05. Benar-Benar Cinta

76.9K 7K 2.3K
                                        

بسم الله الرحمن الرحيم

Spam emot dulu untuk PakPol Farzan 💜💜

Siap membaca?

"Ekhm, calon istri Gus Azka kok wajahnya cemberut gitu? Nggak malu sama cincin yang dipakai? Cincinnya cantik banget."

"Eh, Aisyah. Kamu ngagetin banget sih! Tiba-tiba muncul udah kayak hantu." Aliza membenarkan posisi duduknya sambil mengomeli Aisyah.

Aisyah menghela napas. "Kamunya aja yang ngelamun. Makanya nggak denger salamku."

Sebenarnya Aisyah sudah sampai lima menit yang lalu. Ia berdiri di depan pintu rumah Aliza yang terbuka. Namun beberapa kali mengucap salam, Aliza tidak merespon. Akhirnya perempuan itu memilih langsung masuk aja.

Aliza membulatkan matanya. "Ha? Emang iya?"

Aisyah mengangguk. "Iya Alizaku Sayang. Lagian kamu kenapa ngelamun sambil cemberut gitu?" tanya Aisyah penasaran. "Harusnya itu kamu seneng kemarin sudah resmi terikat khitbah dengan Gus Azka."

"Coba-coba liat cincinnya." Aisyah meraih tangan Aliza.

"Masya Allah, cincinnya memang sebagus ini, Za. Aura kecantikanmu semakin terpancar." Aisyah heboh sendiri melihat cincin Aliza dari segala sisi.

Aliza tersenyum. "Bisa aja, Ning Aisyah. Kayaknya bau-bau nyusul bentar lagi nih."

"Aamiin-in aja deh. Doa baik nggak boleh ditolak." Keduanya terkekeh.

"Oh ya, kembali ke pertanyaan awal. Kenapa tadi melamun dan cemberut?" tanya Aisyah lagi ingin segera menuntaskan rasa penasarannya.

Aliza hanya menggeleng tanpa mengucap sepatah katapun.

"Cerita dong, Za. Biar kamu lega gitu. Lampiasin aja kekesalanmu, mumpung ada aku. Kan nggak mungkin kamu melampiaskan kekesalan sama Om Andika," Aisyah berusaha membujuk.

"Males cerita, Ai," ujar Aliza.

Aisyah menggeleng. "Pokoknya harus cerita. Setelah cerita aku janji bakal turutin kemauan kamu. Kita ke mall sambil jajan es krim, gimana?"

"Es krim? Mau...mau.."

Aisyah terkekeh, sahabatnya ini memang sangat mudah dibujuk jika sudah berhubungan dengan es krim. Sangat mudah ditebak.

"Ayah, Ai," Aliza memulai ceritanya.

"Om Andika kenapa?" tanya Aisyah.

"Jadi waktu kemarin Gus Azka datang untuk mendengar jawaban atas lamarannya.. tiba-tiba ada Ipda Farzan datang. Aku nggak tau tujuan dia datang. Waktu dia tau ada Gus Azka, seketika itu juga dia pamit pulang. Tapi tiba-tiba Ayah keluar ngejar dia dan ninggalin Gus Azka," Aliza melanjutkan ceritanya. "Dan kamu tau..itu cukup lama. Kan nggak enak sama Gus Azka yang nungguin. Kalau urusan kantor kenapa Ipda Farzan harus datang menganggu Ayah di rumah. Padahal kan hari libur."

Lentera Takdir (TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang