Chapter 01 (prolog)

25.5K 596 8
                                        

Suatu hari, terlihat seorang bocah berusia 17 tahun sedang berbaring di kasur empuk. Dari luar kamar terdengar ketukan pintu.

"Rakha, bangun nak. Udah pagi, nanti telat sekolahnya," ucap seorang wanita sambil mengetuk pintu.

"Masih ngantuk, Bun," jawab anak itu dengan suara setengah sadar.

Ya, wanita itu adalah Riana Saba Daniswarah, bunda dari Raden Rakha Daniswarah.

"Tapi hari ini hari pertama kamu masuk sekolah, Rakha," ucap Riana lembut.

"Emm,, iya," gumam Rakha, lalu bangkit menuju kamar mandi untuk bersiap.

Setelah selesai memakai seragam, Rakha pun turun ke bawah untuk sarapan bersama keluarganya.

"Pagi,, yah, Bun," sapa Rakha sambil menuruni tangga.

"Pagi, anak ayah," balas seorang pria dengan senyuman hangat.

Itulah Andrian Daniswarah, ayah Rakha. Rakha adalah anak tunggal yang begitu disayangi kedua orang tuanya.

"Rakha mau makan apa, nak?" tanya Riana.

"Rakha mau roti aja, Bun," jawab Rakha sambil duduk di kursi meja makan.

"Oke," Riana tersenyum.

"Oh iya, Yah, nanti Rakha mau naik motor aja, soalnya mau bareng Aksa sama Alvaro," ucap Rakha sambil menikmati roti dan susu yang sudah disiapkan bundanya.

"Yaudah, nanti ayah suruh pak supir antar ayah aja," jawab Andrian lembut.

***
Pagi itu matahari bersinar cerah di sekolah Mega Kreasi School.

"Rak, Rak, coba liat deh cewek-cewek itu. Cakep-cakep bener," gumam Aksa sambil senyum-senyum.

Aksa Devin Arion adalah cowok receh, suka bercanda, gampang akrab, dan senyumnya manis.

"Nah iya tuh, Rak. Luh cocok ama yang depan," timpal Alvaro sambil nunjuk ke arah cewek.

Alvaro Daniel Samudera terkenal ramah, gampang bergaul, dan wajahnya ganteng manis.

"Nah betul tuh, Rak. Luh kan gasuka cewek yang banyak bacot dan aneh," lanjut Arvin sambil melirik Rakha.

Arvin Dirandra Raditya, tipikal playboy genit, mancung, punya lesung pipi, dan sering jadi idaman cewek.

"Yang depan cocok sama luh, Rak," ucap Dafi kalem.

Dafi Stevano adalah cowok kalem, manis, punya gingsul, dan mata indah.

"Gw ikut aja, setujuu," balas Cakra santai.

Cakra Darius Dayren, cowok santai, wajahnya tampan rupawan.

"Apasih loh pada! Gak tertarik gw sama cewek-cewek itu," jawab Rakha dengan muka agak serius.

Itulah geng Rakha yang dikenal dengan nama Dark Eagle (Raja Wali Hitam).

***
Di sisi lain, circle cewek populer WCM (Wanita Cantik Mempesona) melirik ke arah Dark Eagle.

WPP dipimpin oleh Elisa Naura Ebalend.

"Nau, Nauraa…" ucap Adara sambil narik tangan Naura.

"Ih,, apaan sih Dar!" tanya Naura sambil melepaskan genggaman tangan Adara.

Adara Dayana Atalia adalah cewek cantik, receh, dan tipikal kipopers yang mengidolakan oppa-oppa Korea.

"Liat itu… yang depan mirip oppa Korea, aaa…" gumam Adara sambil senyum-senyum.

"Iyaa, apalagi yang belakang," sambung Putri sambil mukul-mukul bahu Naura.

Putri Lelisa Naisya adalah cewek imut, pelawak, dan nggak bisa diem.

"Nau, Luh yang depan, gw yang belakang deh," ucap Zaqueen sambil nunjuk ke arah Rakha dan Abian.

Zaqueen Vania gadis ramah, suka banget sama cowok ganteng.

"Nau, kok Luh diem sih?" ucap Vinia dengan muka kesal.

Vinia Asila DAFILA, cewek baik hati, manis, punya bulu mata lentik mempesona.

"Gw sih setuju aja," timpal Yuenda santai.

Yuenda Octavia Dayla, cewek pinter, netral, dan kalem.

"He,,, males banget gw deket sama tuh cowok-cowok," ucap Naura ketus.

"Apaan sih kalian!!" sambung Naura dengan suara tegas.

"Udah yuk cabut," lontar Naura.

Mereka pun jalan menuju koridor untuk cari kelas. Tapi tiba-tiba Naura menabrak seorang cowok. Ya, cowok itu adalah Rakha.

"Ih,, apaan sih Luh! Kalo jalan pake mata!" bentak Naura.

"Udah,, yuk cabut. Gak penting banget diurusin," ucap Rakha cuek sambil melirik gengnya.

"Hee! Main pergi aja! Udah salah!" teriak Naura dengan nada tinggi.

"Bukannya Luh yang ha?" balas Rakha santai sambil nenteng tas.

"Enak aja Luh ngomong! Jelas-jelas Luh yang salah, jalan gak pake mata!!" ucap Naura dengan tatapan tajam.

"Berisikkk!! Luh bisa diem gak!!" jawab Rakha kesal, lalu pergi begitu saja.

"Hee!! Gw nggak takut sama Luh, cowok gajelas!!" teriak Naura keras di koridor.

"Udah lah, Nau. Ayo masuk kelas aja," gumam Yuenda.

"Yaudah lah, ayuk. Tapi gw masih gak terima. Liat aja nanti tuh cowok," jawab Naura dengan muka sinis.

Lanjut?

Rakha (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang