Tringg… Tring…
Bel sekolah berbunyi menandakan pukul 09.00. Saatnya istirahat, seluruh siswa Mega Pelita Kreasi School mulai beranjak dari kelas masing-masing.
"Eh, keluar yuk," ajak Alvaro ke curut dan ketuanya, sambil berdiri lalu berjalan ke arah meja Rakha.
Tak lama, Raya datang mendekati Rakha. "Emm… halo, nama aku Raya," ucapnya manja sambil menggoda, tubuhnya sengaja dipamerkan.
"Apaan sih… sibuk gue," jawab Rakha cuek. Ia langsung berdiri dan menghampiri Naura. "Ayuk," ucapnya sambil mengulurkan tangan.
Naura tersenyum kecil lalu menerima tangan Rakha. "Tuh, minimal jangan caper," celetuk Adara dengan sinis ke arah Raya.
"Tau tuh, jadi cewek kok murahan," lanjut Aksa sambil ketawa.
Kevin, kakak Raya yang duduk di pojokan, langsung panas mendengar adiknya dijelek-jelekin. "Eh, maksud lo apa?!" serunya dengan nada tinggi, menunjuk ke arah Adara.
"Luh yang apa?!" balas Aksa, tidak terima ditunjuk begitu.
"Udah Aks, ini sekolah," Arvin buru-buru nenangin Aksa.
Raya yang dari tadi memperhatikan hanya bisa membatin sambil menatap Rakha dan Naura. "Si cewek itu siapa Rakha?"
Rakha akhirnya mengajak semua keluar. "Udah, kita istirahat. Bukan buat ribut."
Di koridor sekolah, Putri nyeletuk.
"Tau gak sih, Raya tuh caper banget sama lo, Rakh."
"Biarin lah, Put. Kalau Rakha tertarik, itu hak dia," jawab Naura santai.
"Gak usah dibahas," gumam Rakha, menggenggam tangan Naura erat-erat.
"Eh, pacaran bae luh pada," sindir Dafi, kelihatan iri.
"Luh ama Yuen aja lah, Daf," timpal Cakra sambil jalan di samping Queen.
"Apaan sih luh?!" bentak Dafi serius.
"Napa? Gue cuma ngomong doang," balas Cakra heran.
Yuen hanya diam, berjalan berdampingan dengan Putri. Sampai di kantin, mereka mulai pesan makanan.
"Aku batagor sama jus jeruk, satu ya, Pok," ucap Vinia pada penjual yang biasa dipanggil "Pok".
"Gue jus jeruk aja," tambah Yuen lembut, duduknya berhadapan dengan Dafi.
Dafi hanya bengong mandangin Yuen.
"Andai gue bisa ngelawan gengsi, pasti gue ungkapin perasaan gue ke Yuen. Tapi… dia berhijab, pasti pengennya nikah sama cowok alim, bukan gue."
"Daf, luh jangan ngelamun mulu. Ntar kesurupan," celetuk Alvaro sambil nyenggol lengannya.
"Gak papa gue," jawab Dafi singkat. Belakangan dia jadi lebih pendiam, jelas-jelas lagi nyimpen sesuatu.
"Eh, Aksa sama Adara pacaran apa enggak sih? Kapan jadian?" tanya Arvin heran.
"Iri ente," balas Adara sambil nyengir, bikin Arvin manyun.
Tiba-tiba suasana berubah. Kevin datang dan langsung narik tangan Naura dengan kasar. Raya pun mendadak nyosor, menampar pipi Naura.
"Eh, Rakh, gue cinta ama luh! Gue suka!" Raya teriak sambil megang tangan Rakha.
"Apaan lo? Tampar Naura sampe segitunya?!" bentak Rakha keras, langsung ngelepasin tangan Raya.
Naura langsung dibela teman-temannya. Curut Naura maju, mendorong Raya sampai jatuh. Adara, Vinia, Queen, dan Putri ikutan ngehajar balik.
"Luh berani tampar temen gue tanpa alasan! Ingat, ini belum seberapa!" Putri ngegeram.
"Ingat tuh, ini belum seberapa!" Adara nambahin sambil narik baju Raya dan ngejatuhin dia ke lantai.
Kevin gak tinggal diam, dia dorong Adara sampe kebanting ke meja kantin. Kepalanya kebentur besi, dan Adara langsung pingsan.
BUGK!
Aksa panik, langsung teriak marah. Tapi Rakha maju duluan.
"Eh, bagusan lo cabut dari sini!" seru Arvin, nyamperin Kevin sambil ngejauhin Putri dari situasi.
Kevin malah senyum licik. "Urusan kita belum selesai. Naura itu mantan gue, dan gue bakal nikahin dia!"
"Gila lo!!"
BUGK!
Rakha langsung nonjok Kevin sampai jatuh. Ia tarik kerah bajunya. "Ingat kata gue! Luh cuma mantan, gak ada urusan sama Naura. Stop ngejar-ngejar dia! Naura itu calon gue! Dan satu lagi, urusan geng bukan urusan Naura!"
Kevin masih sempet senyum sinis meski babak belur.
Yuenda buru-buru nenangin Naura. "Udah, Aksa bawa Adara ke UKS sekarang!"
Aksa langsung gendong Adara, sementara Kevin dan Raya kabur dari kantin. Keributan ini bikin semua siswa pada ngumpul.
Rakha menoleh ke Naura yang masih syok. "Luh gak papa, Nau?" tanyanya cemas, napasnya masih ngos-ngosan.
"Gw bawa ke UKS juga ya?"
Naura geleng pelan. "Gak usah, gue udah gak papa kok. Cuma agak sakit dikit."
Yuen nemenin Naura yang masih duduk, berusaha nenangin.
Dafi yang dari tadi diam akhirnya buka suara. "Mau apa sih mereka berdua tuh?!" geramnya.
Yuenda pegang tangan Dafi, berucap lembut. "Sabar, Daf. Orang sabar selalu dikasih hikmah yang banyak."
Dafi kaget tangannya dipegang Yuen. Hatinya bergetar, tapi buru-buru dia tarik lagi. Dia gak mau makin terikat sama perasaan itu.
Sementara itu, Kevin sebenernya udah gak bener-bener suka sama Naura. Tapi dia punya rencana sendiri. Begitu juga dengan Raya. Dia paling benci Naura, karena yang dia mau hanyalah satu Rakha.
Lanjutt??
Vote 💚🤍
Commen 🤍💖
MAAF TYPO 🙏
RADEN RAKHA DANISWARAH 💫
ELISA NAURA EBALEND 💐
KAMU SEDANG MEMBACA
Rakha (End)
Fiksi RemajaSeorang anak CEO besar! Ia di jodohkan dengan anak perusahaan terbesar di jakarta pusat!. ELISA NAURA EBALEND RADEN RAKHA DANISWARAH Start: 19 Juni 2023. Finis: 11 November 2023. Murni cerita🥀 KALAU GAK SUKA, GAK USAH BACA! SELAMAT MEMBACA ☺️👍
