Chapter 15: Mimpi dalam 3 jam???

69 47 30
                                        

***

"Ra, gue pulang dulu ya.. inget, jangan keluyuran sama orang selain gue!".

"Iya iya bawel lo, lagian gue pergi kalo nggak sama lo dan Elora ya cuma sama adek gue" Antara menyipitkan matanya.

"Serius? Awas kalo bohong, gue cium sampe nggak bisa nafas".

"Dih!" Antara kembali mendengus geli untuk kesekian kalinya. Ia benar-benar tak tahu lagi jalan pikiran pria sialan di depannya ini.

Devin hanya tersenyum tipis lalu berjalan ke arah mobil. Ia membuka pintu mobil lalu berdiri ke arah Antara sejenak. "Jangan nakal!"

"Iya" Antara tersenyum dan tertawa kecil. Ia hanya melihat Devin yang kini sudah pergi menjauh untuk pulang ke rumahnya.

***

"Huft- gue nggak tidur lagi" Antara menghela nafas dan langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang.

"Udah tiga hari gue nggak tidur-- arghh!" Antara menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Badan gue serasa remuk"

Antara menatap langit-langit kamarnya lalu ia memejamkan matanya agar bisa tidur walau hanya beberapa jam. Dan benar saja, akhirnya dirinya bisa tertidur pulas setelah beberapa hari dirinya tak tidur.

***

"Ara, bangun.."

Terdengar samar-samar suara seorang pria yang membuat Antara sempat terbangun dari tidurnya. "Hmmhh!" Dirinya menggeliat sambil mengumpulkan nyawa untuk bangun dari tidurnya.

"B-bang Theo?" Antara mengucek matanya sekali lagi untuk memastikan apakah itu adalah Theo atau bukan.

"Ini beneran bang Theo?!" Dia duduk menatap wajah kakaknya yang tersenyum pada dirinya.

"Kamu kenapa sih? Kok kaget gitu, kalo ini abang memang kenapa?" Ucapan Theo ini spontan membuat Antara langsung memeluknya dengan erat.

"Bangg gue kangennn"

"Kangen? Kenapa? Padahal kan kita selalu deket tiap hari" Theo terheran mendengar perkataan adiknya.

"Intinya Ara kangen sama bang Theo! Kangenn bangett!!" Antara mendongakkan kepalanya menatap wajah kakaknya.

"Lo kangen gue atau cuma kangen duit gue?"

"Ihh!! Bang Theo masih aja nyebelin!!" Antara melepas pelukan hangatnya dari tubuh Theo, dia memalingkan wajahnya kesal.

"Ara cantik, jangan ngambek dong! Mau abang belikan es krim?"

"Es krim??" Antara bergumam ragu. Sebenarnya dirinya masih kesal dengan kakaknya, tapi ketika mendengar kata es krim keluar dari mulut kakaknya yang biasanya pelit, ia menjadi luluh seketika.

"Iyaa, mau nggak? Rasa matcha tau.. atau mau rasa milo kesukaan kamu?"

Antara sudah tak dapat menahan rasa gemasnya, ia akhirnya luluh hanya karena es krim (?). "Mau mauuu!!" Antara berseru dengan senang.

"Yaudah, ganti baju gih! Masa mau makai piyama ke toko es krim"

"Iya ah bawel" Antara segera turun dari kasurnya, ia berlari ke arah lemari untuk mengambil beberapa baju dan membawanya ke kamar mandi.

-Aqueenza [✓]-Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang