chapter 29

5.3K 263 3
                                        

"Siapa?" tanya Rakha yang melirik pintu, dan bertanya kepada Andrian.

"Biar Rakha yang buka" Rakha yang berdiri, ia melepas genggaman tangan Naura, anak itu langsung menuju pintu.

Rakha yang membuka pintunya kaget melihat seseorang yang di depan pintu itu. Ya, itu adalah ratara yang datang tadi siang ke rumah Rakha, ia ingat betul nama anak itu.

"Luh?" Rakha yang terheran-heran melihat ratara yang memakai sweater hitam dan sarung, serta sal yang membalut lehernya, dan gak lupa pakai peci atau kopiah.

"Assalamualaikum?" ratara yang memegang pundak Rakha.

"Walaikumsalam, Luh cari ayah gw kan?, sini masuk, kebetulan ayah gw ada di dalam" Rakha yang langsung masuk.

"Makasih"

Ratara pun masuk, seluruh keluarga Daniswarah terheran-heran kedatangan ratara.
"Siapa Rakha?" tanya Riana yang bingung.

"Nih, ratara namanya. Katanya mau jumpa ayah" Rakha yang lanjut duduk di sofa sebelah istrinya itu.

"Ini yang datang tadi siang kha?" bisik Naura yang melihat ratara, Rakha membalas dengan anggukan kepala aja.

"Silahkan duduk, mau ada urusan apa?" tanya Andrian yang belum menyadari.

"Saya mau menemui bapak kandung saya, apa bener bapak ayah kandung saya?" ucap lirih jelas ratara yang bikin semua terkejut.

"Maksud kamu apa bilang begitu?" Andrian yang langsung berdiri.

"Bapak gak ingat pak? Sebelum bapak menikah, bapak ada bermain cinta sampai dia hamil, dan itu mama saya, Andriana Julina. Dan ia sudah meninggal!" ratara berdiri sambil menjelaskan semuanya.

"JADI BENER YA, YANG DIBILANG RATARA ITU, BAHWA DIA ANAK AYAH?!!" dengan lontaran sedikit keras Rakha, ia langsung beranjak dari duduknya.

"Gak, ini semua hoax. Kamu jangan percaya, Rakha!!" Andrian mencoba meyakinkan bahwa ini semua bohong.

"Sanggup bapak bilang begitu? Bapak gak ada sama sekali ingat? Saya kemari cuma mau menuruti keinginan ibu saya sebelum meninggal. Saya dulu gak pernah tau kalo bapak saya masih ada, karena ibu saya dulu bilang, bapak saya udah tiada."

Flashback

Andriana saat itu sedang hamil anak Andrian, hasil hubungan mereka. Pada saat itu Andrian belum memperistri Andriana.

Andrian sebenarnya ingin menikah dengan Andriana, tapi Eyang Rena gak setuju dengan pernikahan itu. Eyang Rena malah menjodohkan Andrian dengan wanita pilihannya, yaitu Riana.

Andrian udah gak bisa ngapa-ngapain, keputusan Eyang Rena bulat. Padahal waktu itu kehamilan Andriana sudah 7 bulan.

Andriana yang dengar kabar Andrian mau menikah dengan Riana, langsung sakit hati.

"Andriana!"

"Gimana mas? Mana janji kamu? Sekarang anak ini akan aku apain mas, ia lahir tanpa kasih sayang kedua orang tua."

"Ya gimana, aku juga gak bisa nolak keputusan ibu aku!"

"Aku kecewa besar sama kamu!"

"Andriana, tunggu!"

Pertemuan itu bikin Andriana sangat sakit. Bayi dalam kandungannya akan lahir tanpa ayah yang bertanggung jawab. Ia sangat kecewa dengan Andrian.

"Mulai sekarang! Aku akan jaga anak ini sesayang mungkin, dan aku akan didik anak ini sampai jadi santri dan Gus!"

Andriana bicara di kamar sambil nangis tersedu-sedu, ia sangat menyesal pernah percaya sama janji Andrian.

Non flashback

Rakha (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang