Hallo gayss
Maaf kalo typo🙏
Aku baru belajar ya, jadi jangan di kritik.
Kalo mau kasih saran silahkan aja💥.
Kalo gak vote, minimal Commen ya gays💅
Bantu 1k dong💚
Malam tahun Baru gayss💐💖🔥
Mata Ratara tertuju pada satu gadis yang memakai cadar dan hijab, yaitu Yuenda. Ia seperti terkagum kepada gadis itu.
"Bang?" sapa Rakha yang memegang bahu Ratara. Ia bingung melihat Ratara melamun ke arah Yuenda.
"Eh ya rakh, ada apa?" Ratara sedikit terkejut.
Dafi melihat Ratara yang menatap Yuen sangat tajam. Ia sadar bahwa dirinya tidak pantas untuk Yuen, dan merasa Ratara lah yang pantas. Karena ia berpikir Ratara bisa menjadi imam Yuenda suatu saat nanti.
"Aku hanyalah manusia biasa yang tidak pantas untuk menikahi seorang gadis cantik yang Sholeh, hanya orang yang sempurna lah yang bisa menjadi imam yang kokoh untuk gadis itu" batin Dafi.
"Bro!! ngelamun Mulu lohh!!" Cakra yang sudah menunggu jagungnya matang, tapi Dafi malah bengong hingga jagungnya gosong.
"Cak-cak, menurut loh gw cocok gak sama gadis yang Sholeh?" tanya Dafi sambil membolak-balikkan jagung.
"Gak tau sih!" jawab Cakra cuek.
"Hii! loh gak bisa diajak curhat!" kesal Dafi.
Di tengah pembicaraan, makanan pun matang semua, termasuk jagung yang dibakar Dafi dan Cakra tadi. Arvin dan Aksa langsung semangat buat makan.
"Bang Ratara gak makan?" Naura menyapa Ratara.
"Eh ya?, Gak kok nanti aja" jawab Ratara, nampak sangat canggung.
Mereka pun bersenang-senang, makan dan minum serta barbeque bareng. Tiba saatnya pukul 00.00 malam, mereka tak sabar untuk pesta kembang api. Termasuk Rakha dan Naura yang mencari tempat tersendiri.
Aksa dan Adara, juga masing-masing dengan pasangannya. Tidak termasuk Dafi, Ratara, dan Yuenda yang lebih memilih melihat dan menyaksikan saja.
Yuenda yang melihat kembang api sebenarnya ingin, tapi ia lebih memilih yang kecil saja, yang bisa dipegang.
"Kha,, cantik ya kembang api nya" senyuman Naura terpancar menyaksikan kembang api.
"Gw berharap bisa lebih dekat lagi dengan loh Nau, dan lebih sayang lagi!" Rakha membalasnya.
Posisi mereka, Rakha memeluk Naura dari belakang. Naura di tengah ikut memegang kembang api besar itu.
"Gw harap Nau, cinta dan sayang gw gak akan luntur dan tetep bersatu"
Batin Rakha
"Gw berharap kha, Luh akan jadi lelaki yang lebih baik, dan sayang sama gw dan anak gw nantinya, gw sayang Luh!"
Batin Naura
"Ciee-cieee suami istri" ejek Aksa, membuat Rakha langsung badmood.
"Berisik Luh tot!!" Rakha menoleh dengan wajah kesal.
Plak!
"Kok gw di geblak sih Nau?" Rakha bingung sambil memegang pipinya.
"Luh ya kha, tadi Luh ngomong apa haa?" dengan lagak emak-emak Naura menjawab.
"Ngomong apa sih Nau?" Rakha bingung dengan tingkah aneh istrinya.
"Tadii Luh ngomong Tot, mana boleh ngomong gitu Rakha Daniswarah" Naura menjelaskan.
"Oh, itu tuh sebenernya bontot panggilan si Aksa, gw malas ribut makanya gw panggil tot" Rakha menjelaskan.
"Awwuu,,," tiba-tiba Yuen tak sengaja terkena kembang api yang dimainkannya. Sontak semua terkejut dan panik, termasuk Dafi dan Ratara.
"Cepat ambilin kotak obat!!" bentak Dafi. Ia tanpa sadar sudah dekat banget dengan Yuen, bahkan memegang tangannya yang terluka.
"Ntarr gw ambili!" Ratara langsung mengambil kotak obat di meja yang sudah disediakan.
"Saya aja yang ngobatin luka temen kamu, kebetulan saya sedang kuliah kedokteran" izin Ratara. Ia mengobati Yuen dengan tenang.
Dafi pun mundur. Ia tak sanggup melihat Yuen dekat dengan lelaki lain. Ia sadar, Yuen terlalu sempurna untuk dirinya.
Rakha yang peka mengingat Dafi pernah cerita tentang perasaan ke Yuen. Kini ia melihat dengan jelas kalau Ratara juga mulai mengagumi Yuenda.
"Broo,," Rakha menyambar pundak Dafi.
"Eh rakh!" Dafi membalas sapaan sahabatnya itu, sahabat sejak kecil.
"Luh cemburu ya bang Ratara Deket sama Yuenda?" tanya Rakha. Dafi langsung memalingkan wajah.
"Gimana yah, kalo gw boleh jujur gw mencintai Yuenda itu udah terlalu dalam, tapi ya sepertinya gw cuma bisa mencintai Yuenda, tidak dengan memiliki. Gw sadar bahwa tadi yang cocok dengan Yuen adalah Ratara" Dafi menghembuskan napas panjang.
"Luh sabar dan loh gak boleh bicara gitu, kita gak boleh putus asa. Jodoh gak ada yang tau. Lagian ya Allah bisa saja menyatukan orang Sholeh dengan preman, karena apa?, Mereka sudah disatukan oleh Allah" Rakha menenangkan.
"Luh emang temen baik gw bro,," Dafi mengangguk sambil menepuk pundak Rakha.
"Udah yuk!, gabung lagi!" ajak Rakha.
Dafi menyetujui ajakan itu.
Setelah sampai di tempat kemping, Yuenda pun sudah baik-baik saja. Hanya luka kecil yang ia rasakan.
"Haa?" Rakha bertanya-tanya sambil menatap ke balik pager. Ia melihat seseorang — ya, itu Kevin, memakai topeng berwarna hitam.
"Ngapain dia kesini?, Ku kira ia sudah mati tertelan bumi!!, apa gak ada habisnya ia mengganggu ku!!" gumam Rakha sambil mengepalkan tangannya.
"Napa Luh rakh!" tiba-tiba Arvin menepuk pundaknya.
"Haa!, Gak papa kok!" Rakha buru-buru mengalihkan pandangan.
Setelah selesai kemping, mereka tidur di tenda yang sudah disediakan. Tapi Rakha dan curut-nya termasuk Ratara memilih begadang untuk jaga cewek mereka yang sedang tidur. Rakha pun mengabarkan semuanya ke curut-nya bahwa ia melihat Kevin.
Lanjutt gakk?
Vote 💚🤍
*
*
*
COMMEN 💖💙
*
*
*
Makasih untuk yang Commen vote dan memberikan saran, untuk cerita Rakha.
*
Aku terima kasih ya💐💚
*
🤍Ini untuk kalian.
*
MAAF TYPO 🙏
RADEN RAKHA DANISWARAH 💐
ELISA NAURA EBALEND DANISWARAH 💐
KAMU SEDANG MEMBACA
Rakha (End)
Fiksi RemajaSeorang anak CEO besar! Ia di jodohkan dengan anak perusahaan terbesar di jakarta pusat!. ELISA NAURA EBALEND RADEN RAKHA DANISWARAH Start: 19 Juni 2023. Finis: 11 November 2023. Murni cerita🥀 KALAU GAK SUKA, GAK USAH BACA! SELAMAT MEMBACA ☺️👍
