"Azava!!" Panggil salah seorang pria berbadan besar dengan baju brandalan ala preman.
"I-iya kak?" Jawab seorang wanita muda dengan baju pendek dan rok pendek.
"Sini lo!!"
"Be-bentar kak!!"
Wanita berambut cokelat dengan mata hitam pekat itu bernama Azava. Azava Anrevva adalah seorang mahasiswi kelas 10 yang juga cukup dekat dengan Elora. Dia adalah gadis pemalu yang menyukai Kenndra.
Azava mempunyai kakak laki-laki bernama Askar Axecos. Pria kasar berumur 18 tahun yang menjadi pelampiasan Zealova saat dirinya sedang butuh hiburan. Di club malam tentunya.
Askar sangat menyukai Zealova, tapi Zealova memilih untuk menunggu Devin yang sedang dikejar oleh Antara. Padahal Antara tidak berniat mengejarnya, hanya sekedar menemani bukan?
Askar tak segan-segan menyerang Devin karena dirinya mengira Devin yang memanipulasi pikiran Zealova agar selalu mengejarnya. Padahal Zealova sendiri yang berniat menunggu Devin dengan cara yang tak sehat.
"Kenapa kakak manggil aku?" Tanya Azava
Prangg!!
"Awhs, sa-sakit kak.." Azava mengeluh kesakitan saat Askar melempar gelas yang berhasil mengenai Azava dan langsung jatuh juga pecah di lantai.
"Kakak lagi mabuk?" Azava bertanya-tanya sembari memegangi tangannya yang terluka.
Askar tak menjawab, ia berjalan mendekati Azava dengan amarah yang tertahan olehnya.
"Jauhi Kenndra!" Askar mencengkeram kuat rahang mungil milik Azava.
"Kenapa kak?! Kenndra itu tidak bersalah atas kematian papa!! Yang bersalah itu ayah tirinya kak!!" Azava mencoba membela Kenndra.
"Nggak usah bela belain cowo bangsat kaya Kenndra!! Kamu nggak belain papa kamu hm?! Dia dibunuh tanpa salah oleh keluarga Kenndra!!"
"Tapi Kenndra nggak ikut campur soal itu kak.. yang bunuh papa bukan Kenndra, tapi hanya AYAH TIRINYA.." mata Azava terlihat berkaca-kaca karena menahan sakit di rahang bawahnya yang dicengkeram kuat oleh kakaknya.
"Nggak berguna!!" Askar menampar wajah Azava sehingga Azava tertoleh ke samping.
"Kak.. kakak sadar kak, sadar!! Aku ini adek kakak!! Aku bukan mainan yang bisa kakak hancurin tanpa merasakan sakit!" Azava mencoba melawan, ia menatap wajah kakaknya dengan tatapan sendu.
"Kamu--!!" Askar mendorong Azava hingga tubuhnya menatap ke dinding rumah lalu ia memojokkan adiknya.
"Hshh kakak mau ngapain aku lagi.. jangan pukul aku kak, sakit.." Azava meneteskan air matanya berharap kakaknya itu tau perasaannya sekarang.
Askar tak menjawab. Ia menatap tajam wajah adiknya yang masih menangis di hadapannya, lalu dirinya mencium bibir Azava.
Azava terdiam sejenak, urat uratnya mulai terlihat menegang ketika kakaknya melakukan hal tak wajar itu padanya.
Ia mencium bau yang cukup menyengat, Azava kenal jelas. Itu adalah bau alkohol! Pasti Askar benar-benar mabuk saat ini.
Setelah berciuman kurang lebih 10 detik, Askar melepaskan ciumannya dari bibir ranum milik Azava. "Turuti kakak. Jauhi Kenndra atau kakak yang menjauhimu". Ucap Askar menatap tajam wajah adiknya.
Azava terdiam, ia menghentikan tangisnya sejenak dan memeluk tubuh kakaknya. "Ava cuma punya kak Askar, jangan pergi kak.. Ava nggak mau kehilangan kak Askar setelah mama dan papa pergi"
"Maka dari itu turuti kemauan kakak, Ava. Kakak hanya ingin berbuat yang terbaik untukmu, kakak tak sudi jika kamu berdekatan dengan keluarga pembunuh seperti Kenndra". Askar membalas pelukan adiknya, ia bisa merasakan pelukan adiknya semakin erat.
KAMU SEDANG MEMBACA
-Aqueenza [✓]-
RandomCERITA INI BELUM MASUK KE TAHAP REVISI YA! KARENA AUTHOR LAGI FOKUS TAMATIN DULU, JADI KALAU ADA TYPO BISA DI KOMEN LANGSUNG^^ "Ternyata gini rasanya mati-matian nahan luka di dada." Antara Queen Aliza. Panggil saja ia Antara. Wanita berusia 16 tah...
![-Aqueenza [✓]-](https://img.wattpad.com/cover/343729073-64-k558958.jpg)