[FOLLOW SEBELUM MEMBACA AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATE]
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
🖇 Warning!
Banyak kata umpatan- yah biasalah, banyak kata kasar, ada sebut beberapa merk juga- w males mikir dua kali wkwk, plus banyak typo. Mohon kalo nemu typo...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Acara wisuda akhirnya dimulai, sekitar pukul 10.00. Dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara dilanjutkan sambutan-sambutan. Setelahnya diadakan pengumuman siswa siswi lulusan terbaik angkatannya. Yara sih santai, soalnya nggak mungkin bakal masuk.
"Gelar wisudawan terbaik tahun ini jatuh kepada..." Bu Nia yang dapet tugas buat bacain nominasi berhenti sejenak buat ngumpulin atensi.
Yara yang duduk di sebelah Umji cuma nyimak dengan santai, palingan juga sirkelnya Jalu. Si anak anak OSIS secara aja, anak anak yang peringkatnya di atas 50 paralel pada gabung jadi gundik-gundik OSIS. Jadi Yara ga bakal heran dengan pencapaian mereka.
"Jalu Adiyaksa Pamungkas!"
Seisi aula langsung tepuk tangan dan nyariin dimana keberadaan Jalu, Umji nepok nepok lengannya Yara biar ikutan tepuk tangan. Tapi Yara cuma mendengus,"Apaan si, Ji?"
"Cowok lo itu bangsat!"
Yara memutar matanya malas, udah cukup bosan dengan hal itu. Yara cuma diem saat ngeliat sosok yang sudah lama hilang dari kehidupannya itu melangkah maju dan menaiki tangga menuju ke atas podium. Selanjutnya adalah wisudawati terbaik, Yara tebak ini yang dapet pasti bukan dia.
"Roseanne Aliandra Sudibjo!"
"Yahh, gue kira gue," ujar Umji kecewa. Yara menoyor kepala cewek itu. Otak aja masih sering ketinggalan di rumah gimana mau dapet gelar wisudawati terbaik? Umji itu emang bloon apa gimana sih konsepnya?
"Doy sama Mina kemana dah, Ji?" tanya Yara yang celingukan mencari dua pulu-pulu lainnya. Biasanya kan mereka selalu berempat, kalo cuma berdua gini rasanya ilang banget. Umji mengendikkan bahunya malas, "Tau tuh!"
Yara nengok ke arah Umji, agak beda respon ni anak. Biasanya kan Umji juga ikut bingung nyariin. Tapi Yara milih diem dan nggak ngebahas itu. Dia makan risol di dalam kotak snack. Lumayan enak sih, walau isinya sayuran. Sebenernya Yara lebih suka risol mayo buatan Jalu.
Pas keinget Jalu lagi, Yara mendengus terus buang muka. Males banget mikirin tuh orang. Lagian Jalu kelihatan fine fine aja tanpa Yara, masa Yara mau ngemis ngemis ke dia buat balik? Udahlah, bahagia ora selalu tentang cinta.
Sebelum pembagian ijazah, ada pembacaan 3 wisudawan wisudawati dengan nilai tertinggi. Nama pertama yang terpanggil pertama adalah Sebastian Amir Wibowo atau yang kita kenal dengan nama Wowo, padahal ya, Wibowo mah nama bapaknya si Wowo. Wkwk bgt emang hidup ini.
"Wah emang ga diragukan lagi ya Mas Wowo ini." Bu Nia tersenyum pada hadirin, "Selanjutnya, ada juara dua dengan nilai terbaik.."
"Jalu Adhiyaksa Pamungkas!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.