chapter 08

6K 369 6
                                        

Masih di suasana yang sama, mereka pun masuk bus sesuai kelompok masing-masing. Rakha naik bus bareng Naura, dan mau nggak mau mereka duduk berdua. Naura keliatan seneng banget, karena akhirnya bisa jalan-jalan bareng temen-temennya lagi.

"Kok gw ngantuk ya," batin Naura sambil melirik Rakha yang asik main HP. Sepertinya cowok itu lagi dengerin lagu pake earphone.

"Rakha,," bisik Naura pelan.

Rakha nggak merespon, masih cuek dengan dunianya sendiri. Naura akhirnya gemes dan langsung narik kuping Rakha.

"Aw,,, sakit Nau," ucap Rakha sambil megangin telinganya.

"Luh dari tadi dipanggil nggak denger," kata Naura kesal.

"Emangnya Luh mau apa Nau?" tanya Rakha dengan suara datar, tapi terdengar adem.

"Gw ngantuk kha," jawab Naura dengan gaya manja kayak anak kecil.

"Yaudah tidur aja kali," balas Rakha cuek, nggak peduli.

"Tega kamu kha, sama cewek nggak peduli," rengek Naura sambil kayak mau nangis.

"Luh kok nangis sih, mood Luh gampang banget berubah Nau. Gw kira Luh tomboy, eh malah cengeng," ucap Rakha heran.

"Gini-gini gw juga nggak suka dibentak," ucap Naura masih merengek.

"Lah siapa yang bentak?" tanya Rakha.

"Luh lah."

"Sejak kapan gw bentak dia sih," batin Rakha.

"Yaudah iya-iya gw salah, minta maaf," ucap Rakha pelan dengan nada lembut.

"Gw ngantuk kha," ucap Naura lagi, matanya udah berat banget.

"Yaudah sini tidur di bahu gw," jawab Rakha. Tangannya pelan memiringkan kepala Naura biar nyender ke bahunya.

"Nau, Luh pura-pura nggak sadar apa gimana sih? Tapi gw ngelakuin ini cuma karena terpaksa," batin Rakha.

Setelah berjam-jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di Puncak Bogor. Semua siswa dibolehin turun, tapi Naura masih tidur nyenyak. Rakha jadi serba salah buat bangunin. Akhirnya, dia bawain juga tas punya Naura sambil bawa tasnya sendiri.

"Eh Rak, Naura mana?" tanya Adara heran.

"Dia lagi tidur, gw nggak enak bangunin. Tadi dia semangat banget, mungkin kecapean," jawab Rakha sambil tetap jalan bawa dua tas.

"Cie-cie tasnya dibawain," celetuk Yuenda.

"Iya ih, Aaaaa soswit banget," lanjut Adara sambil ketawa-ketawa sama Vinia.

"Gw bawain cuma kasian, karena dia kecapean," jawab Rakha cuek sambil ninggalin mereka.

"Rakh, Rakha Luh mau kemana," teriak temen-temennya.

Rakha berhenti pas denger suara Naura dari belakang.

"Rakha,,, gw kok nggak dibangunin," ucap Naura lirih, matanya masih setengah merem.

"Katanya Nau, dia nggak enak bangunin Luh," sahut Dafi sambil senyum.

"Iya Nau," timpal Vinia.

"Rakha tas gw mana?" tanya Naura.

"Ini, gw bawain. Udah ayok ikut gw," ajak Rakha.

Mereka semua lalu disuruh kumpul deket guru buat dengerin pengumuman.

"Anak-anak, kita sudah sampai di sini. Jadi kalian bangun tenda masing-masing. Khusus cewek, satu tenda isi lima orang. Cowok juga sama. Setelah bangun tenda, kalian boleh keliling. Tapi inget, pas masuk waktu ashar kita kumpul buat sholat jamaah. Paham?" jelas kepala sekolah.

"Siapppp!" jawab semua siswa kompak.

Mereka pun mulai bangun tenda. Rakha dan gengnya langsung sigap, tapi beda cerita dengan Naura dan temen-temennya yang malah bengong.

"Gimana nih Put, gw kagak ngerti beginian," ucap Queen panik.

"Gw juga nggak tau," sahut Putri.

Rakha yang tenda kelompoknya bersebelahan sama Naura, bisa denger percakapan mereka.

"Mereka nggak tau cara berdiriin tenda?" batin Rakha.

"Kha, si Naura tuh nggak bisa bangun tenda. Bantu yuk," ajak Alvaro.

"Iya, emm," jawab Rakha cuek, tapi langsung jalan ke arah Naura buat bantuin.

***
Lanjut?

Vote ✨

Commen🤍💖

Rame in ya 🙏

Maaf Sebelumnya kalo banyk typo 🤍💚

RADEN RAKHA DANISWARAH 💫

Rakha (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang