Suasana Mega Pelita Kreasi School masih tegang banget setelah kejadian ricuh di kantin tadi. Di ruang UKS, seorang remaja duduk gelisah, matanya terus menatap gadis yang masih terbaring lemah tak sadarkan diri.
"Adara... bangun Ra, gue kangen ama luh," ucap Aksa lirih, penuh rasa khawatir, sambil menggenggam tangan Adara erat-erat.
***
Sementara itu, di kelas Bu Karin, Rakha duduk di samping Naura. Tangannya gak lepas menggenggam tangan Naura. Mereka ditemani curut-curutnya, kecuali Aksa dan Adara yang masih di UKS.
"Nau, luh bener gak papa?" tanya Rakha lembut, pandangannya fokus ke wajah Naura.
"Gak, Kha. Gue baik-baik aja," jawab Naura santai.
"Eh, Nau... gue sama Vinia ke UKS dulu ya. Mau jenguk Adara," izin Putri, masih kelihatan khawatir.
"Gue ikut ya," timpal Naura cepat.
"Ettss!" Rakha langsung nahan Naura.
"Luh lagi sakit, Nau. Udah duduk aja," potong Queen.
"Gw masih gak terima, Rakh!" seru Dafi tiba-tiba, mukanya jelas nunjukin amarah yang ditahan.
"Iya, parah banget dia berani-beraninya jahat sama Naura," timpal Alvaro sambil ngebanting tangan ke meja.
"Gimana kalau nanti malam kita perang lagi?" celetuk Cakra yang dari tadi diem, tapi ternyata juga gak terima.
"Setuju," jawab Arvin singkat.
"Gw juga setuju!!" Rakha langsung semangat, jelas masih kepikiran.
"Eh, Rakha! Luh jangan ikut!" Naura cepet-cepet nyeletuk, jelas gak ngizinin.
"Tapi kan gue ketuanya, Nau," kata Rakha dengan muka manyun.
"Khaaa..." lirih Naura, sambil pura-pura mau narik kuping Rakha.
"Iya-iya..." Rakha langsung lesu kayak bocil gak dikasih mainan.
"Eh, luh bocil! Cakra jangan coba-coba pergi ya. Awas gue tonjok luh!" ancam Queen sambil melototin Cakra.
"Yaudah batalin aja. Kalian semua juga gak boleh, apalagi Rakha," Dafi akhirnya mutusin dengan kesal.
Yuen dari tadi cuma senyum-senyum ngeliatin Dafi.
"Eh, cewek murahan sama cowok brengsek itu kemana ya?" tanya Arvin tiba-tiba.
"Mati," jawab Cakra santai tapi dingin.
Waktu terus berjalan. Jam udah nunjukin pukul 12.00. Di UKS, Adara akhirnya sadar. Di sampingnya ada Aksa, Vinia, dan Putri yang setia nungguin.
"Aksa..." gumam Adara lemah sambil membuka mata, sadar kalau dia ada di UKS.
"Dar! Luh udah sadar," ucap Vinia lega, napasnya sedikit terhela.
Aksa langsung elus rambut Adara lembut. Dari tadi dia gak banyak ngomong, cuma tatapannya penuh khawatir.
"Kalian gak pulang?" tanya Adara pelan, berusaha duduk karena udah agak mendingan.
"Gak, Dar. Kita nungguin luh," jawab Putri lembut.
"Gw udah enakan kok. Gue mau pulang," sahut Adara sambil senyum tipis.
"Gw anter ya, Dar. Pake sopir pribadi bokap gue," ucap Aksa, masih kelihatan khawatir banget.
"Gak usah, gue bisa pulang sendiri, Ksa," tolak Adara pelan.
"Udah!" potong Aksa tegas. Tanpa nunggu jawaban lagi, dia langsung gendong Adara keluar menuju mobil pribadinya.
"Adara, nanti sampai rumah istirahat yang cukup ya," pesan dokter UKS sebelum mereka keluar.
Vinia dan Putri pun pamit, lega karena sahabatnya udah sadar dan ada yang ngurusin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rakha (End)
Fiksi RemajaSeorang anak CEO besar! Ia di jodohkan dengan anak perusahaan terbesar di jakarta pusat!. ELISA NAURA EBALEND RADEN RAKHA DANISWARAH Start: 19 Juni 2023. Finis: 11 November 2023. Murni cerita🥀 KALAU GAK SUKA, GAK USAH BACA! SELAMAT MEMBACA ☺️👍
