Chapter 27 : Pulang

30 9 0
                                        

"lo bisa nyetir mobil ternyata, gue kira lo cuma anak mami yang suka dimanja hahah" Antara membuka pembicaraan di sela keheningan, tertawa. Menertawai Gevan yang sibuk menyetir mobilnya.

"Banyak ngomong!." Gevan menyipitkan matanya, menatap kesal gadis di sampingnya.

"Gue ngomong biar nggak dikira bisu"

"Karepmu, seng penting bahagia" gumam Gevan pelan.
(Terserah kamu, yang penting bahagia)

Antara mendengus kesal, "btw.."

"Lo sekolah dimana?" Antara menoleh ke arah Gevan.

"SMA BiAsIa, kalau lo?"

"SMA AngkasaBinta"

"Kita beda." Antara menoleh ke arah jalan di sampingnya.

"Iya, beda sekolah beda kelamin, beda perasaan juga."

Antara spontan menoleh lagi ke arah Gevan, apa yang dia maksud? Antara menatapnya dengan kerutan di dahinya, mulutnya terbuka sedikit menampilkan gigi putihnya yang tersusun rapi.

Dirinya menatap pria itu dengan teliti. Sementara Gevan hanya tersenyum padanya tanpa menoleh.

───────────────────────────────────


Mama, Papa, kalian bakal pergi lagi?" Seorang gadis bertanya pada kedua orang tuanya.

"Nggak, papa dan mama nggak jadi pergi, Papa memutuskan untuk tinggal di rumah dulu selama satu minggu. Setelah itu, Papa yang akan pergi untuk mengurus perusahaan, kamu biar Mama yang jaga." Itu adalah suara berat Adnan, dan dikedua sisinya.. ada dua orang wanita, Valin dan Zealova.

"Horeee Papa nggak jadi pergii ninggalin Lova!" Zealova spontan memeluk ayahnya.

"Suka banget kayaknya anak Papa"

"Iya dong, Pa! Tapi sayang keluarga kita gak lengkap lagi tanpa Zia"

"Papa akan berusaha buat Zia tetap hidup sayang"

mendingan dia mati aja, gue lebih bahagia. Batin Zealova.

"Iya paa!"

"Oh ya, lalu bagaimana sama kak Ara?"

"Papa ingin usir dia dari rumah selama dua bulan" jelas Adnan.

"Serius pa?!" Zealova membelalakkan matanya.

"Iya sayang, Papa serius" ucapnya.

Sungguh, mungkin itu adalah hal yang sangat menyenangkan untuk di dengar oleh Zealova dan Valin. Karena mereka bisa bebas melakukan apa saja.

──────────────────────────────

Kini beralih pada Antara, dia sudah sampai di depan rumahnya.

"Gevan? Gue masuk duluan ya"

"Iya, besok ketemuan lagi ya" Gevan tersenyum tipis

"Makasih udah anterin gue, sekali lagi.. gue sangat berterimakasih sama lo, Van."

"Iya, yaudah gue balik dulu ya. Masih ada urusan, omong-omong nih nomor gue, lo bisa simpan dan chat nanti, biar gue save kontak lo"

"Okee"

Gevan langsung berjalan ke arah mobil, ia memasukinnya dan menjalankannya hingga berjarak jauh dari Antara.

-Aqueenza [✓]-Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang