Romansa - Spiritual - Abdi Negara
Arshaka Farzan Ghaziullah El-Zein adalah seorang Perwira Polisi berpangkat Ipda. Terlepas dari profesinya, Farzan juga merupakan laki-laki yang memiliki pemahaman agama baik dan hafidz quran.
Suatu kejadian membuat...
Sudah masuk pertengahan Ramadhan, masih semangat puasanya?
Kalian baca ini pas lagi sahur, buka puasa, ngabuburit atau pas lagi puasa?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Assalamu'alaikum, Om."
"Wa'alaikumussalam, Nak Azka." Komandan Andika duduk berhadapan dengan seorang laki-laki muda yang baru saja menyapanya, dialah Gus Azka. "Abi gimana kabarnya, sehat?"
"Alhamdulillah, Abi sehat, Om."
"Alhamdulillah." Komandan Andika tersenyum. "Saya cukup kaget karena dapat kabar dari Aliza kalau Nak Azka datang."
"Sebelumnya maaf kalau saya menganggu dan merepotkan Om karena harus pulang dari kantor. Saya sudah bilang Aliza supaya tidak menelpon, tapi Aliza terlanjur sudah menelpon Om."
"Tidak apa-apa, Nak Azka," balas Komanda Andika. "Jadi bagaimana, Nak Azka?" tanyanya kemudian karena cukup kaget tiba-tiba anak dari pemilik pesantren ternama yang pernah menjadi tempat Aliza menuntut ilmu semasa Aliyah itu tiba-tiba datang.
Gus Azka mengangguk seraya tersenyum. "Sebenarnya kedatangan saya kemari. Saya berniat untuk melamar Aliza, putri Om," ujarnya dengan lancar seperti sudah menyiapkan diri jauh-jauh hari sebelum datang kemari.
Komandan Andika tersenyum, namun entah mengapa ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan saat mendengar niat baik pemuda yang hendak melamar putrinya itu. Agaknya memang aneh, harusnya seorang ayah akan senang saat putrinya dilamar oleh lelaki sholeh. Terlebih pemuda di depannya adalah sosok gus putra dari kyai yang selain memiliki paras tampan namun juga pemahaman agama dan akhlak baiknya tentu bisa menjaga dan membimbing Aliza, putrinya.
"Sungguh suatu kehormatan bagi saya, ayahnya Aliza, atas niat baik Gus Azka. Tapi biar bagaimanapun keputusannya ada di Aliza," ujar Komandan Andika. "Boleh saya menemui putri saya sebentar?"
"B-Baik, Om. Saya akan menunggu." Gus Azka mengangguk seraya merapatkan jari-jarinya karena gugup.
Sesuatu yang mengganjal itu tak kunjung hilang, dengan langkah pelan Komandan Andika menghampiri Aliza yang berada di kamarnya. Beliau melihat putrinya sedang duduk di sofa sambil menelpon.
"Aku juga nggak tau kenapa Gus Azka tiba-tiba datang. Kamu tau? Tadi waktu buka pintu, aku sama Gus Azka nggak sengaja tatap-tatapan. Terus masyaAllah-nya, Gus Azka langsung nunduk. Aku gugup banget tau, Ai." Aliza dengan hebohnya menceritakan apa yang baru saja ia alami pada Aisyah.
"Kalau dikasih backsound kira-kira gini Za. Denyut...jantungku berdebar," balas Aisyah di seberang sana sambil tertawa dan ikut baper dengan kejadian yang menimpa sahabatnya itu. "Kayaknya Gus Azka datang ke rumahmu, apalagi mau menemui ayahmu, pasti Gus Azka mau.....mau ngelamar kamu, Za," Aisyah heboh.