Kala itu Antara terlihat sedang duduk di bangku kelasnya. Dia melipatkan tangan sambil melakukan kegiatan favoritnya. Apalagi kalau bukan membaca.
"Woe Ra, udah lama nggak ketemu setelah gue ninggalin lo sama si Depin, kan? ewkwkwkwk" Elora datang spontan memegang pundak Antara dari belakang.
"Eh elo─" Antara menoleh ke samping dan sedikit mendongak ke atas untuk melihat wajah wajah jahanam milik sahabatnya.
"Iyanih, udah lama.. dua hari lalu mungkin!" Tambahnya menatap sinis ke arah Elora yang masih setia berdiri di sampingnya.
"Yaelah, nggak usah sinis gitu matanya! Kaya tatapannya bu Nora aja!" Elora menyambar duduk di sebelah bangku Antara. Tepatnya pada bangku seorang wanita bernama Azahra.
"Lo sih! Make ninggalin gue segala! Kalo udah selesai berak tuh minimal balik bangsay!" Antara menggeplak tangan Elora dengan tatapan tajamnya.
"Ih, aduh.. sakit Ra!"
"Lebay lo!"
"Cih! Lagian kalo nggak karena makan petay kemaren gue juga nggak bakalan ninggalin lo! Lo sih, make masakin gue petay! Udah dibilang kalo gue makan petay bakalan mules! Ehh ngeyel juga!" Celoteh Elora mengomeli Antara.
"Nyenyenyenye!" Antara mengabaikan celotehan nyaring seperti tong kosong miliknya di kandang. Sungguh, Elora sudah pantas disebut ibu-ibu dadakan.
"Demi neptunus kesamber uranus, gue sumpahin mulut lo udah nggak suci lagi!" Sambar Elora semakin kesal dengan kambing di sampingnya. Antara yang mendengar itu membulatkan matanya merasa tak percaya dengan obrolan tikus di sampingnya ini.
"Mulut lo pedes banget anjir kaya omongan mamak gue!" Antara kembali menggeplak tangan Elora lalu memalingkan wajahnya kesal.
"Gayss gue jadiann!!"
Terdengar satu seruan yang membuat beberapa pasang mata menyorot ke arahnya. Suara itu berasal dari Zealova yang muncul tiba tiba di depan pintu dengan bersorak kegirangan.
"Hah? Jadian sama siapa lo?" Tania berjalan ke arah Zealova membalas ucapannya.
"Gua jadian sama Devin!"
"Buset!! Lo beneran nggak, Va?!" Sahut Chika menyusul kedua sahabatnya yang sedang heboh di pinggiran pintu kelas.
"Sumpah demi burung bapak lo mencolot ke tanah air, gue seriusss!! Gue ditembak sama dia tadii lewat chat!" Zealova terdengar semakin heboh dengan perasaan salting yang mengelilingi otaknya.
"Anjirr selamat yaa akhirnya si cupu Antara itu nggak akan deketin Devin lagi kalau dia udah jadi pacar lo!!" Tania memegang kedua tangan Zealova dan mengucap selamat padanya dengan melirik sinis ke arah Antara.
Antara yang mendengar percakapan itu menjadi sedikit tersinggung. Apa benar, yang dikatakan oleh Zealova tentang Devin?
Antara memalingkan pandangannya dari trio bajingan itu, dia menundukkan kepala dan tak menghiraukan omongan omongan dari mereka padanya.
"Udahlah Ra, nggak usah dipikirin. Cowok mah udah biasa kaya gitu! Bisanya PHP mulu" Elora mengelus pundak Antara untuk memastikan sahabatnya ini tak merasa kecil kaki──maksudnya kecil hati:D
"Nanti lo pulang bareng gue sama Rezal aja"
"Rezal? Pacar lo?" Antara menoleh ke arah Elora yang masih duduk di sampingnya.
"Bukan anjir! Dia anak temen papa gue yang disuruh jagain gue selama papa dan mama gue ke rumah kakek"
"O-ohh.. yaudah.."
'padahal kan nanti gue harus pulang bareng Devin' batin Antara menyenderkan dagunya dengan satu tangan.
Tak berselang lama guru pun datang untuk membagikan soal ujian dan untuk mengawasi jalannya ujian. "Pagi anak-anak, hari ini ujian mapelnya kesenian dan geografi ya"
KAMU SEDANG MEMBACA
-Aqueenza [✓]-
RandomCERITA INI BELUM MASUK KE TAHAP REVISI YA! KARENA AUTHOR LAGI FOKUS TAMATIN DULU, JADI KALAU ADA TYPO BISA DI KOMEN LANGSUNG^^ "Ternyata gini rasanya mati-matian nahan luka di dada." Antara Queen Aliza. Panggil saja ia Antara. Wanita berusia 16 tah...
![-Aqueenza [✓]-](https://img.wattpad.com/cover/343729073-64-k558958.jpg)