Pagi pun tiba. Setelah kejadian tadi malam, Naura bangun lebih dulu sebelum suaminya terjaga. Ia langsung menelpon sopir, karena hari ini mereka berencana ke rumah Rakha untuk menemui eyang. Tak lama, Rakha ikut bangun.
"Eh, istri aku udah bangun duluan," ucap Rakha sambil senyum, memandangi Naura yang terlihat cantik.
Hari itu Minggu, mereka gak sekolah. "Masih sakit, Kha?" tanya Naura lembut, tangannya mengelus rambut Rakha.
"Nggak kok, kan udah diobatin istri aku," jawab Rakha, masih terus menatap Naura.
"Bisa aee, Luh," balas Naura sambil senyum tipis.
"Oh ya, kita jadi ke rumah Luh gak? Aku udah gak sabar ketemu eyang Luh," tanya Naura.
"Jadi, cayangg. Tapi aku siap-siap dulu ya. Istri aku udah mandi kah?" Rakha balik nanya.
"Udah. Oh ya, aku udah telfon sopir kamu, Kha. Aku telfonnya pakai HP kamu, gak papa kan?" jawab Naura.
"Gak papa, cayangg. Untuk istri aku apa sih yang gak," kata Rakha dengan wajah rayu.
"Kamu gak mau gituan sama aku?" Rakha tiba-tiba nyeletuk.
"Gituan apaan?" Naura bingung.
"Itu loh… buat Dede."
"Caranya?"
"Polos banget sih…"
"Ya gak tau."
"Gituan yang dimasukin itu bawa aku."
"Udah cepat!!"
"Apanya, mau?"
"Mandi lah, supir udah nungguin di bawah!" sahut Naura sewot.
Rakha cuma manyun, kesal gara-gara jawaban istrinya. Akhirnya dia bangun dan langsung masuk kamar mandi. Setelah selesai, ternyata Rakha lupa bawa handuk.
"Nauuu… tolong ambilin handuk," teriak Rakha dari dalam kamar mandi.
"Hiii, kok bisa sih mandi gak bawa handuk," sahut Naura sambil ngambil handuk lalu jalan ke kamar mandi. Ia ngetuk pintu pelan, berharap Rakha ambil dengan tangannya.
"Kha, ini handuknya," ucap Naura sambil merem nutup mata. Tapi Rakha malah ambil handuk itu sambil sekilas nyium pipi Naura.
"Pipi gw gak perawan lagi," batin Naura kaget, mukanya langsung panas.
Beberapa menit kemudian, Rakha udah siap-siap. Mereka pun turun bareng lalu masuk ke mobil.
Di perjalanan, Rakha yang duduk sebelahan sama Naura gak segan gandeng tangan istrinya. Gak lama, mereka sampai karena jarak hotel ke rumah Daniswarah cukup dekat.
"Eyanggg…" sapa Naura sambil langsung meluk eyang. Eyang Rena terlihat antusias banget menyambut cucunya.
"Cantik banget sih istri kamu, Rakha," ucap eyang, terkagum-kagum lihat Naura yang pakai sweater putih dengan rambut tergerai.
"Eyang, aku gak dipeluk?" tanya Rakha dengan muka iri.
"Kamu udah gede. Lagian kamu udah biasa eyang peluk. Sekarang eyang mau meluk istri kamu aja," jawab eyang sambil senyum.
"Apaan sih, eyang," Rakha langsung manyun, pasang muka kesal.
"Ayah sama bunda mana, Eyang?" tanya Naura sambil ngeliat ke dalam rumah.
"Ayah sama bunda kalian keluar kota, lagi ada kerjaan. Jadi eyang cuma ditemenin bibi," jelas eyang.
"Oh…" sahut Naura pelan.
"Naura, kamu bisa masak kan? Kita masak bareng yuk," ajak eyang sambil merangkul pinggang Naura.
"Bisa, Eyang, dikit-dikit," jawab Naura malu-malu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rakha (End)
Fiksi RemajaSeorang anak CEO besar! Ia di jodohkan dengan anak perusahaan terbesar di jakarta pusat!. ELISA NAURA EBALEND RADEN RAKHA DANISWARAH Start: 19 Juni 2023. Finis: 11 November 2023. Murni cerita🥀 KALAU GAK SUKA, GAK USAH BACA! SELAMAT MEMBACA ☺️👍
