Hai cantik/ganteng/lucu/imut/om/Tante/kak/dek/pak/bu! Dan julukan lainnya.
Saya hanya mau berkata, ee itu-
Teh macha update setiap hari minggu senin and jumat yah!
Trimakasi!
-sungkem pak, buu🤗
Vote dulu sebelum baca
Antara kini sudah berada di taman edelweiss tempat dimana Devin akan mengajaknya berjalan-jalan.
Dirinya masih berdiri mencari keberadaan Devin di sana. "Devin mana ya" gumamnya melihat sekeliling taman yang dipenuhi oleh lampu lampu penerangan.
Dan tiba tiba, dari belakang terlihat sosok hitam yang kini membungkam mulut Antara dengan tangan kekarnya.
"Mmmmm!!! Mmmmm!!!" Antara mencoba berbicara dikala mulutnya sedang dikunci oleh tangan yang entah darimana asalnya.
Ia semakin ketakutan, ia ingin berteriak tapi tak bisa, dirinya juga ingin menangis tapi dia tak ingin terlihat sebagai wanita lemah.
Dan seketika, sosok itu membalik tubuh Antara menghadapnya, sementara Antara masih memejamkan matanya rapat-rapat.
"Buka mata lo" ucap seseorang dengan suara yang berat.
Ternyata itu dalah Devin! Jantung Antara hampir saja copot karenanya. Dasar siluman kodok!.
"Eh- Devin..?" Gumam Antara berhati-hati.
"OHH JADI ELO YANG DARI TADI BIKIN GUE JANTUNGAN HAH?!!" Bentaknya memelototi Devin.
"Santai aja kalik, itu mata udah kaya mau keluar dari sarangnya aja" Devin hanya terkekeh kecil melihat raut wajah Antara.
Antara mendorong Devin pelan lalu ia menoleh kesamping dengan perasaan kesal.
"Ngambek nih?"
"Make nanya!"
"Mau permen?" Tawar Devin padanya
"Hah permen??" Ucap Antara melongo ke arah Devin.
"Iya, mau nggak? Gue punya rasa vanila nih" balas Devin merogoh sakunya untuk mengambil permen kesukaan Antara.
"MAU MAU MAU!!" Seru Antara kegirangan.
"Nih" ucap Devin menyodorkan permen milkyta dengan rasa yang beragam.
"WAHHH KESUKAAN GUE!! MAKASIII!!" Ucap Antara dengan spontan memeluk Devin
"Lo pendek juga ya, Ra" ejek Devin menundukkan kepala dan melihat Antara yang mendongakkan kepalanya menghadap dirinya.
Antara yang tingginya hanya se-dada Devin dengan tinggi 185 centimeter itu sedikit merasa tersindir.
"Ihh! Serah lo!" Ucap Antara melepaskan pelukannya secara kasar.
"Ayo jalan" Devin menyodorkan tangannya untuk mengajak Antara berjalan dengan bergandeng tangan.
"Emm.. a-ayo" Antara menerima tawaran Devin dan berjalan keliling taman di malam yang sepi dengan tangan yang menyatu.
***
01.00
Antara melirik jam tangannya, ini sudah pukul satu pagi. Tak terasa mereka sudah berjalan jalan selama 15 menit lamanya.
Kini mereka tengah duduk di kursi taman berdua. Bersama melihat bintang dan bulan yang berjarak ribuan kilometer dari mereka.
"Gue seneng" gumam Antara tersenyum dikala dirinya melihat bintang tanpa menoleh ke arah Devin.
KAMU SEDANG MEMBACA
-Aqueenza [✓]-
AléatoireCERITA INI BELUM MASUK KE TAHAP REVISI YA! KARENA AUTHOR LAGI FOKUS TAMATIN DULU, JADI KALAU ADA TYPO BISA DI KOMEN LANGSUNG^^ "Ternyata gini rasanya mati-matian nahan luka di dada." Antara Queen Aliza. Panggil saja ia Antara. Wanita berusia 16 tah...
![-Aqueenza [✓]-](https://img.wattpad.com/cover/343729073-64-k558958.jpg)