chapter 07

6.4K 380 9
                                        

Malam itu, bintang bertebaran di langit, bulan pun bersinar terang. Seorang remaja duduk santai di taman, menikmati suasana.

"Rakha, ayah mau bicara sama kamu," sapa Riana dari kejauhan.

"Yaudah, Bun. Nanti Rakha nyusul," jawab Rakha lembut. Ia berdiri, meninggalkan taman, lalu masuk ke dalam rumah.

Sampai di ruang tamu, Andrian sudah menunggunya.
"Rakha, sini duduk di samping ayah," ucapnya.

Rakha mendekat lalu duduk.
"Mau bicara apa, Yah?" tanyanya pelan.

Andrian tersenyum lebar. "Rakha, kamu kan sudah dewasa. Ayah sepakat untuk menjodohkan kamu sama temen ayah."

"Hah? T-tapi Rakha masih sekolah, Yah," ucap Rakha kaget.

"Soal sekolah bisa lanjut. Biar ayah yang ngomong sama guru kamu," jawab Andrian santai.

"Yah, tapi nggak bis—"

Andrian langsung motong. "Udah. Kamu sayang kan sama ayah sama bunda?"

Rakha terdiam. Lalu Andrian menambahkan, "Oh iya, satu lagi. Kamu ayah jodohkan sama Elisa Naura Ebalend. Putri temennya ayah."

Rakha membelalak. "Hah!? Sama Naura!?"

Riana yang duduk di dekatnya mengelus punggung Rakha. "Jadi kamu kenal Naura?"

"Iya, Rakha kenal. Dia sekelas sama Rakha. Tapi kok harus sama di—" Rakha belum sempat selesai, Riana langsung nyela.

"Rakha, bunda percaya sama ayah kamu," ucap Riana lembut.

Andrian ikut menimpali. "Udah, nggak usah dipikirin. Besok kan kamu ada camping? Nah, kamu bisa sekalian ketemu Naura. Nanti ayah telepon guru kamu biar kelompok kalian disatuin."

Riana tersenyum tipis. "Udah, sekarang ke kamar. Tidur. Besok jangan kesiangan."

Rakha nggak menjawab. Ia langsung berdiri, naik tangga, dan masuk ke kamarnya.

Tapi bukannya tidur, ia malah ke balkon. Menatap bintang yang bertaburan di langit. "Kenapa gue harus dijodohin, Yah?" gumamnya lirih.

"Dijodohin sama orang yang nggak gue suka… orang yang nggak gue sayang… dan harus deket cuma karena terpaksa."

Ia mendengus. "Tapi katanya benci bisa jadi suka… apaan sih, Rakha!? Lo nggak boleh sampai suka. Inget, ini cuma dijodohin."

Lalu ia berteriak kencang, "Aaaaaa… kenapa gue harus dijodohin sama orang yang nggak gue sukaaa!!!"

***
Pagi pun tiba. Semua siswa Mega Pelita Kreasi School berkumpul di aula untuk persiapan camping ke Puncak Bogor.

Pak Brama berdiri di depan.
"Mohon perhatiannya, anak-anak. Sebelum berangkat, kita akan bagi kelompok. Jadi nanti kalian harus bareng sama kelompok masing-masing."

Satu per satu nama dipanggil.
"Rakha dengan Naura, Yuenda dengan Dafi…" dan seterusnya.

Rakha terdiam. Jadi bener, ayah nelpon Pak Brama buat nyatuin gue sama Naura.

Sementara di sisi lain, Naura juga misuh dalam hati. Kenapa sih gue harus satu kelompok sama anak jamet itu!?

Adara langsung nyeletuk, "Woy, cie cie… sama Rakha," sambil nunjuk Naura.

"Apaan sih lo! Lo tuh sama Aksa!" balas Naura sambil nyubit pipinya Adara.

Adara malah senyum. "Biar deh. Gue sekalian bisa deket sama Aksa."

Naura mendekat ke Rakha. "Kenapa lo ngelamun gitu? Kesambet, lo ya?" godanya.

Rakha stel cool. "Nggak kok, gue nggak apa-apa."

"Gak mungkin nggak apa-apa. Lagi ada masalah ya?" Naura makin penasaran.

Rakha dalam hati bergumam. Jadi Naura belum tau…

Naura geleng-geleng. "Nah kan, ngelamun lagi."

Rakha menatapnya sinis. "Gausah kepo, lo."

"Gue juga males kepoin lo. Lagian, satu kelompok sama lo aja udah geli," balas Naura nyolot.

Rakha nyeletuk pelan, "Lo kira gue seneng? Gue juga jijik sama lo."

Tak lama, semua siswa dipersilakan naik bus sesuai kelompok masing-masing.

***
Lanjut?

Vote✨

Commen

Maaf ya kalo banyak typo🤍

RADEN RAKHA DANISWARAH 💫

Rakha (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang