Masih di hari yang sama, Naura sedang main handphone di sofa ruang tamu, tiba-tiba ia menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal.
Teleponan
"Assalamualaikum, ini betul Naura?"
"Iya, ini siapa?"
"Oh, ini bundanya Rakha."
"Oh Tante Riana ya?"
"Iya, kamu bisa ke rumahnya Tante nggak sayang?"
"Ada apa, Tan?"
"Rakha demam tinggi, Naura. Dia nggak mau makan sama sekali."
"Haa? Rakha demam, Tan?"
"Iya, kamu bisa nggak kemari bujuk dia?"
"Oke-oke, Tan. Naura nanti kesana."
"Yaudah, assalamualaikum sayang."
"Walaikumsalam, Tan."
Dengan sangat terkejut, Naura menutup handphonenya. Ia langsung ngebatin, "Rakha demam apa gara-gara kena hujan tadi ya? Jadi nggak enak, gara-gara aku juga dia kena hujan. Yaudah deh aku buat bubur dulu biar Rakha mau makan."
Naura pun langsung menuju dapur untuk membuat bubur. Tiba-tiba seorang remaja mencium aroma masakan, itu adalah Altan yang kadang-kadang suka jail.
"Masak apa kamu, De?" Altan sambil mendekati Naura.
"Bubur, kenapa!!" jawab Naura.
"Galak amat, Mba."
"Iya, kenapa?"
"Untuk siapa buburnya, Nau?" tanya Altan.
"Untuk Rakha."
"Sok baik lu, mending buat Abang aja."
"Dia tuh demam, gue merasa bersalah karena dia udah nganterin Naura sampai rumah."
"Oh… oke, gue main PS aja," ucap Altan sambil menuju ruang tamu.
***
Tak lama, Naura pun sampai di rumah keluarga Daniswarah. Ia mematikan motor dan langsung menekan bel.
"Assalamualaikum," salam Naura yang disahut oleh seorang wanita dari dalam.
"Walaikumsalam, eh Naura udah sampai. Masuk sayang," sambut hangat Riana.
"Rakha-nya mana, Tan?" tanya Naura.
"Rakha di kamarnya. Yaudah ayo Tante antar ke kamar Rakha," ucap Riana.
Naura mengangguk dan mengikuti Riana ke lantai atas.
"Nah ini kamar Rakha. Yaudah kamu masuk aja, Tante mau ke dapur sebentar ya," kata Riana.
"I-ya, Tan," Naura mengangguk lalu mengetuk pintu kamar.
Tok… Tok…
"Masuk," terdengar suara Rakha dari dalam.
"Emm, hallo?" Naura membuka pintu sambil menyapa Rakha.
"Kenapa lu kemari?" tanya Rakha bingung, posisinya sedang dikompres di kasur.
"Gue disuruh Bunda lu kemari. Katanya lu demam, jadi gue nggak enak. Kan lu udah nganterin gue pulang," ucap Naura gugup, masih berdiri di pintu.
"Yaudah sini lu, ngapain di situ," ucap Rakha yang masih main game di handphone.
Naura menghampiri dan duduk di pinggir kasur. "Lu tuh kalo sakit jangan banyak main game. Terus harus makan, tadi Tante Riana bilang lu nggak mau makan. Obatnya juga harus diminum," nasihat Naura.
"Berisik lu," balas Rakha cuek.
Naura langsung mengambil handphone dari tangan Rakha dan meletakkannya di samping kasur.
"Kok lu ambil handphone gue?" tanya Rakha sambil mengepalkan tangan.
"Lu sakit, nggak boleh main handphone. Kalo gue udah bicara, lu harus nurut," ucap Naura.
"Sok asik."
"Diam! Gue udah bawa bubur enak buatan gue. Sekarang gue mau suapin lu biar lu makan, habis itu minum obat," ujar Naura sambil membuka wadah bubur.
"Gue bisa sendiri," jawab Rakha cuek.
"Nggak! Gue yang suapin. Gue merasa bersalah karena lu rela hujan-hujanan, terus jaket lu dikasih ke gue, dan lu udah nganterin gue pulang."
"Idih, gue nggak minta balesan," ucap Rakha.
"Udah cepet! Aaaa… emm, bagus," akhirnya Rakha mau juga setelah drama panjang disuapin Naura.
Setelah hampir habis, Rakha berhenti makan karena sudah kenyang. Tapi Naura masih maksa.
"Utututtut… ketua Dark Eagle sakit. Sekali lagi, ini Aaaa… emm," bujuk Naura sampai Rakha mau lagi.
"Yaudah, sekarang minum dulu. Habis itu obatnya diminum. Lu duduk dulu," ucap Naura sambil membantu Rakha duduk.
Setelah minum obat, Rakha tak sengaja menyender di bahu Naura. Gadis itu hanya terdiam dan memakluminya.
"Nau, gue kepikiran perjodohan kita," gumam Rakha.
"Udah, Kha. Gue coba rileks dan nggak terlalu dipikirin. Gue coba ikhlas aja sama apa yang terjadi nanti saat kita nikah."
"Gue nggak bisa bayangin, Nau. Gue masih gengsi," jawab Rakha.
"Yaudah, nanti kalo lu udah rumah tangga, lu harus nurut sama istri lu. Lu harus lebih dewasa, dan hilangin gengsi lu."
"Calon gue kan lu," Rakha.
"Oh, lupa."
"Hehehe… gue lagi bayangin malam pertama, Nau."
"Hiii, otak lu Kha-Kha."
"Udah, gue mau pulang ya," pamit Naura.
"Yahh… yaudah deh," ucap Rakha lesu.
"Nggak papa, besok aku pulang sekolah ke sini lagi."
"Nggak usah, gue besok sembuh," ucap Rakha.
"Oke."
Naura keluar kamar, menutup pintu, lalu turun untuk pulang.
"Gimana, Nau? Rakha mau makan?" tanya Riana.
"Udah, Tan. Rakha mau makan terus obatnya juga udah diminum. Mungkin sekarang dia udah tidur," jawab Naura.
"Oh syukurlah, makasih ya sayang," ucap Riana mengantar Naura sampai depan.
"Assalamualaikum, Tante. Naura pamit ya."
"Walaikumsalam."
Naura menyalakan motornya lalu langsung pergi.
***
Lanjut?
Vote 💚🤍
Commen 🤍💖
MAAF TYPO 🙏
apakah udah nyaman?
@altan narendra Permana
RADEN RAKHA DANISWARAH 💐
ELISA NAURA EBALEND 💫 on
KAMU SEDANG MEMBACA
Rakha (End)
Fiksi RemajaSeorang anak CEO besar! Ia di jodohkan dengan anak perusahaan terbesar di jakarta pusat!. ELISA NAURA EBALEND RADEN RAKHA DANISWARAH Start: 19 Juni 2023. Finis: 11 November 2023. Murni cerita🥀 KALAU GAK SUKA, GAK USAH BACA! SELAMAT MEMBACA ☺️👍
