Chapter 26 : Azava-Askar

26 7 0
                                        

Terlihat seorang gadis sedang berjalan lesu mendekati sofa dan akan duduk di sana bersama seorang pria.

"Habis dari mana kamu." Ucapan pria itu sontak membuat sang gadis menghentikan langkahnya.

"Jalan-jalan" ujarnya kembali berjalan dan duduk di samping pria yang bernama Askar.

Gadis itu adalah Azava, wanita berambut panjang dengan mata coklat terang khasnya.

"Sama siapa?" Askar kembali bertanya.

"Buat apa kakak tanya hal itu?" Azava membalasnya, ia menoleh ke arah Askar.

"Jawab kakak." Askar kembali menatapnya serius.

"Sama Kenndra."

Seketika pupil mata Askar membesar, ia berubah menatap tajam wajah sang adik.

"Kenndra?!"

"Iya. Kenapa? Kakak marah?"

"Apa kamu bodoh? Tentu saja kakak marah! Sudah berapa kali kakak bilang, jangan dekati Kenndra! Apa kamu tuli Ava?!!"

Perkataan itu kembali membuat Azava merasa ada hal yang menusuk hatinya. "Iya, Ava tuli kak." Ujarnya semakin membuat amarah Askar melunjak.

"AZAVA!!" Askar berdiri menampar wajah gadis yang masih terduduk itu.

Sesaat Azava tertoleh ke samping karena tamparan kasar kakaknya, ia masih berusaha menahan isak tangisnya.

Azava kembali menoleh pelan ke arah Askar, ia menatap wajah kakanya dengan teliti, menatap manik mata Askar yang begitu menyeramkan dengan amarah yang terlihat dari matanya.

"Kenapa kakak nampar aku?" Dia bertanya, jelas dia bingung. Sebenarnya apa salah Kenndra? Semua ini tak ada hubungannya. Namun pertanyaannya, mengapa Askar begitu membenci pria-nya?

"Berani sekali kamu pergi dengan pria yang kakak benci, Ava!" Askar memelototi Azava yang menatapnya dengan tatapan sendu.

"Kakak yang membencinya! Bukan aku!!"

"Bajingan!" Askar berjalan maju mendekati adiknya, dia mencengkeram kuat rahang bawah milik Azava. Dia mendekatkan wajahnya pada wajah adiknya. Kali ini dia ingin melakukan apa? Setelah kejadian lalu dia mencium adiknya sendiri.

"Ka-kakak m-mau apa?!" Azava menatap wajah Askar yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya.

Askar tak menjawab pertanyaan adiknya, "ka──" belum sempat mengutarakan maksudnya, Askar berhasil membungkan bibir ranum milik adiknya dengan bibirnya.

Cup

Azava membelalakkan matanya, ia benar-benar terkejut. Ada apa dengan isi pikiran kakaknya? Apakah dia sudah gila? Se-murah itukah bibirnya? Sampai berani mencium banyaknya wanita yang dekat dengannya.

Askar hanya diam. Sebaliknya, Azava berusaha memberontak, ia memukul kasar dada bidang milik pria di hadapannya. Dia mencoba menyingkirkan tangan Askar yang masih mencengkeram keras rahangnya.

"Hnghh!!" Azava hendak berbicara, jujur ia sangat ingin meneriaki kakaknya ini sebagai jalang! Brengsek! Bahkan cacian lainnya. Dia adalah wanita yang masih punya harga diri, tentu saja ia tak rela harga dirinya dibuang begitu saja oleh kakaknya sendiri?

Askar semakin mengganas, ia semakin menguatkan ciuman itu, lalu dengan beraninya dia melumat lembut bibir Azava dengan penuh cinta.

'Kalau kamu tau, kakak sangat mencintaimu lebih dari apapun. Azava..'

'Kakak akan memilikimu untuk selamanya. Benar, untuk selamanya.'

Azava memejamkan matanya perlahan, tak disangka.. Askar menyuntiknya dengan obat bius.

-Aqueenza [✓]-Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang